Agus Dijerat Pasal Berlapis – Ambon Ekspres
Hukum

Agus Dijerat Pasal Berlapis

Ilustrasi

AMEKS ONLINE, AMBON.–Hukuman maksimal bakal diterima Agus Koragi (44). Pria 44 tahun asal Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah ini terjerat kasus pemerkosaan. Dia memperkosa dua anak tetangganya. Korban berusia 19 tahun dan 10 tahun. Kini Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka dan meringkuk dalam tahanan Mapolsek Salahutu.

Kapolsek Salahutu Iptu Abu Tehupelasuri menerangkan, saat menjalani pemeriksaan intensif tersangka Agus mengakui perbuatannya. Dia mengaku memperkosa korban kakak beradik itu. Perbuatan tersebut dilakukan di dua tempat berbeda. Di rumah pelaku dan di rumah korban. Olehnya itu, proses penyidikan juga akan akan dilakukan secara terpisah. ”Tersangka mengakui apa yang sudah dilakukan saat dimintai keterangan. Karena dua korban, ada juga dua lokasi beda jadi ada dua laporan. Dua-duanya di proses sekaligus,” tandas Tehupelasuri kepada Ambon Ekspres, Senin (10/7).

Dalam kasus ini, lanjut dia, tersangka Agus dijerat pasal berlapis. Pasal 285 dan 290  KUHP untuk pemerkosaan terhadap korban yang berusia 19 tahun serta pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 atas perbuatanya terhadap korban yang berusia 10 tahun. ”Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,’’ tandas dia.

Tehupelasuri memastikan, proses penyidikan kasus ini ditangani Polsek Salahutu. ”Hasil visum masih di dokter. Proses penyidikan sudah kita lakukan,” jelasnya.
Kasus perkosaan ini ditanggapi dingin Manajer Lembaga Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (LAPPAN) Maluku, Bai Hajar Tualeka. Dia menegaskan, kebanyakan kasus yang terjadi pelaku memeliki hubungan dekat dengan korban, berinteraksi dan memahami betul kondisi korban.

Menururtnya, korban dalam situasi sangat rentan dan ketika terancam tidak bernyali membeberkan peristiwa kekerasan yang dialami. Apalagi ada ancaman pembunuhan atau ancaman lain oleh pelaku terhadap dirinya.

Untuk itu, dia berharap pihak kepolisian bisa menenelusuri dua orang korban yang telah membuka diri atas apa yang mereka alami. Dia kuatir jangan sampai ada korban lain. ”Kalau boleh pelaku dijerat dengan hukuman optimal sehingga pelaku kejahatan seksual seperti ini tidak mengulangi perbuatan serupa dan tidak terulang terhadap anak-anak atau korban-korban lain,” tegasnya.

Menurutnya, angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak terus meningkat. Kebanyakan didomonasi pelaku yang memiliki relasi seperti keluarga atau tetangga. Bahkan guru. Kasus seperti ini terjadi di tempat-tempat dimana antara korban dan pelaku selalu berinteraksi dan pelaku punya hubungan dekat dengan korban. ‘’Sehingga harus didorong untuk pelaku kejahatan seksual harus diberikan hukuman maksimal. Juga harus  memberikan pemulihan kepada korban,’’ tandas dia.(ERM)

Most Popular

To Top