Penanganan Bencana Diusulkan ke APBD – Ambon Ekspres
Amboina

Penanganan Bencana Diusulkan ke APBD

Zeth Pormes

AMEKS ONLINE,AMBON.– Kondisi Kota Ambon pasca terjadinya bencana banjir dan longsor masih dalam pengawasan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon. Bantuan yang diberikan masih berupa tanggap darurat. Namun BPBD didesak untuk segera memasukan data bencana, untuk diusulkan ke APBD murni maupun perubahan tahun 2018.

Ketua Komisi I DPRD Ambon, Zeth Pormes mengatakan, dalam rapat beberapa waktu lalu bersama BPBD Kota Ambon, telah disampaikan untuk segera melakukan pendataan terhadap sejumlah titik bencana yang terjadi akibat musim penghujan yang melanda Kota Ambon. ‘’Sejak masuk musim penghujan, kita selalu berkoordinasi dengan BPBD melalui rapat kerja. Fase pertama sudah kita lalui terkait bencana banjir dan longsor yang memakan korban jiwa. Dan kita sudah minta BPBD untuk mendata semua titik longsor, baik rekonstruksi dan rehabilitasi,” ungkap Pormes.

Dirinya mengaku, dari pendataan tersebut ketika diusulkan ke DPRD maka akan dibahas kemudian dimasukan ke APBD Perubahan maupun APBD murni tahun 2018. “Kita akan tetap mendorong. Makanya kita mendesak agar data tersebut nantinya bisa disampaikan. Kita dorong di APBD perubahan atau murni 2018 untuk dilakukan perbaikan. Dan dari informasi yang disampaikan, masih sementara disiapkan datanya. Dan jiika sudah dimasukan, maka kita akan rapat untuk masukan rancangan programnya untuk menjadi prioritas,” terangnya.

Politisi Golkar ini menilai, penanganan bencana masih bersifat tanggap darurat dan belum dilakukan perbaikan. Olehnya itu, masyarakat harus terlibat dalam menjaga lingkungan. “Semuanya kembali kepada masyarakat. Masyarakat harus tetap menjaga lingkungan bersih dari sampah. Bagi yang tinggal di lereng bukit untuk tidak menebang pohon secara sembarangan. Begitupun di bantaran sungai untuk tidak membuang sampah sembarang. Masyarakat harus tetap waspada terhadap banjir dan longsor ketika hujan tak kunjung reda,” pesannya.

Sementara itu, data dari BPBD Kota Ambon disebutkan bahwa sejak Mei hingga Juni ini titik longsor yang terjadi sudah mencapai lebih dari 200 titik. Hingga kini, penanganan masih bersifat tanggap darurat. Dimana hanya bantuan seperti terpal, karung, gerobak dan sekop yang baru dibagikan kepada warga untuk mengantisipasi terjadinya bencana susulan. “Jadi sampai saat ini, BPBD Kota Ambon masih melakukan pendataan terhadap jumlah bencana longsor maupun banjir. Dan bantuan yang diberikan juga masih bersifat tanggap darurat. Untuk perbaikan sampai saat ini belum. Karena masih melakukan pendataan. Jika selesai baru akan disampaikan ke pimpinan,” tandas Kabid Kedaruratan dan Logstik BPBD Kota Ambon, Abdullah Jabar Raharusun ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, Selasa (18/7).

Dia mengaku, data korban bencana terakhir pada Juli 2017 masih terus didata. “Untuk data bencana sampai dengan kemarin masih dilakukan pendataan. Karena masih banyak warga yang terus berdatangan untuk melaporkan kondisi lingkunganya yang mengalami longsor. Nanti selesai pendataan barulah disampaikan pimpinan ke walikota maupun DPRD,” ujarnya.

JEMBATAN DIPERBAIKI
Sementara itu, selain di Kota Ambon, bencana yang terjadi akibat hujan deras juga terjadi di sejumlah wilayah di Maluku. Bahkan, dilaporkan sejumlah jembatan penghubung di beberapa wilayah terputus.

Untuk mengantisipasi putusnya akses masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maluku, telah melakukan upaya perbaikan secara darurat. Kepala Dinas PU Maluku, Ismail Usemahu mengatakan, pihaknya telah mengirimkan sejumlah material untuk perbaikan sejumlah jembatan yang putus akibat hujan deras pada Minggu hingga Senin lalu. “Jembatan penghubung di Desa Ureng, kemudian jembatan Wae Ela di Negeri Lima, sudah kami kirimkan material untuk perbaikan jembatan secara darurat di dua kawasan itu,” kata Usemahu kepada wartawan di Kobinsonta, Selasa (18/7).

Menurut dia, material yang dikirimkan itu yakni kayu dan besi. Direncanakan material itu akan digunakan untuk membangun jembatan darurat disamping jembatan utama yang terancam putus. “Sudah ada mobilitas kayu dan besi untuk dibangun pada samping jembatan yakni jembatan darurat guna menghindari terputusnya transportasi masyarakat. Terutama di Jazirah Leihitu,” jelas dia.

Selain itu, kata dia, jembatan di Kecamatan Tehoru juga ada yang terputus, dan kondisi tersebut tetap akan diantisipasi untuk segera diperbaiki. “Begitu ada bencana yang berakibat timbulnya kerugian di masyarakat, maka langsung kita sikapi. Kita tidak berlama-lama, apalagi sampai itu meresahkan masyarakat. Biar darurat yang penting bisa untuk perlancar akses masyarakat. Dan sampai saat ini jembatan yang putus itu sudah bisa dilewati masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Said Assagaff yang dimintai komentar mengatakan, turut prihatin atas musibah bencana alam akibat hujan deras yang mengguyur Kota Ambon, sejak kemarin hingga menimbulkan sejumlah kerugian di masyarakat. “Saya sudah perintahkan untuk segera ditangani. Jembatan yang putus juga segera dibuat darurat sehingga tidak ada masyarakat yang tak bisa lewat apalagi sampai akses transportasi putus itu tidak boleh,” tegas Assagaff singkat.
(ISL/AHA)

Most Popular

To Top