Viral! Tahanan Ijab Kabul di Mapolres, Bulan Madu Jadi Mimpi – Ambon Ekspres
Daerah

Viral! Tahanan Ijab Kabul di Mapolres, Bulan Madu Jadi Mimpi

Sukardi alias Black bin Haris bersama istrinya Nurhikmah usai ijab kabul di Mapolres Sidrap, Jumat (7/7/2017).

AMEKS ONLINE, SIDRAP — Bahagia, sedih, dan haru menyatu saat menyaksikan pernikahan di Masjid Al Ihklas Polres Sidrap, Jumat (7/7/2017). Betapa tidak, sepasang pengantin itu rupanya terpaksa ijab kabul di sana. Sang mempelai prianya seorang tahanan kasus narkoba. Dia adalah Sukardi alias Black bin Haris (22).

Black melepas status lajangnya setelah mengucapkan ijab kabul sekitar pukul 15.00 wita. Ia mempersunting kekasihnya Nurhikmah (19).

Usai ijab kabul, Sukardi tampak mencium wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu. Warga yang melihatnya terharu. Ada air mata yang berlinang menyaksikan momen langka itu

Sebagai suami, Sukardi tentu menyesal. Ia sadar sebagai pengantin baru, seharusnya ia menikah dalam suasana bahagia di tengah keluarga dan bisa berbulan madu bersama istrinya.

Namun karena kasus yang menjeratnya, ia terpaksa harus menjalani hukuman dahulu. “Saya minta maaf istriku, saya sayang kamu Imma,” ujar Black memandang wajah istrinya sebelum kembali digiring ke sel tahanan.

Pernikahan Sukardi dengan Nurhikmah itu, disaksikan kedua belah pihak keluarga dan serta penyidik Satnarkoba Polres Sidrap. Proses ijab kabul dipimpin penghulu Imam Masjid Raya Pangkajene, H Ibrahim Toiyeb.

Tahanan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini terpaksa menikah karena sebelum tertangkap, pada tanggal 1 Juli 2017 lalu, kedua keluarga mempelai sudah sepakat acara prosesi pernikahan dilangsungkan pada tanggal 7 Juli.

Undangan juga sudah disebarkan kepada handai taulan kedua keluarga berserumpun ini. Namun mau tak mau, perbuatan melanggar hukum memaksa Sukardi mendekam di balik jeruji besi untuk beberapa waktu lamanya.

Kapolres Sidrap AKBP Witarsa Aji SIk melalui Kasat Narkoba AKP Indra Waspada Yudha membenarkan salah satu tahanannya menikah di masjid Mapolres Sidrap.

“Konsekuensinya begitu. Sukardi tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, kami tetap berikan kesempatan untuk ijab kabul di masjid. Bukan di rumah mempelai perempuan,” ungkap AKP Indra.

Menurutnya, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pelaku kriminalitas yang punya hajatan apapun harus mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian termasuk Sukardi.

“Kita tidak mau gegabah memberikan peluang pelaku kriminal melaksanakan hajatannya di luar. Kalau misalnya pelaku kabur, siapa mau tanggung jawab? Tentu kami yang disoroti kalau hal itu terjadi,” tegasnya.

Sukardi ditangkap bersama rekannya Akbar bin Sulaiman (22) yang juga warga Rappang oleh unit Narkoba di Pasar Rappang, 1 Juli lalu.

Keduanya berhasil diciduk setelah dipancing bertransaksi dengan aparat yang menyamar sebagai pembeli. Dari tangan Sukardi dan Akbar itu, polisi berhasil menyita barang bukti tiga saset yang berisi serbuk kristal diduga sebagai narkoba jenis sabu-sabu bersama satu buah telepon seluler merk Samsung.

“Kami menjerat pelaku sebagai kurir narkoba dengan pasal 112 junto pasal 114 KUHP Nomor 39 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” urainya.

(eby/fajar/pojoksatu)

Most Popular

To Top