Jasad Bayi Ditemukan Membusuk – Ambon Ekspres
Kriminal

Jasad Bayi Ditemukan Membusuk

TEMUAN MAYAT: Anggota kepolisian Polsek Sirimau mengevakuasi jenazah bayi yang di temukan di bawah Jembatan Merah Putih, Rabu (19//7).SAHDAN FABANYO/AMEKS

AMEKS ONLINE, AMBON.—Sesok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan membusuk di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Desa Galala, Kecamatan Sirimu, Kota Ambon, Rabu (19/7). Siapa orang tua pembuang bayi ini belum diketahui. Polisi masih berupaya mengungkap kasus ini.

Jenazah bayi malang yang diduga dibuang setelah lahir itu ditemukan sekira pukul 11.00 WIT. Dullah Salakula (31), warga setempat yang pertama kali melihat jazad bayi malang itu.

Saat ditemukan, jazad itu berada di dalam kardus, terbalut kain berwarna merah dan diisi dalam tas plastik warna hitam. Diduga bayi malang ini hasil hubungan gelap. Orang tuanya tidak ingin diketahui sehingga tega membuang buah hati mereka di bawah JMP.

Dullah Salakula merupakan petugas pemeliharaan JMP. Menurut dia, awalnya dia sementara berada di tempat kejadian (TKP), mencium bau busuk. Karena penasaran, dia kemudian mencari sumber bau busuk tersebut.
Dia kemudian menemukan ada banyak lalat yang mengerumuni di karton bersisi jasad bayi tersebut. ”Ada bau busuk. Saya cari dimana bau busuk itu. Arahnya ke karton dan saat dibuka karton ternyata ada mayat bayi,” tandas Dulla, kemarin.

Dia kemudian menghubungi salah satu temannya yang juga anggota polisi, Bripka Mulyana lewat telepon seluler. Tidak lama kemudian, personil Polsek Sirimau yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Meity Jacobus dating ke lokasi kejadian. Mereka langsung mengamankan TKP dan mengevakuasi jasad bayi ke RS Bhayangkara Polda Maluku untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis. ”Hasil pemeriksaan dari rumah sakit, jenazah dibungkus kain sarung warna merah dan dibungkus tas plastik warna hitam. Kondisi jenazah sudah tidak utuh. Jenasah dalam proses pembusukan,” jelas Meity Jacobus.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan petugas medis, juga dipastikan bayi tersebut dilahirkan dengan usia kandungan cukup. Dan bayi malang itu diperkirakan sudah beberapa hari dibuang pelaku di kawasan JMP. ”Usianya cukup bulan untuk lahir. Diperkirakan kematian bayi sudah lebih dari tiga hari,” jelasnya.

Meity menyebut, kuat dugaan bayi ini merupakan hasil hubungan pasangan tidak resmi. Bayi tersebut dilahirkan dan meninggal. Untuk menghindari malu sehingga tidak dikubur selayaknya, orang tua bayi diduga memilih untuk membuang jasad bayi tersebut untuk menghilangkan jejak. ”Anggota sementara menyelidiki pelaku yang membuang jasad bayi ini. Sementara kita masih menggali informasi dari warga disekitar lokasi kejadian,” jelasnya.

Dengan adanya temuan ini, menambah sederet kejahatan pembuangan jenazah bayi di wilayah Kota Ambon yang hingga kini belum terungkap siapa pelakunya. Sebelumnya, penemuan janin bayi di sungai Wairuhu. Bayi perempuan ini diperkirakan berusia 6 bulan. Ditemukan oleh seorang bocah pada 3 April 2017 sekira pukul 16.00 WIT.

Kemudian pada 15 September 2016, lalu juga ditemukan mayat bayi laki-laki di kali Wairuhu, Desa Hative Kecil, Kecamatan Sirimau. Selain itu, temuan yang saja juga pernah menghebohkan warga di depan Kantor Imigrasi di Jalan dr Kayadoe, Kudamati, Kecamatan Nusaniwe Ambon pada 5 Agustus 2016.(ERM)

Click to comment

Most Popular

To Top