Tidak Semua Sekolah Terapkan FDS – Ambon Ekspres
Berita Utama

Tidak Semua Sekolah Terapkan FDS

M Saleh Thio

AMEKS ONLINE, AMBON.––Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sudah menerbitkan peraturan tentang lima hari sekolah penerapan lima hari sekolah atau full day school (FDS). Peraturan Menteri Nomor 23 tahun 2017 itu akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2017/2018 yang dimulai bulan Juli mendatang.

Terkait peraturan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku dan Dinas Pendidikan Kota Ambon juga akan menerapkan dalam sistem pendidikan di daerah ini. FDS akan diberlakukan bagi siswa dijenjang pendidikan SD, SMP dan SMA/SMK sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku M Saleh Thio mengatakan, pihaknya bersama kepala SMA/SMK dan komite sekolah sudah melakukan evaluasi dan telah mengambil kesepakatan untuk melaksanakan keputusan itu dengan penuh tanggungjawab. “Kita akan menerapkan proses belajar mengajar akan dimulai pada pukul 07.30 WIT dan berakhir pukul 16.00 WIT. Dengan demikian, proses belajar mengajar akan berlangsung selama 8 jam sehari selama 5 hari. Jadi seminggu ada 40 jam belajar,” kata Thio kepada wartawan diruang kerjanya, kemarin.

Untuk tingkat SMA/SMK sederajat, kata dia, memang masih terkendala soal shift sekolah. Karena saat ini masihg ada 15 sekolah SMA/SMK yang menjalani proses belajar mengajar pagi dan siang hari. “Untuk tahun ajaran 2017-2018, kita belum bisa menjalankan peraturan Mendikbud. Nanti di tahun depan baru  dilaksanakan. Kami akan menyurati Kemendikbud RI terkait dengan kendala yang terjadi di Maluku,” ujarnya.

Selain itu, Ketua PGRI Maluku ini menegaskan, para guru diminta supaya patuhi aturan. Tidak ada lagi yang mengajar dobol shift hingga bisa fokus dengan kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Di lain sisi, kebijakan Mendikbud untuk menerapkan FDS ternyata belum dilaksanakan semua sekolah di Kota Ambon.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Beny Kainama mengatakan, tidak semua sekolah tingkat SD dan SMP yang dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan keputusan Mendikbud RI. “Itu kebijakan menteri. Namun kita tidak dapat memaksakan sekolah untuk melaksanakan FDS,” tandasnya.

Kebijakan Mendikbud baru digulirkan kepada sekolah-sekolah di Kota Ambon. “Untuk merealisasikan program tersebut, kita harus melihat kesiapan sekolah, terutama dari sisi sarana prasarana yang harus memadai hingga memberi kenyamanan untuk para siswa yang akan menjalani waktu mereka seharian di sekolah,’’ ‘paparnya.

Dia mengaku, di Kota Ambon banyak sekolah yang melakukan aktivitas belajar mengajar dua shift yakni pagi dan siang sehingga kesulitan untuk melaksanakan FDS. “Kami kesulitan untuk mengatur sekolah-sekolah dalam melaksanakan FDS,”akuinya.

Di Kota Ambon hanya sekolah swasta yang telah melaksanakan FDS yakni SMP Kalam Kudus, SMP Lentera dan SMP Xaverius yang fokus melaksanakan hal tersebut.

Penerapan FDS yang harus dijalankan serentak Juni mendatang mendapatkan reaksi beragam orang tua. Wahyu, ibu dari dua orang anak ini mengatakan, dirinya mendukung FDS yang akan diterapkan ditingkat SMA. “Diharapkan anak saya yang bersekolah di salah satu SMA di Kota Ambon dapat di didik menjadi pribadi yang berpikir dewasa dan berkarakter seorang pemimpin serta berpikiran luas sehingga apa yang diimpikan anak saya dapat tercapai. Dan untuk makanan, saya mengantarnya langsung kesekolah agar terjaga kesehatannya,” ucap Wahyu saat ditemui oleh Ambon Ekspres di salah satu SMA di Kota Ambon.

Ditempat yang sama, Parini mengatakan, penerapan FDS di Kota Ambon sangatlah tidak pas. Dikarenakan, masih banyak siswa ingin bersosialisasi dengan teman sekolahnya atau dengan teman lingkungan rumahnya. “Penerapan FDS dapat ditinjau ulang oleh pemerintah pusat khususnya Kemendikbud RI untuk wilayah Indonesia bagian timur,” sarannya.(PRO1/PRO2/M6)

Most Popular

To Top