Kapal dan 8 Penumpang Hilang – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Kapal dan 8 Penumpang Hilang

Ilustrasi Kapal Tengelam/Foto: Net

AMEKS ONLINE, MASOHI.— Di tengah ancaman badai di laut Maluku yang dikeluarkan Badan Meterologi dan Geofisika Maluku, KLM Sarana Perkasa hilang dalam perjalanan dari Pelabuhan Ina Marina Masohi menuju Banda Naira Kecamatan Pulau Banda.

Kapal ini lepas tali dari pelabuhan Ina Marina sejak Rabu (19/7), namun hingga Jumat (21/7) belum tiba ditujuan, Banda Naira. Kemampuan jelajah kapal dengan rute yang sama ditaksir hanya mencapai 14 jam, namun hingga berita ini naik cetak informasi keberadaan kapal belum juga terdeteksi.

Kepala Bagian Ops Polres Maluku Tengah, Kompol Gesksy Mansye di Masohi membenarkan kapal itu hilang. “Iya benar, kapal hilang sejak hari Rabu dan belum tahu persis penyebab, tapi dugaan karena cuaca buruk dan gelombang,” kata Geksi.

Kelima ABK antara lain, Usman Asima (52), Adjati (52), Awat Wances (48), La Imu (48), Nurdin Iman(29). Sementara tiga penumpang anggota Danramil 1502 Banda masing-masing Serka La Barumbu, Serka Saharudin Tanimba dan Sertu Jainudin.

Kapal tersebut memuat 15 ton bensin dan 10 ton Solar. “Totalnya 25 ton bahan bakar untuk dibawa ke Banda,” jelasnya.

Ode Parti Ibrahim, istri Usman yang juga nahkoda kapal menuturkan, dia hilang kontak dengan suaminya sejak kapal meninggalkan pelabuhan Ina Marina. “Penjelasan dari istri nakoda bahwa  sudah dua hari tidak ada komunikasi dengan suaminya, dan belum mendapat Informasi tentang keberadaan kapal,” kata Geksi.

Sampai tadi malam, belum dapat dipastikan lokasi terakhir termasuk kemungkinan lokasi kapal terdampar. “Kapal motor Sarana Perkasa adalah kapal motor pengangkut BBM. Ada 8 orang yang menumpang kapal saat itu. Yakni, 5 orang pemilik BBM dan 3 orang anggota Koramil Banda. Kapal belum diketahui keberadaannya hingga kini,” akui Camat Banda, Kadir Sarlan.

Kepada koran ini, camat mengaku sudah mengkoordinasikan hal ini dengan pihak terkait. Namun sampai kemarin belum ada upaya untuk melakukan pencaharian. Cilakanya Badan SAR yang bermarkas di Banda pun tidak dapat melakukan apa-apa karena tidak memiliki bahan bakar. “Koordinasi kita lakukan sejak 24 jam kapal tidak tiba di tujuan (Banda Naira). Usaha yang kita lakukan adalah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui BPBD,” kata Kadir.

Selain itu, dia juga sudah berkoordinasi dengan Camat Tehoru dan Nusalaut. “Kita juga berkoordinasi dengan syahbandar serta Badan SAR Maluku. Selain itu kita juga sudah mendorong usaha pencarian melibatkan nelayan setempat tapi belum ada kabar keberadaan kapal hingga saat ini,” serunya.

Pencaharian, akui dia, belum maksimal karena kemampuan pencarian terbatas, karena kemampuan jelajah dan ketersediaan bahan bakar. “Badan SAR Banda sendiri tidak bisa bergerak melakukan pencarian karena tidak memiliki bahan bakar. Dari camat-camat juga belum ada informasi tentang keberadaan kapal hingga saat ini” ungkap Kadir via selular.

Informasi yang berhasil dikantongi koran ini, hilangnya kapal diprediksi karena kondisi cuaca yang ekstrem di laut. Pasalnya kondisi yang sama disampaikan oleh sejumlah masyarakat yang sempat melintas saat itu. ‘’Memang kondisi lautan bergelombang disertai angin kencang. Selain kapal Sarana Perkasa, ada kapal lain yang juga berlayar dengan rute yang sama saat itu. Kapal tersebut sudah tiba di tujuan (Pulau Rhun) tapi kapal Sarana Perkasa tidak ada kabar hingga saat ini,” ungkap sumber koran ini.

Informasi belum diketahuinya keberadaan kapal Sarana Perkasa juga diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Dari semua informasi yang kita terima, belum ada kabar tentang keberadaan kapal. Informasi dari kapal juga terputus hingga saat ini,” kata Sekretaris BPBD Malteng, Haradji Patty.

Haradji berharap, ada koordinasi intens dari semua instansi untuk memantau perkembangan keberadaan kapal demi memudahkan langkah-langkah selanjutnya. “Belum dapat diprediksi keberadaan kapal. Bisa di laut Banda, Seram maupun dilaut Saparua. Pencarian masih terus dilakukan tapi hingga kini belum ada informasi positif,” sebutnya.(MYX)

Most Popular

To Top