Komar Bidik Timisela dan Ruhulessin Pasangan Dalam Pilgub 2018 – Ambon Ekspres
Berita Utama

Komar Bidik Timisela dan Ruhulessin Pasangan Dalam Pilgub 2018

Komarudin Watubun

AMEKS ONLINE, AMBON.––Komarudin Watubun sudah menyatakan diri maju dan telah melakukan sosialisasi di PDI Perjuangan sebagai bakal calon gubernur Maluku. Kini, dia tengah menjajaki format pasangan dan koalisi partai politik pengusung. Dua nama yang menguat adalah Mozes Rudi Timisela dan Johny Christian Ruhulessin.

Gerakan Komarudin menuju kontestasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku 2018, sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu. Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Papua Barat itu sudah membangun komunikasi langsung dengan ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Bahkan, dia juga sudah didorong oleh mantan gubernur Maluku dan politisi senior PDIP, Karel Albert Ralahalu. Selanjuntnya, nama dia diusulkan oleh DPC-DPC PDIP se-Maluku sebagai satu dari beberapa kader lainnya untuk jadi bakal calon gubernur. Keseriusan Komar-sapaan akrabnya-maju ditandai dengan mendaftar di PDI Perjuangan.

Komar juga telah mensosialisikan diri ke DPC PDIP Kota Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat. Selain itu, juga bertemu dengan sejumlah bupati dan walikota di Maluku. “Jadi, yang bilang tidak serius, itu siapa ? MI (Murad Ismail) saja belum pernah ke kabupaten/kota bilang serius, apalagi Komar,” kata salah satu elit di DPD PDIP Maluku kepada Ambon Ekspres, Rabu (19/7).

Tetapi, berbeda dengan kandidat cagub lainnya yang dalam beberapa bulan terakhir sudah mengumbar nama pasangannya ke publik, Komar justru masih diam. Namun, kata sumber tersebut, sebenarnya Komar telah membangun komunikasi dengan empat orang. Diantaranya Rudi Timisela dan beberapa nama lainnya. “Rudi sangat berpeluang dan lain juga punya peluang. Proses ini masih panjang. Ibarat makanan, maka proses ini masih mentah, belum masak,” jelasnya.

Bebebarapa alasan menjadi dasar bagi Komar untuk membidik kandidat nama-nama tersebut. ”Dari aspek strategis, pasti mereka punya posisi menentukan kemenangan. Aspek wilayah, kultur dan juga basis rill,” paparnya.

Sejumlah kader dan orang dekat Komar yang dikonfirmasi mengatakan, selain Timisela, juga ada Johny Christian Ruhulessin, Julius Latumaerissa dan Marthin Jonas Maspaitella. Komar memiliki selera figur berjiwa muda. Namun survei dan beberapa pertimbangan strategis lainnya yang akan menjadi penentu. “Itu baru didorong saja. Tapi pak Komar punya keinginan, itu yang pasti orang Maluku, berjiwa muda begitulah. Kalau surveinya baik, maka partai juga akan melihat. Lalu, beliau akan mempertimnbangkan hal lain,” kata kader PDIP lainnya.

Komar, lanjut sumber, juga sudah membangun komunikasi dengan beberapa partai politik khususnya yang tergabung dalam koalisi Indonesia Hebat, yakni PDIP, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI di tingkat pusat. Jika direkomendasi PDIP, Komar akan meminta partai-partai tersebut akan diminta menyodorkan cawagubnya. “Beliau sudah jajaki untuk bangun komunikasi dengan beberapa partai politik di pusat yang berada dalam koalisi Indonesia Hebat. Dan akan beliau lakukan koalisi dengan salah satu partai yang akan menyodorkan wakilnya. Lalu jadi paket (pasangan),” terangnya.

REKOMENDASI PDIP
Rekomendasi PDIP sedang diincar oleh delapan bakal calon gubernur. Yang bukan kader PDIP, yakni Said Assagaff, Herman Koedoeboen, Murad Ismail dan Johuzua Max Yoltuwu. Sementara Komarudin Watubun, Barnabas Nathaniel Orno, Tagop Soulisa, dan Bitzael Silvester Temmar adalah kader.

Sementara pendaftar wakil, yakni Abdullah Vanath, Mozes Rudi Timisela, Anderias Rentanubun, Edwin Adrian Huwae (ketua DPD) PDI Perjuangan Maluku) dan Evert Kermite (ketua BK DPD PDIP Maluku). Sumber optimis, kemungkinan besar Komar mendapat rekomendasi. “Rekomendasi PDI Perjuangan itu Komar punya. Kalau tidak ke beliau, maka pasti beliau ditanya, mau kasih ke siapa. Itu informasi sangat A1,” tambah dia.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDI Perjuagan Maluku, Tobhyhend Sahureka mengatakan, konsultan akan menyurvei bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar di PDIP akhir Juli. Selain popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas masing-masing kandidat, survei juga mengukur tingkat penerimaan masyarakat dalam format pasangan. “Konsultan akan menyesuaikan dengan cuaca di Maluku, agar sampelnya bisa maksimal,” jelas Sahureka.

Disinggung soal klaim peluang rekomendasi untuk Komar, Sahureka menilai, itu sah-sah saja. Sebab, Komar merupakan ketua DPP yang pasti terlibat dalam penetapan rekomendasi. “Itu kan sah-sah saja. Lagian yang memberikan rekomendasi, itu kan DPD partai dan Pak Komar sebagai ketua DPP partai yang ikut serta dalam membahas rekomendasi,” katanya.

Namun, lanjut dia, Komar akan rasional dalam membuat keputusan. ”Namun, perlu diingat bahwa Pak Komar bukanlah politisi aji mumpung (bahasa jawa; memanfaatkan kesempatan demi meraih keuntungan pribadi). Beliau itu orangnya sangat rasional dalam mengambil suatu keputusan politik,” tukasnya. (TAB)

Most Popular

To Top