Vanath dan Kim Fui Mangkir – Ambon Ekspres
Berita Utama

Vanath dan Kim Fui Mangkir

Ilustrasi/Net

Tim Kejagung Periksa 13 Saksi Dugaan Suap

AMEKS ONLINE, AMBON.––Tim pengawas dari Kejaksaan Agung RI mulai menyelidiki laporan
dugaan suap atau gratifikasi di Kejati Maluku. Sejumlah pihak baik internal maupun eksternal kejaksaan mulai diperiksa.

Diantara sejumlah saksi yang dipanggil, ada mantan Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Abdulah Vanath bersama Direktur PT Beringin Dua, Andrias Intan alias Kim Fui. Namun keduanya mangkir dari panggilan tim Kejagung RI.

Setidaknya, Vanath dan Kim Fui rencananya dipanggil kemarin. Namun, keduanya tidak hadir tanpa alasan. Padahal, tim pemeriksa yang diketuai Helmi Dasilva sangat membutuhkan keterangan mereka terkait dugaan suap atau gratifikasi dana senilai Rp 2 miliar yang terdeteksi di mesin detektor Bandara Patimura Ambon yang diduga diterima Ledrik Takandengan selaku Kasi Penyidikan (Kasidik) Kejati Maluku.

Helmi Dasilva kepada wartawan di Kantor Kejati Maluku, Rabu (14/6) mengakui ketidak hadiran suami dari anggota Komisi III DPR RI, Rohani Vanath dan juga Andrias Intan Alias Kim Fui. “Ya, agendanya hari ini (kemarin) mereka dipanggil. Namun tidak hadir. Dan kami yakin, para pihak yang telah kami panggil ini akan menghadiri panggilan kami,” ucap Dasilva.

Dia menjelaskan, pemeriksaan ini terkait dugaan suap atau gratikasi dana senilai Rp 2 miliar yang terdeteksi di Bandara Pattimura Ambon. Juga ada Rp 3 miliar yang diduga diterima terduga telapor Ledrik Takandengan alias Ledrik ini dari penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Tawiri oleh Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IX yang ditangani Kejari Ambon namun diambil ahli Kejati Maluku. ‘’Jadi pemeriksaan ini sfatnya internal kejaksaan saja. Dan untuk diketahui bahwa sudah ada 13 orang yang diperiksa terkait laporan tersebut.

Pemeriksana ini bertujuan untuk melihat serta mengetahui apakah laporan ini betul ataukah salah,” jelasnya.
Menyinggung soal apakah, materi pemeriksaan yang diduga dana suap ini bertujuan untuk promosi jabatan Mantan Kejati Maluku, Jan Samuel Maringka yang kini telah menjabat Kajati Sulawesi Selatan, pihaknya membantah hal tersebut.  “Kami akan mengarah kesana dan setelah saya kumpulkan semua baru bisa saya simpulkan permasalahannya seperti apa,” tandasnya.

Diwaktu yang sama, Kepala Kejati Maluku, Manumpak Pane mengaku adanya pemeriksaan internal dari tim Kejagung RI. Menurutnya, dalam proses pemeriksaan ini ada sejumlah nama atau pejabat dilingkup Kejati Maluku yang diperiksa oleh tim kejagung. “Ya benar, di internal kami ada yang diperiksa terkait indikasi laporan tersebut.

Mereka yang diperiksa adalah Aspidsus Kejati Maluku, Victor Saut Tampubolon, Kajari Ambon Roberth Ilat, KTU Kejati Maluku, staf Pidsus Kejati Maluku serta tim Penuntut Umum, termasuk Kasidik Kejati Maluku, Ledrik Takandengan,” kata dia kepada wartawan.

Sementara itu informasi yang berhasil dihimpun koran ini, Morits Latumeten selaku penasehat hukum Direktur CV Harves, Hence Abraham Toisuta juga akan diperiksa, Kamis,(15/6) hari ini. Morits diduga mengetahui dugaan praktek nakal Ledrik Takandengan saat pernah bernyanyi didepan media bahwa ada indikasi dugaan suap dana senilai Rp 5,4 miliar saat menangani penyidikan perkara korupsi dana pengadaan atau pembelian lahan dan gedung kantor cabang PT Bank Maluku dan Malut di Surabaya tahun 2014 senilai Rp 54 miliar dari pemilik lahan yang berada di Jalan Darmo Nomor. 51 Surabaya, Jawa Timur, Teguh KInarto.
“Panggilan untuk Morits Latumeten telah dilayangkan kepadanya. Dan agendanya dia akan diperiksa secerah internal oleh tim pemeriksa Bidang Pengawas Kejagung RI pada Kamis besok (hari ini),” kata sumber internal di Kejati Maluku, Rabu (14/6).

Sementara itu, Kasi Penyidikan Kejati Maluku, Ledrik Takandengan selaku pihak terduga terlapor dalam kasus ini mengakui, sebagai Kasidik Kejati Maluku tetap ada resiko jabatan dalam bertugas. “Jadi jabatan Kasidik ini adalah jabatan yang sangat seksi. Jabatan yang menarik perhatian publik dan menjadi sorotan publik. Apalagi kemarin kita baru melewati masa politik dimana perkara-perkara ketika kita ambil tentunya pasti ada kepentingannya. Namun tentu satu yang saya mau sampaikan bahwa kebenaran itu bisa disalahkan tetapi kebenaran tidak bisa dikalahkan,” akui Ledrik.

Oleh karena itu, dia menegaskan siap diperiksa tim dari Kejagung RI atas dugaan laporan terhadap pihaknya.  “Saya kira pihak-pihak sudah bisa memberikan keterangan. Dan selaku bawahan saya siap kapan saja diperiksa. Saya tidak bisa mengandai-ngadai dan bila terbukti maka saya siap untuk dihukum dan bila tidak terbukti maka saya memulihkan nama baik saya.  Manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan bila terbukti laporanya tidak benar. Saya akan mengampuni pihak yang melaporkan saya,” tandas Ledrik.

Diketahui tim kejagung diketuai Helmi DM Dasilva selaku Inspektur Muda pada Bidang Pengawasan Kejagung RI, dibantu Tatang Sutarna (Inspektur Muda Pidsus), Teguh Warjianto (Intel Jaksa Agung Muda Pengawasan) serta Purnama (Pemeriksa Pidsus Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan).(NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top