Ledrik Harus Dicopot – Ambon Ekspres
Berita Utama

Ledrik Harus Dicopot

Ilustrasi/Net

Sariwatin: Bila Tidak Terbukti, Harus Lapor Balik

AMEKS ONLINE, AMBON.––Kasus dugaan suap kepada oknum jaksa di Kejati Maluku telah menyita perhatian publik. Bahkan tim pengawasan dari Kejagung RI diturunkan untuk menyelidiki kasus tersebut.

Suap atau gratifikasi diduga terima jaksa Ledrik Takandengan terkait penanganan kasus korupsi di Maluku. Informasi ini kemudian dilaporkan ke Kejagung RI. Jawaban atas indikasi ini hanya dapat dibuktikan oleh orang yang melapor kasus ini di Kejagung RI.

Sejarah dilingkup Kejati Maluku, baru ditemukan Ledrik yang menduduki jabatan Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Maluku yang belakangan terus disoroti.  Ini terkait dugaan ada uang suap Rp 2 miliar yang terdeteksi di Bandara Pattimura serta dugaan terima Rp 3 miliar dalam penanganan kasus pengadaan lahan.

Praktisi Hukum, Noke Patirajawane kepada Ambon Ekspres mengungkapkan, kejadian ini dapat berdampak buruk terhadap institusi Kejati Maluku di mata publik. Menurut dia, ada baiknya jabatan Ledrik diganti dengan orang lain. “Ini akan menjadi preseden buruk di mata masyarakat. Walaupun nantinya itu terbukti atau tidak. Tapi kepentingan Kejati Maluku dalam menjalankan supremasi hukum dapat berpengaruh. Oleh karena itu, baiknya, jabatan Ledrik Takandengan diganti dengan orang lain,” ucap Noke.

Dia menilai, terlalu banyak kasus-kasus korupsi di daerah ini yang tentunya sangat membutuhkan tangan penegak hukum yang bersih, efektif dan profesional dalam menuntaskan kasus-kasus tersebut. Tentu dengan tidak mengedepankan kepentingan pribadi dari suatu penganan perkara. “Korupsi meningkat, penegakan hukum juga harus yang pasti. Jangan biarkan orang-orang yang duduk di jabatan tersebut hanya mengedepankan kepentingan-kepentingan pribadi mereka. Kejati Maluku harus lebih tegas dan mengedepan kepetingan rakyat. Karena korupsi tentunya sangat berkaitan dengan uang rakyat yang diselewengkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tandas Noke.

Hal yang sama juga disuarakan oleh pemerhati anti korupsi, Jan Sariwatin. Dia menyatakan, Ledrik Takandengan baiknya dicopot dari jabatannya selaku Kasidik Kejati Maluku. “Itu jelas. Artinya, Kajati Maluku mempunyai kewenangan untuk menata birokrasi kerjanya dengan baik dengan tidak membuat masyarakat bertanya dengan isu-isu yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, bijaknya Kajati Maluku dapat mengambil langkah untuk mencopot jabatan Kasidik dari tangan Ledrik dengan digantikan oleh orang lain,” kata Sariwatin.

Selain itu, dia juga berharap agar kasus yang sementara dialami Ledrik ini dapat segera cepat dituntaskan dan transparan. Dan apabila itu terbukti harus ada efek jeranya. ‘’Sedangkan kalau tidak terbukti, maka kita harapkan Ledrik dapat melapor balik kasus ini. “Saya harap pak Ledrik dapat bertindak nantinya. Karena, kasus ini sudah tersebar luas dikalangan publik. Dan nama baik dari seorang Ledrik itu sudah dicemar. Dengan demikian, saya harapkan suatu saat kalau kasus ini tidak terbukti maka pak Ledrik sebagai terduga terlapor harus melapor balik kasus ini dengan cara melapor pihak pelapor,” tegas Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKIP) Maluku ini.

Sementara itu, ketua tim Inspektur 3 Janwas Kejagung RI, Herman Dasilva saat ditemui wartawan, Kamis (16/6) mengatakan, dirinya bersama tim Janwas Kejagung RI telah melakukan pengawasan kepada kinerja jaksa yang ada di Kejati Maluku dan jajarannya  dengan melakukan klarifikasi berupa pengawasan terkait dengan laporan pengaduan dan dugaan-dugaan suap yang diterima oleh pihak jaksa maupun  tindak lanjut dari setiap kasus-kasus korupsi yang ada di Maluku. “Kami ini kan tim pengawasan, Saya kebetulan di Inspektur 3 yang membidangi  wilayah Maluku. Ada perintah dari pimpinan (Jaksa Agung RI) untuk melakukan tugas klarifikasi yaitu berupa kegiatan pengawasan tahapan apabila ada laporan pengaduan. Kita akan menindaklanjuti dengan langkah pertama adalah melakukan klarifikasi yang mana sementara ini kami lakukan di Kejati Maluku.  Dan hasil akhir nanti, semua akan dilakukan setelah saya bersama dengan tim melakukan penyelesaian tugas ini dengan membuat kesimpulan. Kesimpulan kami seperti apa  tunggu hasilnya,” ucapnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi baik dari kalangan pejabat Kejati Maluku maupun  Kejari Ambon dan beberapa oknum pejabat dan kontraktor akan ditindak lanjuti dengan melakukan sebuah laporan telaah secara konprehensif. Dan hasilnya akan diserahkan langsung tim Inspektur Janwas Kejagung Ri kepada Jaksa Agung RI. “Kami sekarang telah menindaklanjuti dugaan suap pejabat Kejati Maluku dan Kejari Ambon  tersebut.

Jadi ada laporan yang masuk ke kejaksaan, kami akan melakukan tindak lanjut dengan melakukan kegiatan yang namanya klarifikasi.  Saya belum bisa berceritra banyak tentang hasilnya. Tunggu saja hasilnya yang secara konferhensif melihat secara keseluruhan baru saya  membuat telaah untuk dilaporkan kepada pimpinan Kejagung RI,” terangnya.

Sementara Andrias Intan melalui penasehat hukumnya, Edison Sairmanela menegaskan, sebagai warga negara yang baik, kedatangan Kim Fui ke kantor Kejati Maluku adalah untuk memenuhi penggilan dari Tim Janwas Kejagung RI untuk diperiksa, karena tak sempat hadir dalam pemeriksaan pada hari Rabu (14/6) kemarin karena kondisi klainya yang baru pulih dari sakitnya. “Wajib hukumnya sebagai warga negara yang baik klien saya bukan mangkir dari pemeriksaan Tim Janwas Kejagung RI tapi persolannya kemarin klien saya baru tiba dari Surabaya dan dalam kondisi sakit sehingga tak sempat untuk mengahadiri pemeriksaan,’’ terangnya.

Sedangkan terduga terlapor, Ledrik Takandengan menjelaskan, untuk membuktikan kebenaran terkait dengan kasus dugaan suap ini, pemeriksaan terhadap dirinya sebagai saksi telah selesai. Hasilnya masih dikaji tim Kejagung RI. “Pada prinsipnya, perbuatan tersebut karena menyangkut perbuatan yang bercela. Maka banyak pertanyaan yang diajukan tim Kejagung RI dan hal itu harus saya jawab dan diklarifikasi. Sebagai manusia biasa sudah tentunya dicari-cari kesalahanya dari orang lain dan sebagai pejabat publik ditempat saya memang harus siap dengan segala  konsukuensinya,” jelas Ledrik.(NEL)

Most Popular

To Top