Kita Bukan Sekadar Koran – Ambon Ekspres
Berita Utama

Kita Bukan Sekadar Koran

Oleh: Nasri Dumula, Pimpinan Redaksi

AMEKS ONLINE, AMBON.–Ambon Ekspres hari ini memasuki usia ke 18 sejak terbit perdana 12 Juli 1999, lalu. 18 tahun bukan waktu yang singkat. Sebagai media cetak, paduan idealisme dan dan bisnis sudah menjadi karakter tersendiri.

Idealisme dalam penulisan dan sukses berbisnis dalam kerangka pengembangan industri media cetak, bukan berarti tanpa tantangan. Cobaan datang silih berganti, baik eksternal maupun internal.

Dalam menjalankan bisnis bukan berarti Ambon Ekspres tidak beretika. Etika pemberitaan dan etika bisnis selalu menjadi pijakan selama 18 tahun ini. Kesulitan itupun dilewati dengan kinerja yang terukur.

Dalam catatan kami tidak sedikit media cetak yang kolaps. Kolaps bukan berarti tidak beretika dalam penulisan. Wartawannya hebat-hebat, tapi tidak sedikit yang gagal mengembangkan bisnis. Gambaran ini kemudian menyadarkan kami, hingga akhirnya banyak mengambil peluang dalam suasana sulit sekalipun.

Sebagai contoh, awal terbit, kondisi psikologi masyarakat Maluku saat itu masih terkungkung dengan konflik horisontal. Secara logika tidak ada pengusaha yang mau berinvestasi dalam suasana seperti ini, tapi Ambon Ekspres melihat hal itu sebagai peluang.

Waktu demi waktu terus berlalu, Ambon Ekspres pun terus memberikan edukasi dan optimisme kepada pembacanya, bahwa suatu saat Maluku akan bangkit. Optimisme itupun datang seiring membaiknya ekonomi Maluku hingga saat ini.

Perjuangan kru Ambon Ekspres tidak sampai disitu. Secara eksternal komunikasi dengan semua pihak yang menjadi mitra terus dibangun, pembenahan internal pun dilakukan sesuai skala prioritas. Mulai dari peningkatan kualitas sumberdaya manusia sampai dengan menyiapkan infrastruktur secara berkala yang tentu dibangun secara tersistim.

Kepercayaan pembaca Ambon ekspres pun mulai tumbuh. Tapi kita tidak terlena. Ambon Ekspres terus berinovasi ditengah keterbatasan. Bahkan mulai mengambil bagian bersama pemerintah provinsi dan 11 kabupaten/kota di Maluku untuk bersama membangun daerah pada beberapa segmen. Contoh konkrit di bidang seni dan budaya,

Ambon Ekspres selalu mengambil bagian melaksanakan lomba tarian samrah, lomba sahur dan hadrat toto buang.
Di bidang pendidikan, sukses memotivasi pelajar di Maluku melalui program Gerakan Maluku Gemar Membaca (GMGM). Program inipun disambut positif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2015, Anies Baswedan, lantaran sukses memotivasi siswa dengan menghasilkan tulisan yang dirangkum dalam buku : Cerita Rakyat Maluku dan Potret Pendidikan Maluku.

Dari program GMGM, Anies Baswedan menginstruksikan kepada semua sekolah di Maluku untuk membaca buku selama 15 menit sebelum proses belajar mengajar di kelas dimulai. Ambon Ekspres juga ikut serta dalam penanaman seribu pohon bersama Bank Panin.

Di bidang kemanusiaan, Ambon Ekspres melakukan donor darah ditengah keterbatasan stok darah di Palang Merah Indonwsia (PMI) Ambon kala itu. Dibidang ekonomi terus mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat melalui kebijakan pemberitaan dan seminar serta diskusi terbatas bersama sejumlah politisi dan pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan.

Untuk itu, eksistensi Ambon Ekspres tidak tampil sebagai koran penyaji berita 5W + 1 H semata dengan segmentasi yang varian. Ambon Ekspres memanjakan pembacanya lebih dari itu. Bahkan tampil sebagai eksekutor dalam mempercepat kemajuan pembangunan di Maluku bersama pemerintah daerah.

Saat ini manajemen Ambon Ekspres mulai mengembangkan konvergensi jaringan teknologi dengan menerbitkan media online, radio dan televisi. Ini merupakan wujud nyata partisipasi kami terhadap percepatan pembangunan industri media di Maluku yang selama ini konsisten dengan visi misi untuk membangun Maluku bersama pemerintah daerah.(***)

 

Most Popular

To Top