Ledrik Diperiksa, Vanath Mangkir – Ambon Ekspres
Berita Utama

Ledrik Diperiksa, Vanath Mangkir

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.––Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Maluku, Ledrik Takandengan resmi diperiksa tim pemeriksa internal Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Ledrik diperiksa dalam kapasitas sebagai terlapor atas dugaan suap atau gratifikasi dana senilai Rp 2 miliar yang terdeteksi di detektor Bandara Patimura Ambon.

Informasi Ambon Ekspres, Ledrik diperiksa langsung Tatang Sutarna yang juga Inspektur Muda Pidsus dan Intel Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung RI. Dia diperiksa sekira pukul 08.00 WIT dan berakhir pukul 10.00 WIT. Selama dua jam Ledrik dicecar soal indikasi suap tersebut.

Selain Ledrik, mantan Bupati Kabupaten SBT, Abdulah Vanath juga diagendakan untuk diperiksa. Namun, hingga tim Kejagung RI kembali ke Jakarta siang harinya (kemarin), Vanath tidak hadir tanpa memberikan alasan alias mangkir.

Sementara itu, Direktur PT Beringin Dua, Andreas Intan alias Kim Fui sempat menghadiri panggilan tim pemeriksa. Namun kedatangannya itu tidak tepat waktu karena tim kejagung itu telah kembali ke Jakarta. “Selaku warga negara, kami sangat menghargai panggilan mereka (tim Kejagung RI). Namun, prosesnya kita tidak ketemu. Selain itu mau kami sampaikan bahwa kami tidak tahu atau terlibat dalam indikasi sebagaimana termuat dalam laporan tersebut,” kata kuasa hukum Kim Fui, Edison Sarmanela kepada wartawan di Kantor Kejati Maluku, Kamis (15/6).

Tim pemeirksa dari Kejagung RI juga melakukan pemeriksaan terhadap Morits Latumeten yang adalah penasehat hukum dari Direktur CV Harves, Hence Abraham Toisuta. Morits diketahui diperiksa terkait laporannya yang disampaikan ke kejagung soal indikasi suap dan senilai Rp 5,4 miliar yang diterima terduga terlapor, Ledrik Takandengan dari Teguh Kinarto selaku pemilik lahan dan gedung di Jalan Darmo Nomor 51 Surabaya, Jawa Timur.

Dugaan suap ini diduga bertujuan agar Teguh Kinarto tidak dijadikan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana pengadaan atau pembelian lahan dan gedung kantor Cabang PT Bank Maluku dan Malut di Surabaya. “Ya, saya sudah di periksa tim pemeriksa internal dari kejagung. Yang jelas saya diperiksa soal laporan saya. Dan soal materinya belum bisah saya sampaikan,” kata Morits kepada Ambon Ekspres saat diwawancarai.

Diberitakan sebelumnya, ketua tim Kejagung RI, Helmi Dasilva mengakui, dalam proses pemeriksaan atas kasus dugaan suap atau gratifikasi dana senilai Rp 2 miliar yang terdeteksi di Bandara Patimura Ambon dan juga dana senilai Rp 3 miliar yang diduga diterima Ledrik Takandengan dari penganan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Tawiri oleh Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IX yang ditangani Kejari Ambon namun diambil ahli Kejati Maluku. “Jadi pemeriksaan ini sfatnya internal kejaksaan saja. Dan untuk diketahui bahwa sudah ada 13 orang yang diperiksa terkait laporan tersebut. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat serat mengetahui apakah laporan ini betul ataukah salah,” jelasnya.

Menyinggung soal apakah materi pemeriksaan yang diduga dana suap ini bertujuan untuk promosi jabatan Mantan Kejati Maluku, Jan Samule Maringka, pihaknya membantah hal tersebut.  “Kami akan mengarah kesana dan setelah saya kumpulkan semua baru bisa saya simpulkan permasalahannya seperti apa,” tandasnya.

Diwaktu yang sama, Kajati Maluku, Manumpak Pane kepada wartawan mengaku adanya pemeriksaan itu. Menurutnya, dalam proses pemeriksaan ini ada sejumlah nama atau pejabat dilingkup Kejati Maluku yang diperiksa oleh tim dari Kejagung. “Ya benar, di internal kami ada yang diperiksa terkait indikasi laporan tersebut. Mereka yang diperiksa adalah Aspidsus Kejati Maluku, Victor Saut Tampubolon, Kajari Ambon, Roberth Ilat, KTU Kejati Maluku, staf Pidsus Kejati Maluku, serta tim penuntut umum, termasuk Ledrik Takandengan,” kata Pane.
(NEL)

Most Popular

To Top