Warga Hunuth-Waiheru Baku Hantam – Ambon Ekspres
Berita Utama

Warga Hunuth-Waiheru Baku Hantam

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Dua kelompok warga di Kecamatan Teluk Ambon terlibat bentrok, Rabu (21/6). Baku hantam ini melibatkan warga Desa Hunuth dengan Desa Waiheru Kompleks Cokro. Tiga orang luka-luka akibat saling serang menggunakan batu itu.

Informasi Ambon Ekspres di Mapolres Ambon, insiden tersebut terjadi Kamis (21/6) sekira pukul 01.30 WIT. Bentrokan terjadi di kawasan Durian Patah (Desa Hunuth) tepat di atas jembatan perbatasan kedua desa. “Kejadian ini dipicu penganiyaan terhadap warga Hunuth yang bernama Taufik Isnandi dan dua orang saudara perempuannya Mala dan Fitri,” tutur juru bicara Polres Ambon Iptu Nikolas Frederick Anakotta membenarkan kejadian tersebut, kemarin.

Saling serang kedua kelompok warga ini, kata dia, dapat dibubarkan setelah anggota Polsek Teluk Ambon, Polsek Baguala beserta satu  regu TNI tiba di TKP dan membubarkan kedua kelompok warga tersebut. “Sekitar jam  01.50  WIT dibubarkan,” katanya.

Dikatakan, berdasarkan keterangan Taufik Isnandi (26), terungkap bahwa awalnya dia bersama dua saudaranya berboncengan dengan motor dari kawasan Kate-Kate menuju Waiheru. Mereka hendak membeli nasi goreng.

Namun, ditempat jualan sudah habis terjual. Dalam perjalanan pulang, saat sampai di sekitaran kompleks Cokro, ada pengendara yang tidak diketahui (OTK) berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Kawasaki warna hijau berpapasan dengan korban.

Karena pengendara Kawasaki terlalu rapat, Taufik menegur. Namun teguran itu ditanggapi dengan tantangan.
Setiba di depan pangkalan ojek pertigaan Hunuth, korban dihadang pengendara Kawasaki dan serentak ada beberapa pemuda dari arah pangkalan ojek serta warga sekitar langsung menganiaya korban beserta Mala dan Fitri. Mereka dianiaya dengan batu dan kepalan tangan. ‘’Beruntung korban berhasil melarikan diri. Ketiganya mengalami luka-luka akibat penganiayaan tersebut,” kata Anakotta.

Beberapa saat setelah Taufik dan saudaranya melarikan diri, pemudah Waiheru Kawasan Cokro kembali melakukan pelemparan rumah milik warga Desa Hunuth. Warga Hunuth yang tidak terima langsung membalas melempari sehingga terjadi kosentarasi massa kedua belah pihak. “Kejadian saling lempar batu antara kedua kelompok di karenakan kompleks Cokro dan Hunuth mempunyai riwayat konflik yang sudah berulang kali. Belum ada pelaku yang diamankan terkait kejadian ini. Anggota sementara melakukan penyelidikan,” tandasnya.

Akibat kejadian itu, korban luka yakni Taufik Isnandi mengalami bengkak pada pipi sebelah kiri, Mala Tidore mengalami bengkak di lengan kiri serta Fitri Tidore mengalami luka memar pada siku kiri. Sedangkan kerugian meterial diantaranya mobil dumtruck serta sejumlah rumah milik warga Hunuth.(ERM)

Most Popular

To Top