Kajati Obral Janji Lagi – Ambon Ekspres
Hukum

Kajati Obral Janji Lagi

Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku

AMEKS ONLINE, AMBON.––Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Manumpak Pane kembali obral janji terkait penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan terminal Transit Passo. Sebelumnya, dia berjanji dihadapan media massa dan elektronik di daerah ini bahwa akan mengumumkan tersangka pada akhir Juli ini. Namun nyatanya janji itu justru diingkari.

Kini Pane kembali berjanji akan mengumumkan tersangka pada Agustus mendatang. “Ya, untuk umumkan tersangka tidak di akhir bulan Juli ini. Yang pasti diawal Agustus nanti,” ungkap Pane kepada Ambon Ekspres di depan Kantor Kejati Maluku, Rabu (26/7). Tampak disitu, Aspidsus, Victor Saut Tampubolon, Aswas Fredy Siregar, dan Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette.

Dia mengaku, perkara atas proyek yang telah menghabiskan uang daerah sebesar Rp 55 miliar itu sementara dalam tahap penyidikan. Dia juga berjanji, tim penyidik dalam perkara tersebut akan melaksanakan serangkain penyidikan secara serius dan trasparan serta cepat, sehingga kepastian hukum atas perkara tersebut segera terjawab. “Penyidikan masih terus berjalan. Ikuti saja prosesnya, kita tetap profesional dan transparan,” kata Pane.

Menyinggung soal apakah kemungkinan saat ini tim penyidik dalam perkara yang ikut membawa nama mantan Walikota Ambon, MJ Papilaja ini sudah dikantongi nama tersangka, Pane menyebut kalau belum ada. “Sementara penyidikan masih berjalan. Tersangka belum ada. Namun yang pasti diawal Agustus 2017 nanti tersangkanya sudah bisa kita umumkan,” terang dia.

Praktisi hukum, Hendrik Lusikooy kepada koran ini mengingatkan komitmen Kajati Maluku, Manumpak Pane. Menurut dia, saat ini masyarakat lebih intens dalam mengawal setiap proses perkara yang ditangani kejaksaan maupun kepolisian. Karena yang diusut adalah perkara korupsi yang nota bene berkaitan dengan masyarakat. “Kalau seperti itu, komitmen pimpinan Kejati Maluku untuk memberantas korupsi harus dipertanyakan. Masyarakat cerdik melihat hal seperti ini. Kalau belum waktunya diumumkan tersangkanya jangan diumbar dulu ke publik. Karena, terkesan gaduh. Karena janji sebelumnya di akhir bulan ini ternyata sekarang janji lagi. Ini yang patut dipertanyakan komitmen mereka,” tegas Hendrik.

Dia mengharapkan agar serangkaian penyilidikan terhadap perkara korupsi proyek pembangunan terminal transit tipe B di Desa Passo dapat segera dituntaskan. Kepastian hukum dalam perkara tersebut harus dapat diketahui publik. “Jangan ada tebang pilih. Hukum yang berbicara atas penanganan kasus tersebut. Tegakkan keadilan untuk kesejateraan masyarakat. Jangan kita hanya berjanji, namun janji itu belum dapat ditepati,” tandas Hendrik.(NEL)

Most Popular

To Top