Ingin Memperkosa, Korban Teriak ada Haid – Ambon Ekspres
Metro Manise

Ingin Memperkosa, Korban Teriak ada Haid

ilustrasi

AMEKS ONLINE– Pelakunya pengojek lagi. Belum seminggu kasusnya terjadi, kini pengojek melakukan pencabulan lagi. Dengan modus menawarkan jasa ojek ke sekolah, Zeth Pattikawa tega juga menggagahi anak orang itu.

Zeth beralamat di Desa Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Dia memperkosa siswi SMA berusia 16 tahun. Kini Zeth dilaporkan ke polisi.

Perbuatan pelaku sudah berlangsung sejak awal Juli 2017. Tindakan biadab itu selalu dilakukannya sekira pukul 07.00. Namun baru dilaporkan setelah korban membeberkan perbuatan bejat Zeth, ke keluarganya.
Pihak keluarga menyambangi Polres Ambon mengadukan kasus ini, Rabu (12/7) sekira pukul 10.30. Zeth dilaporkan ayah kandung korban. Kata dia, awalnya korban hendak ke Sekolah, ketika keluar dari rumah saat itu, korban terlambat, lalu ditawarkan jasa ojek oleh Zeth untuk ke sekolah.

Tawaran itu diamini korban. Dalam perjalanan Zeth sempat berbincang dengan korban. Karena bunyi mesin kendaran yang besar, korban tidak mendengar apa yang disampaikan pelaku. Zeth terus memacu sepada motor. Tiba di Jalan Anfratu, yang jauh dari perkampungan, Zet memberhentikan kendaraan.
Zet kemudian menyuruh gadis belia ini turun dari sepeda motor. Disitulah Zeth mulai beraksi. Korban dirayu. Berawal dari pertanya ke korban? “ bunga (nama semaran korban) ada nomor HP (handponhe) ka Zeng”? tanya pelaku.
“Beta (saya) zeng pung HP” kata Bunga seperti dituturkan ayahnya. Zet terus merayu dengan iming-iming akan membeli korban sebuah handphone.

Beberapa saat setelah percakapan itu, tangan Zeth mulai nakal. Zeth meremas payu dara korban. Zeth pun beringas saat birahi mulai memuncak, tangannya dialihkan ke bagian bawah di tubuh korban.
Tangan pelaku dilepaskan dari bagian sensitif setelah mendengar perkataan gadis malang ini, “beta ada haid,” kata Bunga seperti disampaikan ayahnya.

Setelah itu, pelaku langsung meminta korban kembali naik ke atas motor untuk di bawa ke tempat tujuan (sekolah). Sudah berulang kali pelaku melakukan perbuatan biadap itu kepada korban.
Juru Bicara Polres Pulau Ambon Iptu Nikolas Frederick Anakotta menandaskan, kasus sudah ditangani unit pelayanan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Ambon.
”Baru keterangan awal kita terima dari pihak keluarga korban. Sudah diproses unit PPA. Pelaku belum diamankan. Pelaku akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Sekalian koordinasi dengan melakukan dengan polsek Haruku,” tandas Anakotta di ruangan kerjanya, Kamis (13/7).(ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!