Ritual Dibalik Evakuasi Kapal Kandas – Ambon Ekspres
Berita Utama

Ritual Dibalik Evakuasi Kapal Kandas

EVAKUASI : Proses evakuasi KM Kutai Raya Dua yang kandas di Pulau Buru. Evakuasi menggunakan tugboat dan alat berat (bulldozer), Rabu (21/6)

AMEKS ONLINE, NAMLEA.––Sempat kandas selama kurang lebih satu pekan, KM Kutai Raya Dua yang hendak memuat kayu logs milik Fery Tanaya akhirnya berhasil dievakuasi. Kapal kandas itu ditarik dengan bantuan dua unit kapal tonda (tukboat) dan dua 3 unit buldoser. Ada ritual menarik dari upaya evakuasi itu. Demikian disampaikan Kepala UPP Klas II Namlea, Muhamad Ali kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Rabu (21/6).

Dijelaskan, proses evakuasi berlangsung selama tiga hari. Mengingat cuaca di lokasi kandasnya KM Kutai Raya Dua sangat ekstrim. ‘’Jadi proses evakuasi dilakukan dengan perhitungan cuaca,’’ terang dia.

Lebih lanjut dijelaskan, awal mula proses evakuasi yakni evakuasi pada Senin (19/6), pihak UPP Klas II Namlea (Syahbandar) melakukan koordinasi dengan Tersus Nusa Fatma untuk menyewa kapal tonda Super 11. Kemudian kapal TB Super 11 itu diarahkan menuju lokasi kandasnya KM Kutai Raya Dua.

Kemudian dibantu alat berat/bulduser milik perusahan kayu di Desa Namlea Ilath. Proses evakuasi mulai dilakukan. Namun belum juga berhasil. Proses kemudian dihentikan sambil mencari satu unit kapal tonda lagu untuk membantu menarik KM Kutai Raya Dua.

Dua hari dilakukan evakuasi selalu gagal. Kapal hanya bergerak kurang lebih 4 meter di arah haluan kapal. Proses evakuasi kemudian dihentikan. Ini mengingat cuaca tidak memungkinkan sambil terus berkoordinasi untuk meminjam kapal tonda TB Osco yang sementara melakukan pengerukan di Laut Namlea.

Namun ada sedikit fenomena mistik pada hari kedua proses evakuasi tersebut. Ali menuturkan, menurut warga Desa Namlea Ilath, Kecamatan Batabual, ada salah satu warga mereka memiliki anak yang berwujud makhluk laut (gurita). Atas permintaan warga desa setempat, ritual pemanggilan anak gurita laut dilakukan. Ritual menggunakan siri, pinang, tembakau dan kelapa yang ditata pada piring sesajen.

Sesajen itu kemudian dibawa oleh ayah dari Gurita Laut itu dan disaksikan oleh ibu dan keluarga Gurita Laut. Spontan saja, suasa laut menjadi sangat bergelombang dan kabut tebal yang dibarengi dengan hujan deras mulai menerpa lokasi. Usai prosesi ritual itu, keluarga dari Gurita Laut itu kembali ke rumah dan pada pukul 23.00 WIT Gurita Laut muncul di permukaan dengan meminta pakaian.

‘’Setelah diberikan, percaya tidak percaya, Gurita itu menghampiri KM Kutai Raya Dua dan spontan terjadi gelombang besar di arah kiri kapal dan kapalpun bergerak ke arah kiri sejauh 30 meter. Pergerakan kapal itu memudahkan proses evakuasi di hari ketiga. Tidak menunggu lama, pada Rabu (21/6) sekira pukul 06.30 WIT kapal sudah tidak kandas lagi,’’ jelas Ali.

Lebih lanjut dikatakan, kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi baik. Namun mengingat dan untuk memastikan tingkat keamanan, perlu diadakan pemeriksaan kembali sehingga kapal tersebut ditunda menuju Pelabuhan Namlea untuk dicek keseluruhan kondisi kapal.

Disinggung soal tidak dilibatkannya pihak kepolisian dalam kasus kandasnya KM Kutai Raya Dua ini, Ali mengatakan ini merupakan wewenang penuh UPP Klas II Namlea yang merupakan perpanjangan tangan dari Dirjen Perhubungan Laut sebagaimana diatur dalam UU Nomor 17 tahun 2008 tentang {elayaran secara Nasional dan Solas yang diatur dalam IMO secara Internasional. ‘’Jadi tidak ada kewenangan dari pihak manapun karena tidak ada TI dengan kriminal di situ,’’ pungkas dia.(DHE)

Most Popular

To Top