Jaksa Acuhkan Ijin Gubernur – Ambon Ekspres
Metro Manise

Jaksa Acuhkan Ijin Gubernur

AMEKS ONLINE–Tim penyidik Kejaksaan Negeri Tual di Wonreli sudah mengantongi persetujuan Gubernur Maluku, Said Asagaff untuk memeriksa Hermanus Lekipiera. Namun sampai kemarin, pemeriksaan terhadap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya ini belum juga dilakukan.
Hermanus Lekipiera ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara Dana Bos MBD Tahun 2009-2010. Cabjari Wonreli yang dipimpin, Hendrik Sikteubun ini beberapa kali tampil didepan media dan berjanji butuh ijin untuk secepatnya memeriksa kader Partai Nasdem besutan Surya Paloh itu.

Sikteubun justeru kini tertutup terhadap media. Pasca ditetapkan Lekipiera sebagai tersangka, Sikteubun susah dihubungi untuk dikonformasi soal kasus tersebut. Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette juga dibuat hal yang sama. “Ado kalau mau tulis, tulis jua, saya sudah konfirmasi melalui telephone hingga WA tidak pernah angkat maupun balas WA atau SMS,” kesal Samy.
Samy mengakui, Gubernur Maluku Said Asagaff telah menyetujui pemeriksaan tersangka Hermanus Lekipiera sebagai tersangka oleh Penyidik Cabjari Tual di Wonreli. “Benar, Persetujuan Gubernur sudah diterima di Kejati Maluku pada tanggal 21 Juni 2017, dan persetujuan Gubernur tersebut telah diteruskan kepada Penyidik Cabjari Wonreli untuk ditindaklanjuti,” jelas Samy.

Hermanus Lekipiera merupakan tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun ajaran 2009 – 2010 yang diduga merugikan keuangan Negara senilai Rp.408,3 juta dari total dana BOS Rp. 4 miliar yang diperuntukanuntuk tingkat SD dan SMP di Kabupaten MBD.
Sebelumnya, Kepala kantor cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Tual di Wonreli , kabupaten MBD, Hendrik Siktieubun mengemukakan, penetapan Hermanus sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara di kantor Kejati Maluku di Ambon sejak 24 Mei 2017.

Hermanus adalah mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pendidikan kabupaten MTB dan dipercayakan mengelola dana BOS tahun ajaran 2009 hingga 2010. Bersangkutan mengundurkan diri sebagai ASN dan sekarang menjabat Wakil Ketua DPRD kabupaten MBD dari salah satu partai politik (Parpol). (NEL)

Most Popular

To Top