Ibrahim Sangadji Tahanan Kota – Ambon Ekspres
Hukum

Ibrahim Sangadji Tahanan Kota

Proses Tahap II- Tersangka Ibrahim Sangadji didampingi Penasehat Hukumnya, Syukur Kaliki sementara mengikuti proses jalannya tahap II, di Kantor Kejari Ambon, Jumat, (13/7).

AMEKS ONLINE, AMBON.–Berkas pemeriksaan Ibrahim Sangadji yang menjadi tersangka dugaan korupsi dana pembuatan master plan e-goverment dan proyek penguatan jaringan web Maluku telah dinyatakan lengkap oleh penyidik kejaksaan. Berkas tersebut bersama tersangka telah dilimpahkan tahap II kepada penuntut umum.
Namun pelimpahan tahap II ini tidak disertai penahanan terhadap tersangka di Rutan Kelas IIA Ambon. Namun jaksa tetap menahan tersangka dengan status tahanan kota.

Menurut Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette, penahanan Sangadji dalam jenis penahanan kota lantaran mantan Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Maluku ini dinilai koopertif dalam menjalani proses hukum hingga saat ini. “Dia (tersangka) kooperatif sehingga tidak ditahan. Yang jelas proses penyerahan tersangka dan barang bukti telah dilaksanakan. Proses tahap II dilaksanakan di Kantor Kejari Ambon, tersangka didampingi penasehat hukumnya, Sukur Kaliki,” ungkap Samy.

Dia menjelaskan, setelah dilaksanakan tahap II, maka selanjutnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini berkewenangan menyusun surat dakwaan dan adminstrasi lainnya untuk kemudian dilimpahkan ke pengadilan guna disidangkan. “Dalam waktu dekat sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan dan selanjutnya, Ibrahim Sangadji akan mempertanggung jawabkan perbuatanya di persidangan,” jelas Samy.

Dia mengatakan, Sangadji akan mempertanggung jawabkan perbuatanya di persidangan atas dua perkara yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 308.709.338. Kerugian ini berdasarkan hasil audit BPKP Wilayah Maluku. “Kerugian negara dalam kasus tersebut sudah diserahkan. Total kerugian mencapai Rp 308.709.338. Sejauh ini belum ada pengembalian kerugian negara oleh tersangka,” akui Samy.

Sebagaimana diberitakan koran ini sebelumnya, kerugian keuangan negara sementara di proyek penguatan jaringan WiFi pada Kantor Gubernur Maluku tahun 2015 senilai Rp 168 juta. Kerugian diakibatkan, Dinas Kominfo Maluku belum membayar pihak ketiga yakni CV Bintang Timur, selama tiga bulan terakhir di tahun 2015. Pembayaran per bulannya sebesar Rp 56 ribu.

Tunggakan pembayaran uang WiFi untuk tiga bulan terakhir di tahun 2015 senilai Rp168 juta, telah dilunasi CV Bintang Timur kepada pihak penyedia layanan yakni PT Telkom. Namun, yang menjadi masalah adalah pihak Dinas Kominfo Maluku belum menggantikan uang WiFi itu ke CV Bintang Timur.

Sedangkan kerugian keuangan negara sementara dari proyek pembuatan master plan di Dinas Kominfo Maluku tahun 2015 sebesar Rp 800 juta lebih. Proyek ini diketahui telah selesai dikerjakan 100 persen, sementara pihak ketiga yang mengerjakan belum menerima pembayarannya sebesar Rp 800 juta lebih.

Kepada Jaksa Penyidik, tersangka Ibrahim Sangadji mengaku telah menggunakan anggaran dua proyek di tahun 2015 itu untuk menjamu atau memfasilitasi kedatangan menteri Kominfo RI beserta istrinya di Kota Ambon pada 5 Juli 2015.(NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top