Bos UD Amin Tersangka – Ambon Ekspres
Hukum

Bos UD Amin Tersangka

Barang Bukti: Polisi menyita barang bukti alat penyuling cinnabar di UD. Amin, beberapa waktu lalau

AMEKS ONLINE, AMBON.––Tiga bulan lebih kasus cinabar ilegal milik Hj Nurdin Fatah ditangani Polres Ambon dan Pp Lease. Akhirnya, pemilik UD Amin ini resmi ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan mesin pengolah dan puluhan koli bahan tambang galian jenis cinnabar.

Bahan tambang mengadung merkuri serta mesin pengolah itu ditemukan saat polisi mengeledah gudang miliknya di kawasan Kebun Cengkih, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, April 2017 lalu. Kasat Reskrim Polres Ambon AKP Teddy yang dikonfirmasi terkait kasus ini memastikan, Nurdin sudah diditetapkan sebagai tersangka. “Haji Nurdin sudah kita tetapkan tersangka,” tandas Teddy kepada Ambon Ekspres, Sabtu (1/7).

Walaupun sudah ditetapkan tersangka, kata dia, namun sosok pria dengan banyak usah bisnis ini tidak di jebloskan ke penjara. Alasannya, yang bersangkutan kooperatif dalam proses hukum yang menjerat dia. “Tidak kita tahan. Orangnya kooperatif,” kata Teddy.

Dijelaskan, penetapan hukum Nurdin sebagai tersangka setelah penyidik kepolisian memeriksa sejumlah saksi. Juga diperkuat dengan barang bukti cinnabar dan mesin pengolah tanpa memiliki dokumen resmi itu. “Dia (Nurdin) ditetapkan tersangka kemarin (Jumat),” tandas Teddy. Teddy menambahkan, Nurdin dijerat dan diproses pasal 158 UU Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.
Menyoal kasus yang sama dengan terduga pemilik 17 ton cinnabar, Manaf Kaliky, dia mengaku yang bersangkutan belum ditetapkan tersangka. Namun dia mastikan penyelidikan untuk menuntaskan kasus ini masih terus dilakukan.

Menurut Teddy, penyidikan untuk menuntaskan kasus-kasus ini dilakukan secara  bertahap. “Untuk kasus Manaf Kaliky terakhir. Intinya, semua kasus cinnabar akan kita proses hingga ke pengadilan. Jadi tidak ada berani main-main disitu,” tegasnya.
Cinnabar 17 ton yang hendak dibawa ke Kota Ambon ditangkap di Dusun Waiputi, Desa Larike, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Mei 2017 lalu. Batuan ini dibawa dari Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Penangkapan dilakukan Kapolsek Huamual Ipda Idris Mukadar bersama 3 anggota serta personil BKO Yonif 726 Lettu Inf Iskandar dan 3 anggotanya.
(ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!