Konstruksi Transit Passo Amburadul – Ambon Ekspres
Hukum

Konstruksi Transit Passo Amburadul

PEMERIKSAAN: Tim penyidik Kejati Maluku bersama tiga orang ahli melakukan pemeriksaan terhadap fisik bangunan proyek transit Passo. Tampak bangunan Terminal Transit Passo yang hingga kini belum rampung (insert).SAHDAN FABANYO/AMEKS

AMEKS ONLINE, AMBON.— Mega proyek terminal transit Passo tipe B di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon sangat disayangkan. Selain belum difungsikan hingga kini, proyek bernilai Rp 55 miliar itu ternyata konstruksinya amburadul.

Hal ini tergambar saat turunnya tim penyidik bersama tiga ahli dari Poltek Negeri Ambon beberapa waktu lalu. Proyek tersebut, diketahui pekerjaannya tidak sesuai dengan bestek yang tentunya menguntungkan pihak pelaksana proyek maupun pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan tersebut.

Informasi yang dihimpun koran ini, proyek yang dikerjakan PT Reminal Utama Sakti dengan direkturnya, Amir Gaus Latukonsina ini perkerjaannya sangat amburadul. Hal tersebut tergambar melalui kontruksi pembangunan proyek. Misalkan, pada tiang-tiang bangunan yang tidak diplaster. Hamer yang dipakai untuk mendeteksi kekuatan gedung tersebut ternyata tidak bisa terpakai akibat gedung yang tidak di plester. “Pemeriksaan sifatnya terbuka saat itu. Amir Latuconsina dan Jhony Lucky Metubun selaku konsultan pengawas yang hadir saat itu juga kami menanyakan soal konstruksi tiang tersebut. Namun Amir tak mampu menjelaskan. Ia hanya berdalih semua dikerjakan sama. Sedangkan Jhony Lucky mengaku, tidak mengetahui soal plester karena bukan tupoksinya,” kata sumber internal Kejati Maluku, kepada Ambon Ekspres, Jumat (21/7).

Gedung ini terdiri dari gedung A dan B. Proses pemeriksaan bersama dilakukan dengan menggunakan pilox sebagai tanda telah dilakukannya proses pemeriksaan. Bukti pemeriksaan dipertangungjawabkan oleh tim ahli kepada penyidik.”Yang kami pakai adalah ahli profesional. Terhadap fisik proyek yang amburadul itu akan dipertanggungjawabkan ahli kepada kami. Akan kami lanjutkan lagi pemeriksaan lapangan bersama ahli pada Rabu (26/7),” akui sumber lainya.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada Ambon Ekspres mengaku, proses penyididikan terhadap proyek yang dibangun sejak 2007 hingga 2015 dan tidak ada hasilnya itu masih dalam tahap penyidikan.

Dan kaitan dengan materi pemeriksaan pihaknya tidak mengetahui. “Soal materi saya tidak tahu. Apalagi soal hasil pemeriksaan lapangan kemarin, itu kewenangan penyidik. Silakan ikuti saja,” kata Samy.

Samy menambahkan, pemeriksaan fisik oleh tim ahli poltek bertujuan untuk menguji apakah fisik terminal transit Passo sudah dikerjakan sesuai dengan kontrak ataukah tidak, baik dari segi volume maupun kualitas atau mutu. “Nah, hasil pemeriksaan tersebut tentunya memiliki korelasi dengan penghitungan kerugian keuangan negara nantinya,” jelasnya.

Tim ahli Politeknik Negeri Ambon mulai memeriksa fisik proyek terminal transit tipe B tahun 2007-2015 di Desa Passo, Rabu (19/7). Pemeriksaan fisik merupakan rangkaian penyidikan untuk memperkuat bukti dugaan korupsi proyek yang telah menguras anggaran senilai Rp 55 miliar itu.

Pemeriksaan dipimpin ketua tim penyidik Ramadani. Sementara tim ahli diketuai oleh Wem Gaspersz, didampingi Yopi Lopulalan dan Novi Syaranamual. Ketiganya memiliki keahlian soal beton.

Tak hanya itu, ikut dalam pemeriksaan juga Direktur Utama PT Remina Sakti Amir Gaus Latuconsina, mantan Kadis Perhubungan Kota Ambon Angganoto Ura, Kadis Perhubungan Piet Saimina, tim teknis Dinas PU Kota Ambon Melianus Latuihamallo, dan konsultan pengawas dari CV Jasa Intan Mandiri, Jhony Lucky Metubun.

Informasi yang didapat koran ini, ada nama AG Latuheru akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut. Pasalnya, nama Sekretaris Kota (Sekot) Ambon itu disebut tidak lepas dari pekerjaan pembangunan proyek tersebut. Proyek ini berjalan saat Latuheru itu masih menjabat sebagai Kepala Inspekorat Kota Ambon.(NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top