Jodoh Assagaff di Tangan Novanto – Ambon Ekspres
Politik

Jodoh Assagaff di Tangan Novanto

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.––Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar 11 kabupaten/kota di Maluku akhirnya menyepakati Said Assagaff sebagai bakal calon tunggal Gubernur Maluku. Namun, bakal calon wakil gubernur yang akan berpasangan dengan Assagaff akan ditentukan langsung oleh ketua umum Golkar, Setya Novanto.

Keputusan masih belum final ini lahir dari Rapat Koordinasi (Rakor) DPD Golkar Maluku dan DPD II seluruh Maluku di sekretariat DPD Golkar Maluku, Karang Panjang, Rabu (21/6). Dihadiri ketua dan sekretaris DPD Said Assagaff dan Roland Tahapary, mantan ketua DPD Zeth Sauburua, pengurus DPD, ketua dan sekretaris DPD 9 kabupaten/kota.  “Hari ini (kemarin) seluruh DPD II telah membuat rekomendasi kepada saya. Itu berarti tidak ada buka lagi pendaftaran. Nanti disahkan dalam Rapimda (Rapat Pimpinan Daerah),” kata Assagaff kepada wartawan usai rakor.

Terkait bakal calon wakil gubernur yang akan berpasangan dengannya, Assagaff belum terbuka. Dia hanya menjelaskan, DPP dan ketua umum partai Golkar Setya Novanto yang menentukan. Termasuk dengan kader dari PDI Perjuangan. “Terakhir mesti DPP juga yang putus. Saya kan DPD, di atas saya ada ketua umum Partai Golkar. Pasti  terakhir mereka akan memberikan pertimbangan. Golkar-PDIP sah, Golkar-Golkar juga sah. Semua sah-sah saja,” ujarnya.

Dia menambahkan, penentuan bakal calon wakil gubernur juga berdasarkan hasil survei. “Saya gandeng tiga lembaga untuk survei. Saya terbuka saja. Karena jabatan punya Tuhan. Mau sembunyi buat apa,” tukas dia. Assagaff tidak menyebut lembaga -lembaga survei tersebut.

Sementara itu, Sahuburua belum menanggapi serius dorongan dari sebagian kader Golkar yang juga hadir pada Rakor tersebut agar kepemimpinan SETIA (Said Assagaff-Zeth Sahuburua) dilanjutkan. Kepastian tidak atau kembali maju mendampingi Assagaff akan ditentukannya setelah membaca situasi politik ke depan.  “Kalau itu (calon wakil gubernur) sangat tergantung situasi. Saya belum bisa memberikan keterangan. Kita lihat saja nanti,” ungkap politisi senior Golkar Maluku itu.

Seperti diketahui, Golkar mengusung Said Assagaff dan Zeth Sahuburua, dua kader Golkar itu sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Assagaff dan Sahuburua akhirnya menang, setelah mengalahkan pasangan Abdullah Vanath-Marthin Jonas Maspaitella pada putaran kedua.

Keputusan DPD Partai Golkar tersebut dalam rapat pleno belum lama. Sejumlah pertimbangan mendasari, yakni karena Golkar sudah pasti mengusung Said Assagaff. Olehnya itu, Golkar mengunci peluang bagi kandidat bakal calon gubernur lainnya.

Selain itu, survei menunjukkan bahwa Assagaff, bakal calon gubernur petahana itu masih kuat. Selain itu, juga merupakan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang menyebutkan, bahwa sebanyak 17 provinsi yang menyelenggarakan Pilkada 2017, rekomendasi diberikan kepada petahana, termasuk Said Assagaff.

Mekanisme ini juga tidak bertentangan dengan Petunjuk Pelaksana (Juklak) Nomor 06 Tahun 2016 tentang penetapan pasangan calon gubernur, bupati dan walikota. Selama kriteria kader partai, memiliki survei tertinggi dan demi kepentingan partai ke depan dipenuhi. Hari ini keputusan tersebut dikonsultasikan dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Namun, Assagaff justru membangun komunikasi serius PDIP dengan sasaran bisa menggandeng kader partai dengan julukan wong cilik sebagai calon wakil gubernur. Dan, Edwin Adrian Huwae adalah satu kader PDIP yang dilirik Assagaff.

Namun, sejumlah kader Golkar menilai, justru peluang kalah cukup besar jika Assagaff menggandeng Edwin. Di sisi lain, mereka mendorong Walikota Ambon, Richard Louhenalessy untuk mendampingi Assagaff.

Sementara itu, PDIP masih melaksanakan mekanisme internal untuk menyaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, dari 13 orang yang berproses. Saat ini sudah sampai pada tahapan sosialisasi. PDIP akan merujuk pada hasil survei untuk menentukan rekomendasi.

Assagaff menyerahkan kepada PDIP untuk menentukan. “Saya serahkan kepada PDIP. Karena saat saya menjadi Wakil Gubernur Maluku periode lalu hingga menjadi Gubernur Maluku, itu dengan bendera PDIP. Dan saya ingin membalas jasa. Jadi bisa tidak kalau saya mau kali ini dengan pasangan PDIP ? Itu normatif. Jika tidak mau kasih kepada saya, maka apa boleh buat,” kata Assagaff kepada wartawan usai mendaftar di sekretariat DPW Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Maluku, Selasa (20/6).(TAB)

Most Popular

To Top