Tembok Ambruk, Tiga Terluka – Ambon Ekspres
Berita Utama

Tembok Ambruk, Tiga Terluka

oboh: Tembok pembatas jalan di kawasan Mangga Dua roboh dan mengakibatkan tiga warga terluka, Selasa (11/7).FOTO: SAHDAN FABANYO/AMEKS

AMEKS ONLINE, AMBON.—Pagar tembok pembatas jalan ambruk menimpa satu rumah warga di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (11/7). Akibatnya, tiga orang warga terluka dan dilarikan ke RST dr Latumeten Ambon.

Insiden itu terjadi di RT 03 RW 001, belakang rumah dinas Gubernur Maluku. Peristiwa pukul 12.30 WIT itu sempat mengejut warga setempat. Tidak disangka, tembok dengan panjang diperkirakan 50 meter beserta pondasi (talud) itu akan ambruk.

Kejadiannya berlangsung saat ada beberapa warga yang hendak memperbaiki jalan setapak di sekitar lokasi kejadian. Tiba-tiba terdengar bunyi keras disertai robohnya tembok pagar. Tiga warga yang mengerjakan jalan setapak terluka. Ketiganya yakni Anthony Lawalata (49), Ricki Kaptan (39) dan Carli Marsel Picauli (39).
Lokasi dikejakan proyek tersebut diatas lering gunung. Di bagian bawah terdapat beberapa rumah warga. Rumah yang tertimpah diketahui milik salah satu korban, Anthony Lawalata. Rumah tersebut mengalami kerusakan pada bagian belakang rumah.

Adi Benjamin (47), warga setempat menerangkan, saat kejadian sementara ada perbaikan jalan setapak. ”Tidak tahu kenapa terjadi musibah dan itu diluar dugaan. Karena terjadinya secara tiba-tiba,” tandas Adi, kemarin.
Sementara Among Tauran, penanggungjawab proyek mengatakan, ketika para pekerja sedang menggali tanah untuk menaruh besi, tiba-tiba talud yang lama ambruk. Talud ambruk mengenai tiga teman yang sementara berada di bagian bawah,” katanya.

Beberapa saat setelah kejadian, polisi dan anggota TNI Satgas 734 dan Tagana langsung meninjau lokasi kejadian. Mereka kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

BUKAN AKIBAT BENCANA
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Enrico Matitaputty menegaskan, talud yang roboh dekat kawasan kediaman Gubernur Maluku bukan diakibatkan karena faktor bencana. Melainkan karena pengerjaan sebuah proyek di kawasan tersebut. “Longsor yang terjadi itu mengakibatkan 3 orang luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Akan tetapi, longsor tersebut bukan karena bencana longsor. Melainkan karena sebuah proyek yang sementara dikerjakan di kawasan tersebut sehingga menyebabkan talud roboh,” tandas Enrico.

Diakuinya, BPBD tetap melakukan pemantauan dan penanganan terhadap robohnya talud tersebut. Bahkan BPBD telah menghimbau agar pihak ketiga selaku pemilik proyek segera menyelesaikan proyek dan memperbaiki talud tersebut. “Jadi ini akibat proyek bukan bencana. Dan BPBD telah melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pihak ketiga selaku pemilik proyek tersebut. Kita sudah suruh untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut. Dan berkoordinasi dengan segala pihak,” pungkasnya.(ERM/ISL)

Most Popular

To Top