Dua Pelaku Narkoba Diciduk – Ambon Ekspres
Hukum

Dua Pelaku Narkoba Diciduk

TERSANGKA : Dua tersangka kasus penyalagunaan narkoba yang diamankan polisi. Keduanya kini meringkuk dalam tahanan Mapolres Ambon.

AMEKS ONLINE, AMBON.—Penyalagunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) masih marak di Ambon. Berbagai upaya pemberantasan dan pencegahan dilakukan berbagai pihak namun masih saja didapati para pelaku.

Kali ini, dalam sehari, aparat kepolisian dari Satresnarkoba Polres Ambon menciduk 2 orang pelaku. Keduanya merupakan pemakai barang haram berjenis sabu-sabu. Penangkapan dilakukan di dua lokasi yang berbeda pada Sabtu (8/7).

Pelaku diketahui bernama Marlon Haumasse (27) dan Vebyo Robinson Maulany (33). Marlon merupakan pegawai kontrak Dinas Perhubungan Kota Ambon dan berdomisili di kawasan Desa Latta, Kecamatan Baguala. Dia diamanakan bersama barang bukti dua paket sabu. Sedangkan Robinson Maulany (33), merupakan wiraswasta dan beralamat di Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe.

Awalnya, polisi lebih dulu menangkap Robinson sekira pukul 17.30 WIT. Beberapa saat setelah penangkapan, dilakukan penangkapan terhadap Marlon pukul 23.30 WIT. Kedua pelaku sudah ditetapkan tersangka dan jebloskan penjara.

Kasat Resnarkoba AKP Aleks Umar Kamali mengungkapkan, penangkapan dilakukan sesuai informasi dan pengembangan penyelidikan dilapangan. Mereka juga sudah menjadi target operasi (TO) polisi. ” Mereka ini TO sebenarnya. Karena ada informasi barang (sabu) mereka ada sehingga kita lakukan penangkapan. Setelah digeledah, ditemukan. Satu tersangka diamankan 1 paket. Sedagkan 1 tersangka lain ada 2 paket sabu. Jadi, ada tiga paket yang diamankan saat itu,” tandas Alek Umar Kamali kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Kamis (13/7).

Aleks memastikan, kedua tersangka mengakui mendapat barang tersebut dari luar Maluku. ”Pengakuan tersangka barang di dapat dari Jakarta. Pengembangan kita lakukan,” jelasnya.

Menyoal, isu penangkapan terhadap pejabat salah satu bank di Maluku, Aleks membantah itu. Namun, dia tidak menampik ada dilakukan penangkapan pelaku narkoba. Siapa pelaku, Aleks enggan membeberkan karena masih dalam kepentingan penyelidikan. ”Memang ada penangkapan. Tetapi bukan pesta narkoba di situ (Penginapan Garuda Inn) atau pelaku orang bank. Makanya, kita gagal mengamankan satu TO karena itu. Karena saat itu memang kita mau melakukan penangkapan. Jadi kalau ini saya belum bisa buka, masih dalam pengembangan,” jelasnya.

Aleks bahkan bersumpah tidak dilakukan penangkapan terhadap pegawai bank. ” Beta (saya) bersumpah, beta tegaskan tidak ada penangkapan orang bank,” kata dia.

Kesempatan yang sama Aleks juga membeberkan kenapa sehingga angotanya berada di penginapan Garuda Inn saat itu. Dan salah satu kamar yakni 205 itu dipakai sebagai tempat untuk menjebak penangkapan terhadap terget operasi. ”Kamar itu kita yang pakai, bukan pesta narkoaba di situ atau penggerebakan disitu,” katanya.

Dijelaskan, setelah dilakukan penangkapan, pelaku dibawa ke kamar untuk dilakukan siasat penangkapan. ”Karena masalah narkoba ini sensitif. Berantai. Kita juga harus menelusuri sumber barang didapat. Jadi dibawa ke situ bukan mau 86 (damai). Dikuatirkan, kalau setelah penangkapan lalu kita bawa ke polres, anggota yang kenal bisa jadi bocor.

Dan biasa jadi target berikut gagal kita tangkap,” tuturnya sembari menandaskan pihaknya tetap berupaya maksimal memberantas peredaran dan penggunaan narkoba di Kota Ambon dan sekitarnya.(ERM)

Click to comment

Most Popular

To Top