Ciptakan Maluku Religius – Ambon Ekspres
Pesona Manise

Ciptakan Maluku Religius

Yayasan Ar-Rahmah Lakukan Regenerasi Ulama

AMEKS ONLINE–Menciptakan Maluku yang religius, bukan hanya visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff dan Z. Sahuburua, namun juga menjadi keinginan Yayasan Ar-Rahmah Ambon.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, 6 Juli lalu, yayasan yang bergerak dibidang dakwah, pendidikan dan sosial tersebut kembali memberangkatkan beberapa anak Maluku untuk menempuh pendidikan agama di sejumlah pondok pesantren di Jakarta dan Gresik, Jawa Timur.
“Tahun ini, kita kembali berangkat 6 anak untuk belajar agama di sejumlah pondok pesantren di Jakarta dan Gresik. 4 anak di Pondok Pesantren Mambaus Shalihin, Gresik dan 2 anak lagi di Yayasan Al-Fachriyah, Cileduk, Jakarta,” ungkap Ketua Yayasan Ar-Rahmah Ambon, Ustadz Rifqi Idrus Al-Hamid.

Sebelumnya, yayasan tersebut tersebut pernah memberangkatkan beberapa anak Maluku untuk menempuh pendidikan ke Yaman. Selanjutnya, pada 2015 lalu, 18 anak juga diberangkatkan ke sejumlah pondok pesantren di Gresik, Jawa Timur.
Menurut dia, langkah untuk mengirim sejumlah anak Maluku untuk belajar agama ke sejumlah pondok pesantren di Gresik dan Jakarta tersebut dilakukan Yayasan Ar-Rahmah untuk menjaga regenerasi ulama di Maluku.
Dengan adanya banyak ulama, maka Maluku akan lebih baik. Karena masyarakat Maluku akan lebih religius, sehingga menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan tenteram.

Hal tersebut sangat penting, karena katanya, saat ini, Maluku mengalami krisis ulama. Hal tersebut terbukti dengan konflik yang sering terjadi pada sejumlah wilayah.
“Contoh, kita lihat kejadian beberapa waktu lalu, Konflik yang terjadi antara Negeri Hitu dan Wakal. Itu terjadi karena tidak ada ulama di daerah tersebut. Tidak ada ustadz. Ustadz yang dari Kota Ambon, kapan masuk ke daerah situ,” terangnya.

Seandainya saja ada ulama di daerah tersebut, katanya, mungkin saja kejadian tersebut atau yang serupa akan dapat dibendung.
Namun dibalik langkah pemberangkatan sejumlah anak untuk belajar ilmu agama pada sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur dan Jakarta tersebut, Rifqi sangat berharap agar dapat membangun sebuah pondok pesantren di Maluku.
“Kita kirim anak-anak itu ke pondok pesantren di Jawa Timur dan Jakarta, karena kita disini belum memiliki pondok pesantren. Kalau sudah ada, maka itu akan lebih baik. Karena semua anak yang ada diberbagai daerah di Maluku akan dapat lebih mudah untuk belajar agama,” pungkasnya. (ADI)

 

Most Popular

To Top