Gerindra Kantongi 11 Bakal Calon – Ambon Ekspres
Politik

Gerindra Kantongi 11 Bakal Calon

AMEKS ONLINE, AMBON.––Abdullah Vanath tidak berpartai. Tetapi, dia memiliki pendukung yang banyak. Termasuk di Gerindra, salah satu partai yang ia datangi untuk mendaftar sebagai calon wakil gubernur Maluku, sembari berharap direkomendasi. “Sebetulnya, saya punya banyak pendukung yang juga dari Gerindra sejak 2013 lalu. Makanya saya didesak harus mendaftar di Gerindra. Agar jika Gerindra memberikan dukungan, memiliki korelasi cukup kuat dengan orang-orang saya di lapangan,” kata Vanath kepada wartawan usai resmi mendaftar di Sekretariat DPD Gerindra Maluku, Passo, Kamis (6/7).

Olehnya itu, mantan Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dua periode itu berharap berjodoh dengan Partai Gerindra. “Semoga saya punya jodoh dengan Gerindra, itu harapannya. Dan kami percayakan semua ke DPD Gerindra dan perkuat dukungan ke masyarakat,”tambah Vanath.

Sementara itu, DPD Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) Provinsi Maluku secara telah menutup pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku periode 2018-2023, kemarin. Sebanyak 11 bakal calon mendaftar, yakni 7 gubernur. Mereka adalah Irjen Pol Murad Ismail, Max Johozua Yoltuwu, Said Assagaff, Moh Sidik Sangadji, Tagop Soulissa, Bito Temmar dan Jecky Noya. Sedangkan 4 bakal calon wakil gubernur Maluku yang resmi mengembalikan berkas pendaftaran adalah Andreas Rentanubun, Abdullah Vanath, Mozes Rudy Timisella dan Hendrik Lewerissa.

Pengembalian berkas yang dilakukan Hendrik Lewerissa tersebut, sekaligus menutup proses pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku. Dengan tujuan, menjawab apa yang telah ditetapkan dalam rapat kerja daerah (Rakerda) DPD Gerindra Maluku di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah pada 23 Maret 2017 lalu. “Sebagai kader saya hadir sebagai bakal calon Wakil Gubernur Maluku untuk menjawab keputusan rakerda. Dan saya tunduk terhadap seluruh mekanisme serta aturan internal Gerindra. Dengan harapan, berkas ini dapat menjadi pertimbangan DPP terhadap niat saya yang ingin menawarkan diri sebagai bakal calon wakil gubernur,” tandas Lewerissa usai menutup pendaftaran.

Diakuinya, semua bakal calon lainnya juga memiliki peluang yang sama untuk mendapat rekomendasi DPP. Bahkan dirinya telah berkoordinasi dengan seluruh bakal calon gubernur maupun bakal calon wakil gubernur terkait rekomendasi Gerindra, yang nantinya akan diputuskan oleh DPP. “Saya hanya kader partai, maka saya akan tunduk kepada keputusan DPP. Dan proses masih berlangsung, maka kita menunggu apa yang menjadi keputusan DPP. Jadi semua bakal calon yang berproses di Gerindra memiliki peluang yang sama, termasuk saya,” pungkasnya.

Ketua DPC Gerindra Kota Ambon, Phill Latumaerissa menjelaskan, pengembalian berkas yang dilakukan Hendrik Lewerissa sekaligus menutup proses pendaftaran, sesuai kesepakatan dalam Rakerda Gerindra. Sehingga seluruh DPC se-kabupaten/kota akan tetap mengawal seluruh hasil rakerda, sebagai langkah tegas keluarga besar Gerindra terhadap proses majunya kader terbaik Gerindra, Hendrik Lewerissa.  “Majunya pak Hendrik adalah bagian daripada keputusan partai sesuai yang dirumuskan bersama dalam Rakerda. Dan kami tegaskan, dari segi kesiapan struktur partai, kita solid mengusung kader terbaik kita untuk bertarung dalam Pilgub 2018. Jadi kalau ada opini bahwa kita tidak memberikan dukungan terhadap kader terbaik Gerindra, itu isap jempol belaka. Karena majunya beliau (Hendrik Lewerissa) adalah sebuah komitmen bersama,” terangnya.

Latumaerissa mengaku, Gerindra memiliki kekuatan atau modal pada pilgub 2018 mendatang. Dengan kekuatan 5 kursi di DPRD Maluku serta 35 kursi di DPRD 11 kabupaten/kota dan 1 kursi di DPR RI.  Dan majunya Hendrik Lewerissa, karena memiliki kapasitas yang baik dalam berproses. Sehingga mulai dari ranting hingga tingkat DPD, akan tetap rapi dan tidak gentar dalam menghadapi para pesaing pada pilgub nanti. “Kemanapun kader kita berpasangan berdasarkan keputusan DPP, maka kita akan allout untuk mensukseskan serta mengantarkan kader terbaik kita menjadi pemimpin di Maluku kedepan. Dan kita tetap membuka komunikasi dengan siapa saja. Kita tidak mengunci posisi ketua DPD. Jika saatnya, akan kita sampaikan ke publik soal sikap DPP,” tutur Latumaerissa. (ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!