Said-Andre, Murad-Hendrik ? – Ambon Ekspres
Politik

Said-Andre, Murad-Hendrik ?

Terkait Pasangan Pilgub 2018

AMEKS ONLINE, AMBON.––Bakal calon gubernur Maluku Said Assagaff memberi sinyal kuat kepada Anderias Rentanubun sebagai wakilnya. Sementara Murad Ismail dikabarkan lebih condong
menggandeng Hendrik Lewerissa. Namun hasil survei yang menentukan Assagaff mengaku, saat ini ada dua nama bakal calon wakil gubernur yang memiliki survei tertinggi dan berpeluang digandengnya. Salah satunya Anderias Rentaubun, Bupati Maluku Tenggara dua periode. Assagaff masih merahasiakan satu nama lainnya. “Ada dua nama yang punya survei tertinggi. Pak Andre masuk. Satu lagi belum bisa saya sampaikan,” kata Assagaff kepada wartawan di acara Halal Bihalal di kediaman anggota DPD RI, Nono Sampono, Rabu (12/7) malam.

Ini bukan pernyataan pertama Assagaff. Sebelumnya, ketua DPD Partai Golkar Maluku itu juga telah banyak kali menyebut Anderias Rentanubun memilikli angka survei tinggi. Termasuk saat melantik pengurus DPD Partai Golkar Kota Tual dan DPD Golkar Maluku Tenggara yang berlangsung di aula LPTQ Kota Tual, Selasa (11/7).

Rentanubun sendiri, juga didukung kader dan pengurus Partai Golkar di Kabupaten Kepulauan Aru. Namanya diusulkan sebagai balon wakil dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Golkar Aru beberapa hari lalu.

Kedua figur ini, juga mendapatkan dukungan dari masyarakat dan simpatisan untuk berpasangan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur 2018-2023. Bahkan, mereka akan mengusulkan dalam Rapat Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku yang direncanakan akhir Juli. Rapimda ini bertujuan menyaring nama-nama bakal calon wagub yang diusulkan oleh DPD II Gollar 11 kabupaten/kota. “Dukungan masyarakat kepada pak Said dan pak Andre telah diserahkan ke DPD Golkar Maluku Tenggara Barat dan nantinya kami juga usulkan ke DPD Golkar Provinsi Maluku serta dalam Rapimda Partai Golkar yng diselenggarakan dalam waktu dekat,” tandas Alexander Belay, Koordinator Relawan Said Assagaf Bersama Anderias Rentanubun (Rel SABAR).

Pengurus DPD Golkar Maluku Bidang Pemenangan Pemilu (PP) Maluku Tengah, Haeruddin Tuarita mengaku, Rentanubun diusulkan oleh DPD II Golkar Aru. Selain Rentanubun, juga Rudi Timisela dan Zeth Sahuburua.
Menurut Tuarita, wajar bila Golkar Aru atau DPD II lainnya mengusulkan Rentanubun dan Assagaff sering menyebut namanya. Sebab, Rentanubun merupakan satu diantara sekian nama bakal calon wakil gubernur yang intens mensosialisasikan diri di masyarakat untuk menaikkan popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas. “Saya kira juga wajar. Karena kalau kita lihat dari penempatan alat peraga untuk mempengaruhi masyarakat dalam menentukan tingkat kesukaan, pak Andre mungkin berada di garda terdepan lewat alat-alat peraga yang beliau tampilkan. Hampir pada setiap momentum apapun, selalu muncul,” kata Tuarita.

Selain itu, lanjut dia, salah satu indikator penentuan wakil gubernur dengan latar belakang kepala daerah oleh Assagaff, adalah yang berhasil membangun daerah dan memiliki prestasi kepemimpinan. Indikator itu dimiliki Rentanubun saat ini. “Apalagi beliau juga adalah bupati yang berprestasi. Sebab kalau kepala daerah yang dipilih oleh pak Bip, salah satu indikatornya adalah kepala itu berprestasi,” jelasnya.

Ditambahkan, Assagaff lebih nyaman dengan Rentanubun. ”Tidak juga (faktor kewilayahan). Kadang kenyamanan setelah pilkada, itu juga jadi acuan. Kalau dilihat dari perilaku figur (Anderias Rentanubun) mirip pak Ety (Zeth Sahuburua),” kata Tuarita, Kamis (13/7).
RL JADI IKHTIAR

Tetapi ditengah gencarnya Assagaff dan Rentanubun membangun chemistry, muncul nama Richard Louhenapessy, walikota Ambon. Beberapa alasan dikemukakan, sebagai dasar ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon, itu cocok dipasangkan dengan Assagaff.

Namun, bagi Tuarita, sangat kecil kemungkinan Assagaff menggandeng Louhenapessy. Louhenapessy sudah memilih sebagai walikota dalam desain kepentingan politik Golkar jangka panjang di Maluku. “Tidak mungkin. Walaupun politik itu mengelola kemungkinan. RL (Richard Louhenapessy) sudah pilih jadi Walikota Ambon, bukan wagub, dan RL pasti juga tidak mau,” jelas dia.

Prev1 of 2

Most Popular

To Top