Pembunuh ASN Pemkot Diciduk – Ambon Ekspres
Berita Utama

Pembunuh ASN Pemkot Diciduk

AKP Meity Jacobus

AMEKS ONLINE, AMBON.––Beberapa hari melarikan diri, polisi akhirnya menangkap dua pelaku yang terlibat pembunuhan Abel Ruben Matakena (41). Dua pelaku itu diketahui bernama Willem Maryo Timisela dan Erlon Gusthy Maruanaya.

Kedua pelaku ini ditangkap di kawasan Desa Passo, Kecamatan Baguala pada Jumat (16/6) sekitar pukul 01.00 WIT. “Setelah kejadian itu, kedua pelaku bersembunyi di Batu Gong. Setelah diketahui keberadaan langsung diamanakan. Kedua pelaku ditangkap  anggota Resmob Polda Maluku,” tandas juru bicara Polres Ambon Iptu Nikolas Frederick Anakotta, Sabtu (17/6).

Setelah diamankan, sekira pukul 19.15 WIT, kedua pelaku diserahkan ke Polsek Sirimau untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. “Kedua pelaku memang sudah diserahkan ke kita. Sudah dilakukan pemeriksaan dan ditetapkan tersangka. Kedua pelaku mengakui perbuatan mereka,” ujar Kapolsek Sirimau AKP Meity Jacobus.

Dia memastikan, walaupun sempat kedua tersangka diperiksa di Polsek Sirimau, namun kasus pembunuhan ditangani langsung Polres Ambon. “Kedua pelaku sudah kita limpahkan beserta alat bukti ke Polres Ambon beserta bukti untuk proses hukum lebih lanjut. Jadi detail soal kasus ini bisa ditanyakan langasung ke Polres Ambon,” tandas Meity.

Insiden menewaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Ambon ini terjadi pada Kamis (15/6) sekira pukul 02.00 WIT di kawasan Belakang Soya, Kecamatan Sirimau. Awalnya, korban yang bertugas di Dinas Kebersihan Kota Ambon ini bersama rekannya Mat mendatangi tempat tinggal Wati Rajawane (29) yang juga penyapu Jalan di Belakang Soya.

Wati saat dimintai keterangan sebagai saksi menjelaskan awalnya dia sementara tidur. Tiba-tiba korban rekannya mendatangi rumahnya. Mereka sudah dalam pengaruh miras. Kedatangan korban dan rekannya untuk menjenguk Wati yang sedang sakit.

Namun tanpa disadari, Mat mengambil 1 botol minuman keras tradisional jenis sopi dari dalam baju . Setelah itu korban dan Mat sempat minum sopi setengah botol. Beberapa saat di rumah Wati, keduanya kemudian pamit pulang. Beberapa saat kemudian Wati didatangi pihak kepolisian diberitahukan kalau korban telah meninggal dunia. “Tidak lama kemudian korban dan teman pergi. Saya tidak tahu kejadian selanjutnya,” kata Wati saat dimintai ketarangan pihak kepolisian.

Sedangkan Mat (30) yang bermukim Mardika tepatnya di Belakang Kantor Bank Mandiri menjelaskan, setelah dari rumah Wati, dia dan korban  bertemu William Timisella (keponakan Wati Rajawane) yang sementara duduk bersama dua orang rekannya.

Kemudian keduanya mampir dan mengkonsumsi miras bersama dengan William dan dua rekannya itu. Tidak puas, korban memberi uang untuk membeli sopi lagi. Setelah dihabiskan lagi, Mat kemudian menyampaikan  kepada korban untuk pulang. Keduanya kemudian menuju sepeda motor.

Namun korban saat tiba di depan sepeda motor, sempat mencari kunci motornya tetapi tidak ditemukan. Korban langsung menuduh William dan rekan-rekannya telah mengambil kunci motornya miliknya. Akibatnya terjadi pertengkaran mulut antara korban dan William. Saat itu Mat langsung segera melerai. “Dia (korban) tetap ngotot bahwa  William dan 2 orang rekannya yang ambil kunci motor. Karena emosinya William langsung memukul korban dengan pilar pagar beton sebanyak 2 kali tepat mengenah kepala bagian atas telinga sebelah kiri sehingga korban langsung terjatuh,” jelas Mat.

Melihat hal tersebut, Mat langsung menyelamatkan diri. Sementara para pelaku yang melihat korban  tersungkur kemudian melarikan diri.

Setelah kejadian itu, sekira pukul 02.30 WIT anggota Resmob Polda Maluku serta anggota SPKT Polres Ambon mendatangi lokasi kejadian. Mereka kemudian membawa korban ke RS Bhayangkara Polda Maluku guna mendapat tindakan medis. “Namun saat tiba di RS Bhayangkara, tim medis menyampaikan bahwa korban telah meninggal dunia. Korban meninggal akibat hantaman bendah keras dibagian kepala,” tutur juru bicara Polres Ambon, Iptu Nikolas Frederick Anakotta.(ERM)

Click to comment

Most Popular

To Top