OJK Cegah Investasi Ilegal di Ambon – Ambon Ekspres
Ekonomi

OJK Cegah Investasi Ilegal di Ambon

Anggota Dewan Komisioner Bidang EPK OJK, Kusumaningtuti S Soetiono saat peluncuran program GIM Unpatti dan Seminar Investasi di Pasar Modal Indonesia, Jumat (15/7).

AMEKS ONLINE, AMBON.––Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono mengungkapkan, Provinsi Maluku merupakan salah satu daerah di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain dapat memberikan edukasi mengenai peluang berinvestasi secara online, juga menjadi salah satu langkah alternatif untuk mencegah terjadinya penawaran dari perusahaan investasi ilegal. “Dengan adanya galeri investasi mobile, maupun seminar mengenai pasar modal yang dilakukan saat ini tidak hanya dapat bermanfaat bagi mahasiswa tetapi seluruh elemen masyarakat bisa mengikutinya. Makanya kita libatkan beberapa pihak, yakni Persatuan Istri TNI dan Polri, anggota PKK Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Maluku dan Kota Ambon serta Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia. Supaya bisa melihat ini sebagai alternatif untuk membuka rekening di pasar modal,” katanya kepada wartawan usai membuka acara Peluncuran Galeri Investasi Mobile (GIM) dan Seminar Pasar Modal Indonesia di gedung Rektorat Universitas Pattimura Ambon, Jumat (14/7).

Menurutnya, ini menjadi sarana untuk masyarakat di daerah ini, jika ingin berinvestasi baiknya pada perusahaan yang legal yang diawasi oleh OJK. Masyarakat, kata dia, bisa lebih mengenal berbagai produk investasi di pasar modal kepada masyarakat sehingga mendorong minat masyarakat mengakses produk pasar modal sebagai altematif estasi dan pengelolaan keuangan, serta terhindar dari tawaran investasi yang tidak bertanggungjawab yang saat ini semakin marak. “Produk investasi yang ditawarkan juga dimonitor oleh regulator. Sehingga terhindar dari tawaran-tawaran tidak sah, karena tidak ada izin. Hanya memberikan tawaran yang menarik dengan imbal hasil yang lipat ganda dibandingkan dengan produk-produk yang tidak sah,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap, masyarakat dapat memahami betul terkait bagaimana perencanaan keuangan dan mengerti alternatif bukan hanya mengenal perbankan, asuransi maupun lainnya. Tapi juga pandai berinvestasi yang sudah terlatih. “Ini merupakan kerjasama dari berbagai pihak terkait, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Philip Securities Indonesia dan Universitas Pattimura. GlM ketujuh di Ambon ini merupakan kelanjutan dari bergulimya pilot project GIM di berbagai kampus di daerah sejak ada peluncuran GIM sekaligus pelaksanaan seminar tentang pasar modal,” jelasnya.

Dikatakan, upaya membangun galeri investasi di berbagai kampus juga didorong untuk mengembangkan literasi dan inklusi sektor pasar modal ke masyarakat. Mengingat, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Indonesia tahun 2016, tingkat literasi pasar modal sebesar 44 persen dan tingkat inklusinya 1,3 persen. “Untuk itu pengetahuan dan minat masyarakat dalam memanfaatkan produk keuangan di pasar modal perlu dikembangkan melalui peningkatan pemahaman dan kemudahan akses produk layanan keuangan di sektor tersebut tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang relatif stabil dan meningkat pada 2017 ini diharapkan dapat mendorong minat masyarakat berinvestasi di pasar modal,” tuturnya.

Sampai den bulan Juni 2017, kata dia, berdasarkan data BEI diketahui jumlah investor di Indonesia mencapai 573.723 orang, dengan jumlah perusahaan sekuritas aktif sebanyak 109 perusahaan, serta rata-rata transaksi per bulan Rp 7,35 triliun.

Rektor Unpatti, Prof Marthinus J Saptenno menilai, banyak masyarakat yang belum terlibat secara maksimal dalam rangka berinvestasi di bidang ini. “Sampai saat ini, orang lebih suka berinvestasi di bank tanpa berpikir bahwa ada peluang lain juga. Oleh sebab itu, dengan melibatkan banyak pihak untuk diberikan pemahaman terkait pasar modal, ini menjadi penting dan peluang memberikan sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, dengan diberikan pemahaman yang cukup mengenai pasar modal serta adanya GIM, maka tentu memberikan manfaat baik bagi mahasiswa maupun masyarakat dalam memanfaatkan peluang ini. “Saya berharap minimal 10 persen dari jumlah mahasiswa yang ada di Unpatti bisa terlibat langsung dalam bidang ini,” harapnya.(IWU)

Click to comment

Most Popular

To Top