Sholat Ied Dipusatkan di Masjid Raya Al-Fatah – Ambon Ekspres
Berita Utama

Sholat Ied Dipusatkan di Masjid Raya Al-Fatah

Ustadz Arsal Tuasikal

AMEKS ONLINE, AMBON.––Sholat Idul Fitri (Ied) di Kota Ambon akan dipusatkan di Masjid Raya Al-Fatah. Penetapan waktu hari raya akan ditetapkan lewat sidang Isbath. Namun sesuai kalender nasional, Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah jatuh pada Minggu (25/6).

Sekretaris Komisi Dakwah MUI Maluku, Ustadz Arsal Risal  Tuasikal mengatakan, perbedaan waktu Hari Raya Idul Fitri tidak akan menjadi soal karena harus ditetapkan melalui sidang Isbath. “Hari Raya Idul Fitri seperti biasa. Jumat besok (hari ini), kita masuk puasa 28 hari dan Sabtu besoknya itu 29 hari puasa. Apakah hari Minggu itu lebaran (Idul Fitri) atau akan digenapkan puasa kita 30 hari semuanya tergantung hasil sidang Isbath oleh Kementerian Agama RI yang melakukan pemantauan Hilal (bulan),” terang Ustadz Arsal, Kamis (22/6).

Diakuinya, ada beberapa organisasi yang sudah menetapkan untuk merayakan Idul Fitri pada Minggu (25/6). Hal itu, kata dia, tidak menjadi masalah sekalipun ada perbedaan. “Awal Ramadhan kemarin kan hilal sudah delapan derajat. Jadi semoga tidak ada perbedaan, karena bulan sudah tinggi. Karena sekalipun ada perbedaan itu tidak akan menjadi soal. Dua-duanya sama-sama punya dalil dan dasar,” terangnya.

Direktur Pusat Kajian Dakwah Maluku ini menilai, pemantauan hilal nantinya akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama yang bekerjasama dengan LAPAN, Antariksa dan stakeholder lainnya seluruh Indonesia.  Dari pantauan tersebut, nanti akan menjadi pertimbangan dalam sidang Isbath yang akan dilaksanakan pada Sabtu (24/6) sore. “Kita di Maluku akan juga memantau Hilal. Sekitar ratusan titik pantauan Hilal di Indonesia dari Papua sampai Banda Aceh yang disebar oleh Kementerian Agama RI. Jadi Menteri Agama akan memutuskan lewat sidang Isbath. Dan jika di Ambon tidak terlihat, maka di Jawa pasti terlihat atau Makassar dan sebagainya. Jadi kita di Ambon sudah mendapat hasil sekitar jam setengah 10 malam,’’ terangnya.

Menurutnya, jika nantinya sudah diputuskan, maka pelaksanaan Sholat Idul Fitri (Ied) akan dipusatkan di Masjid Raya Al Fatah Ambon. Sholat akan dipimpin Imam Masjid Al Fatah Ambon RR Hasanussi dan Khotib adalah Gubernur Maluku Said Assagaff. “Sholat Ied di Kota Ambon akan dipusatkan di Masjid Raya Al Fatah sekitar pukul 07.30 WIT. Jadi imamnya itu Iman Besar Al Fatah dan Khotibnya adalah pak Said Assagaff,” ungkapnya.

Dirinya juga menghimbau agar para muslimin di Maluku khususnya Kota Ambon tidak melakukan pawai takbiran menggunakan kendaraan roda dua. Karena akan mengganggu ketenangan, kenyamanan, keamanan serta dapat meningkatkan kecelakaan lalulintas dan hal negatif lainnya. “Kita minta agar umat muslimin, khususnya para pemuda tidak melakukan takbir dengan motor. Apalagi yang sudah ditukar knalpotnya. Intinya MUI Maluku tidak melarang untuk takbiran, tetapi melakukan takbiran harus sesuai aturan. Dan tidak menimbulkan masalah,” ingatnya.

MOMEN MEMBANGUN PERSAUDARAAN
Sementara itu, Wakil Ketua MPH Sinode GPM, Pdt WB Pariama mengatakan, Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah ini merupakan momentum untuk membangun perdamaian dan persaudaraan dengan sesama. Dirinya mengajak seluruh umat beragama di daerah ini untuk menjadikan perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah sebagai momentum untuk membangun persaudaraan. “Mari kita jadikan momentum ini sebagai bentuk kesempatan untuk terus meningkatkan solidaritas dan kebersamaan orang basudara di Maluku. Untuk saling menghargai dan menciptakan kedamaian di daerah ini,” kata Pdt Pariama, Kamis (22/6).

Menurutnya, tidak ada suatu agama di dunia ini yang mengajarkan umatnya untuk belajar tidak menghargai sesama. Semua agama mengajarkan untuk saling menghargai. Oleh karena itu, umat diharapkan untuk selalu menghargai perbedaan, termasuk tidak menafikkan agama lain sehingga terciptanya suatu kehidupan bangsa yang harmonis khususnya di Maluku. “Mari kita tingkatkan kemajemukan kita dalam hidup orang bersaudara untuk selalu meningkatkan komitmen kita dalam berbangsa dan bernegara khususnya di Maluku,” jelas Pariama.

Dia juga berharap, agar perayaan Idul Fitri 1438 H nantinya, umat Kristen tetap bersama meningkatkan kebersamaan dan keamanan lingkungan yang baik hingga terlaksananya perayaan di bulan yang suci ini dengan penuh sukacita. “Mari kta berbuat yang baik-baik di bulan yang suci ini agar tercipta suatu keharmonisan yang baik antar umat beragama. Ketika kita tidak mengedepankan perbedaan maka kebaikan itu selalu berpihak dengan kita,” terangnya.
(ISL/NEL)

Most Popular

To Top