42 WNA Asal Filipina Akan Dideportasi – Ambon Ekspres
Amboina

42 WNA Asal Filipina Akan Dideportasi

AMEKS ONLINE–Pangkalan Utama Angkata Laut (Lantamal) IX Ambon sengaja menggandeng pihak Imigrasi Kelas I Ambon, untuk melakukan operasi lanjutan terhadap Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina. Yang diduga telah berdomisili di desa Passo dan Hutumuri sejak Juni 2017 silam. Hasilnya, sebanyak 42 WNA asal Filipina berhasil diamankan dan sementara diproses untuk dideportasi.

Operasi WNA tersebut, berawal dari informasi Tim Intelijen Lantamal IX kepada Komandan Lantamal (Danlantamal) IX Ambon, Laksamana Pertama TNI Nur Singgih Prihartono. Yang kemudian menyurati pihak Imigrasi Kelas I Ambon tentang dugaan keberadaan WNA Filipina di Desa Passo, Kecamatan Baguala dan Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) Ambon.

Dari hasil laporan dan operasi di lapangan, Lantamal IX yang bekerjasama dengan Imigrasi kelas I Ambon berhasil menjaring 42 WNA asal Filipina. Mereka yang terjaring ini sudah menetap sejak Tahun 2007 silam.
Pengumpulan seluruh data 42 WNA tersebut, dimulai tanggal 5 Juli 2017 lalu. Dalam proses ini, pihak Lantamal IX dan Imigrasi Kelas I Ambon yang turut melibatkan Kakanwil Kumham Maluku beserta staf turut melakukan peninjauan kembali terhadap 42 WNA asal Filipina itu.
“Jadi rombongan kita itu diterima langsung oleh RT 19 desa Passo. Kemudian tanggal 7 Juli 2017 kemarin itu, Tim Lantamal IX, Imigrasi Kelas I Ambon dan perwakilan International Mugration of Organization (IMO) melakukan pengecekan dan pencocokan data lapangan terhadap 42 WNA Filipina yang berada di desa Passo dan Hutumuri,” tandas Nur Singgih, lewat press rilis yang dibagikan lewat akun whatsapp, Senin (10/7).

Menurutnya, dalam hal ini pihak Lantamal IX telah bekerja sama dengan menggandeng organisasi internasional yang membidangi masalah imigrasi. Dan bertujuan agar IMO bisa memfasilitasi proses pengembalian WNA tersebut ke negara asal. Karena sampai saat ini, kata Nur Singgih, seluruh WNA dalam proses deportasi.
“Jadi sementara ini, 42 WNA Asal Filipina ini masih dalam proses Deportasi. Dan mereka nantinya akan dipulangkan ke negera asal,” ujarnya.

Awalnya, kata dia, puluhan WNA Filipina ini merupakan Anak Buah Kapal (ABK) kapal ikan dari Bitung. Dan pindah ke Ambon mengikuti perusahaan penangkapan ikan yang mengembangkan usahanya di Kota Ambon. Akan tetapi, pasca moratorium, para WNA tersebut tidak bekerja lagi di kapal-kapal ikan tersebut. Dan memutuskan untuk menetap di kota ini, sambil bekerja sebagai nelayan pancing ikan Tuna yang menggunakan kapal ikan atau perahu milik warga kota Ambon dengan cara bagi hasil.

“WNA Filipina yang berada di ambon ini, telah berbaur dengan masyarakat setempat, menguasai bahasa Indonesia, bahkan sebagian sudah menikah dengan warga Ambon. Tetapi saat ini mereka sementara diproses untuk dikembalikan,” ungkapnya. (ISL).

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!