Korban Pengusiran dari RSUD Datangi Polda – Ambon Ekspres
Hukum

Korban Pengusiran dari RSUD Datangi Polda

DATANGI POLDA: Paulina Tanasale medatangi Polda Maluku guna melapor dan menindak lanjuti perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh pihak medis RSU Haulussy, Selasa (13/6). FOT0: AHDAN FABANYO/AMEKS

AMEKS ONLINE, AMBON.–Dugaan aksi pengusiran yang dilakukan oleh sejumlah tenaga medis terhadap pasien Fransisco Imanuel aliasn Noel masih balita. Usianya baru 2 tahun 8 bulan, kini berbuntut panjang.
Paulina Tanasale (36), ibu pasien akhirnya mendatangi Mapolda Maluku, guna memproses oknum perawat di RSUD itu.

Pantauan koran ini, sekitar pukul 15.00 WIT, Selasa sore kemarin, ibu korban yang didampingi Stevi Palijama, salah satu pengurus DPD KNPI Maluku, mendatangi mapolda Maluku, untuk melaporkan tindakan perawat di RSUD dr Haulussy, terhadap anaknya itu.

Mereka kemudian memasuki, ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku, guna melaporkan peristiwa yang menimpah dirinya dan anaknya itu.
“Kami datang kesini untuk melaporkan tindakan yang dilakukan oleh suster dan manteri terhadap anak saya itu. Saya akan tetp proses yang bersangkutan, sebagai bagian dari efek jerah untuk mereka,”kata Paulina, kepada wartawan, diruang SPKT Polda Maluku, sore kemarin.

Setelah berada di ruangan SPKT, selama beberapa menit, Paulina yang didampingi Stevi bersama Allen Risakotta, yang mengunggah video aksi perawat itu, kemudian diarahkan menemui salah satu petugas Subdit III, Direktorat Reskrimum Polda Maluku.

Sekira pukul 16.00 WIT, mereka keluar meninggalkan ruang penyidik Subdit III itu, kemudian kembali ke SPKT.
“Jadi dari hasil konsultasi dan komunikasi dengan penyidik, maka kami belum membuat laporan secara resmi. Karena kami harus mencari identitas dari perawat yang saat itu membuka infus dari tangan anak saya,”jelas dia.
Dirinya menegaskan, pihaknya tetap akan berupaya untuk mendapatkan identitas dari suster tersebut, hingga kemudian dirinya akan kembali untuk membuat laporan secara resmi.

“Dalam waktu dekat kami akan kembali dengan identitas dari suster itu, baru kemudian kita buat laporan secara resmi. Laporan ini kami buat, biar tidak adalagi Noel-Noel, lain yang mendapat perlakuan sama di RSUD itu,”tegas dia.

Sementara itu, kabid Humas Polda Maluku AKBP Abner Richard Tatuh, mebernarkan adanya keluarga korban yang datang untuk berkonsultasi dengan pihaknya sebelum mebuat laporan secara resmi atas tindakan pihak RSUD dr Haulussy, terhadap korban.

“Tadi (sore kemarin red), saudari Paulina dan bebera orang datang, kemudian mereka meminta petunjuk kami, sebelum akhirnya nanti mereka laporkan secara resmi. Baru kita proses sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,”singkat dia.

Untuk diketahui, pelayanan di RSUD dr M Haulussy Ambon kembali mendapat sorotan negatif. Kali ini sejumlah petugas medis di rumah sakit itu pada Rabu (7/6) diduga mengusir pasien yang seharusnya mendapat pelayanan kesehatan.

Ironisnya, pasien Fransisco Imanuel aliasn Noel masih balita. Usianya baru 2 tahun 8 bulan. Dia menderita penyakit diare dan panas tinggi. Saat masuk rumah sakit, dia tidak mendapatkan pelayanan medis dari pukul 19.00 WIT hingga 24.00 WIT Kamis dini hari.

Merasa diacuhkan oleh dokter dan tenaga kesehatan, membuat Paulina Tanasale (36), ibu pasien melayangkan protes. Aksi protes orang tua pasien ternyata tidak mendapatkan respons dengan baik. Namun yang didapat adalah tindakan pengusiran dari RSUD oleh sejumlah tenaga medis. (AHA)

Click to comment

Most Popular

To Top