Terseret Arus Banjir, 1 Warga Tewas – Ambon Ekspres
Berita Utama

Terseret Arus Banjir, 1 Warga Tewas

AMEKS ONLINE, NAMLEA.––Banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Waeapo, Waelata dan Lolong Guba pada Rabu (14/6) lalu menelan korban jiwa. Sahut, warga Waegeren ditemukan tewas Jumat (16/6) pukul 07.00 WIT akibat terbawa arus banjir di Sungai Waegeren, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru. Hal tersebut dibenarkan Wakapolres Buru, Kompol Irfan Reza.

Kepada Ambon Ekspres, Reza mengatakan, menurut pengakuan Kades Waegeren Kelik Santoso dan keluarga korban bahwa korban atas nama Sahut (60) merupakan warga Desa Waegeren, Kecamatan Lolong Guba. Dia dinyatakan hilang sejak peristiwa banjir melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Buru pada Rabu (14/6) lalu. Hal ini sudah dilaporkan kepada tim SAR dan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Waeapo.

Dikatakan, setelah mendapatkan laporan terkait adanya warga Desa Waegeren yang hilang, pihak kepolisian dan tim SAR serta BPBD Kabupaten Buru yang memang sudah berada di lokasi banjir langsung melakukan pencarian. Namun selama dua hari korban dinyatakan hilang. Jenazah korban baru ditemukan pada Jumat (16/6) pagi.

Menurut laporan yang diterimanya, korban ditemukan salah satu petani atas nama Salimin yang hendak melihat hewan ternaknya di tepi sungai Waegeren. Salimin terkejut saat melihat sosok manusia yang pucat dan penuh lumpur. Seketika Salimin langsung mengenali siapa yang dilihatnya tersebut dan langsung memberitahukan temuannya itu kepada keluarga korban dan masyarakat.

Setelah itu, korban langsung dievakuasi dan dibawah ke rumah keluarganya di Desa Waegeren, untuk kemudian di mandikan dan dimakamkan.

Dikatakan, sebelum kejadian tersebut, pada Rabu (14/6) sekira pukul 09.00 WIT, korban yang berprofesi sebagai petani itu keluar dari rumahnya dengan tujuan mencari kerbau miliknya untuk dievakuasi dari banjir yang melanda Sungai Waegeren. Setelah itu, keberadaan korban tidak diketahui dan keluarga langsung melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru, Hadi Zulkarnain mengatakan, dirinya juga sudah mendapatkan informasi ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia. Dikatakan, korban memang sudah dinyatakan hilang sejak banjir melanda kawasan itu, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, setelah mendapat laporan dari kepala desa setempat dan keluarga korban, pihaknya bersama tim SAR dan Polsek Waeapo langsung melakukan pencarian. Namun tidak mendapatkan hasil. Korban baru ditemukan dua hari kemudian dalam keadaan tewas. ’’Jadi setelah ditemukan, jenazah korban langsung dibawa pihak keluarga ke untuk dimandikan, dikafani dan langsung dimakamkan,’’ tandasnya.
(DHE)

Most Popular

To Top