RL Dinilai Pantas Dampingi Assagaff – Ambon Ekspres
Berita Utama

RL Dinilai Pantas Dampingi Assagaff

AMEKS ONLINE, AMBON.—Nama Richard Louhenapessy kembali jadi perbincangan. Bukan karena jabatan walikotanya, tapi mengenai kepentasan dia sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi Said Assagaff pada Pilgub Maluku 2018. Pengurus DPD Partai Golkar Maluku Bidang Pemenang Pemilu (PP) Wilayah Kota Ambon, Domingus Ayal mengatakan, kewenangan penentuan bakal calon wakil gubernur di tangan Assagaff, petahana bakal calon gubernur. Tetapi sebagai kader, menurut dia, Richard merupakan figur yang tepat.

Ayal bersandar pada sejumlah alasan. Diantaranya, paket pasangan Golkar terbukti telah memenangkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2013, yakni Said Assagaff-Zeth Sahuburua. Gubernur dan wakil gubernur yang masih menjaabat ini merupakan kader Golkar.

Pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2013, Assagaff-Sahuburua bertarung dengan empat pasangan kandidat lainnya, yakni Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa, Herman Koedeoboen-Daud Sangadji, Abdullah Vanath-Marthin Jonas Maspaitella dan Jacobus Puttileihalat-Arifin Tapi Oyihoe. Kala itu, pasangan yang diusung oleh Golkar, PPP, PAN dan PKS, itu memperoleh 389.884 suara (50,4 persen) dan Vanath-Maspaitella, lawan mereka pada putaran kedua memperoleh 383.705 suara (49,6 persen) dari total 773.589 suara sah.

‘’Dan itu merupakan sejarah baik bagi partai Golkar di Maluku. Mengapa pada Pilgub kali ini tidak bisa ? Kita punya kader. Pak Bip (Said Assagaff) calon gubernur, dan menurut saya, yang pantas mendampingi beliau adalah pak Richard Louhenapessy,” kata Ayal kepada wartawan, Sabtu (17/6).

Selain itu, lanjut Ayal, jika berpasangan, Assagaff dan Louhenapessy punya peluang besar untuk menang. Dari indikator politik, partai Golkar memiliki basis di tiga daerah yang tak diragukan lagi, yakni Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Timur dan Kabupaten Buru.

Lumbung suara ini ditunjang dengan kefiguran Assagaff dan Louhenapessy. Assagaff selaku petahana yang tentu telah memiliki modal politik, sosial maupun finansial.

Sedangkan Louhenapessy, ungkap Ayal, telah dikenal oleh masyarakat Maluku sebelum dia menjabat walikota pertama dan kedua saat ini. Ini karena sebelum terjun ke eksekutif, Louhenapessy telah menjabat ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku. “Jadi, saya kira, dua kader Golkar ini sangat berpeluang menang jika mereka pasangan nanti. Pemerintahan pak Bip baik. Begitu juga pak Ris (Richard Louhenapessy),” jelas dia.

Dia menambahkan, pilihan terhadap Richard juga merupakan ikhtiar melawan para kandidat penantang yang memiliki cukup kekuatan. Misalnya, Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath, Murad Ismail, Barnabas Orno maupun Tagop Soulisa.

“Apalagi, para penantang ini cukup kuat. Ini yang harus dipikirkan dengan baik. Dan menurut saya, pak Richard adalah pilihan tepat mengimbangi kekuatan mereka,” kata dia.

Seperti diketahui, hingga kemarin, Assagaff belum menentukan bakal calon wakilnya. Ini karena survei masih terus dilakukan. Ketua DPD Partai Golkar provinsi Maluku itu berencana menentukan balon wagub pada November.
Meski begitu, sejumlah nama disebut-sebut sedang merayu agar dipilih Assagaff. Dua diantaranya, politisi PDI Perjuangan yang juga ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae dan Bupati Maluku Tenggara dua peridoe, Anderias Rentanubun.

Bahkan, atribut berupa spanduk dan stiker telah beredar di tempat umum dengan gambar Assagaff dan Edwin dan Assagaff-Rentanubun. Bahkan, Assagaff sendiri menyebut Rentabun merupakan satu diantara dua nama yang berpeluang dia gandeng.

“Pak Bupati untuk calon wakil Gubernur Maluku dan yang satunya lagi tidak etis saya sebut, karena tidak hadir disini. Karena itu saya minta pak Bupati Andre ikut mendaftar di PDI Perjuangan,” ucap Assagaff saat menjadi keynote speaker dalam acara Workshop Pengelolaan Dana Desa bagi Kepala Ohoi se-Kabupaten Malra di Langgur, Jumat (16/6).

Di sisi lain, sebagian kader Golkar menilai Edwin yang cocok berapasangan dengan Assagaff. Mereka juga optimis, jika kedua figur ini berpasangan, sudah pasti menang.

Ayal menghargai pendapat tersebut. Tetapi ia mengingatkan, bahwa banyak kubu di dalam tubuh PDI Perjuangan Maluku. Sehingga belum tentu Edwin akan disukai oleh semua pihak. “Dalam situasi seperti ini, apakah Golkar mau ambil Edwin ?” tanyanya.

Ayal memastikan, akan memperjuangan usulannya ini dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar dalam waktu dekat. ”Saya pastikan akan memperjuangan ini dalam Rakerda. Ini menyangkut wibawa Golkar,” pungkas dia.

1000 TANDA TANGAN
Sementara itu, dukungan kepada Said Assagaff untuk melanjutkan kepemimpinan terus mengalir. Dukungan ini disampaikan dalam bentuk tanda tangan pada spanduk yang dimotori Relawan Assagaff,  Sabtu (17/6).

Koordinator Relawan Assagaff, Bimbi Tuanakotta mengatakan, dukungan tanda tangan ini dilakukan, karena Assagaff dinilai telah berhail memimpin Kota Ambon. Visi dan misi Maluku yang rukun dan toleran sudah terealisasi.  “Karena itu, perlu dilanjutkan oleh pak Assagaff. Kita sudah merasakan dampaknya secara langsung,” kata Bimbi.

Sedangkan dari aspek pembangunan dan kesejahteraan, menurut dia, juga telah dicapai Assagaff meski masih perlu ditingkatkan. Olenya itu, Relawan Assagaff akan mengumpulkan tanda tangan warga mencapai jumlah yang ditargetkan. “Dalam waktu dekat, kita juga akan bikin aksi 1000 tanda tangan di kabupaten dan kota lainnya di Maluku,” pungkasnya.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!