Belum Tentu Murad Ismail – Ambon Ekspres
Politik

Belum Tentu Murad Ismail

AMEKS ONLINE–Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H. Muhammad Sohibul Iman, sepenuhnya menyerahkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Maluku untuk mengusulkan dua nama bakal calon gubernur ke DPP untuk direkomendasikan. Namun, dirinya membantah jika PKS telah mengarah ke Irjen Pol Murad Ismail, selaku bakal calon gubernur Maluku 2018.

“Tentu keputusan partai tergantung apa yang dilakukan DPW Maluku. Apakah pak Murad Ismail masuk dalam calon yang diusulkan ke DPP ? Jika masuk maka diusulkan. Namun belum tentu beliau (Murad Ismail) dipilih. Karena ada pertimbangan DPP sesuai kriteria,” tegas Sohibul kepada wartawan, saat mengunjungi Masjid Tua Wapaue di Kaitetu, Jazirah Leihitu, Kamis (13/7).

Diakuinya, kriteria bakal calon gubernur yang dibutuhkan PKS adalah yang memiliki kapabilitas, intelektual dan ketrampilan dalam mengelola pemerintahan. Dimana Maluku memiliki keragaman budaya dan sebagainya. Sehingga perlu figur yang tepat untuk menyatukan seluruh masyarakat. Serta dapat diterima di semua kalangan.
Akan tetapi, lanjut dia, PKS tidak pernah bertindak diluar ketentuan partai. Sehingga DPP juga tentunya akan memberikan kesempatan bagi DPW PKS untuk bisa menganalisa bakal calon gubernur dalam menentukan arah rekomendasi.
“PKS tidak pernah asal nunjuk. Tetapi kita berikan kepada struktur bawah untuk menganalisa. Kemudian minimal kirim dua nama bakal calon. Kemudian DPP akan mengkaji dan menetapkan 1 nama. Dan kalau bisa secepatnya,” ingatnya.

Disinggung soal tujuan kedatangannya, Sohibul mengaku, ada dua hal yang membawanya datang ke Maluku untuk ketiga kalinya ini. Yakni terkait Halal Bi Halal bersama para kader dan simpatisan PKS dan untuk membuka sekolah kepemimpinan partai yang hari ini akan dilakukan di Amaris Hotel Ambon.
Akan tetapi yang lebih berkesan, tambah dia, adalah saat mengunjungi Masjid Tua di Maluku. Yakni Masjid Tua Wapaue desa Kaitetu. Karena selama ini belum pernah mendengar nama masjid tersebut. Sehingga dirinya berharap, agar pemerintah daerah bisa turut berpartisipasi untuk selalu melestarikan masjid tersebut bersama warga desa sekitar.
“Masjid ini sangat luar biasa. Karena sudah berumur 603 tahun. Dan masih tetap berdiri kokoh. Kalau dilihat dari konstruksinya relatif sederhana. Dan ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah karena ini situs bersejarah. Minimal saat renovasi, bisa diberikan bantuan,” pintanya. (ISL)

Click to comment

Most Popular

To Top