Perkosa Menantu, Dituntut 10 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Hukum

Perkosa Menantu, Dituntut 10 Tahun Penjara

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, MASOHI.–Lutfi (45), warga yang berdomisili di Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dituntut hukuman penjara selama 10 tahun. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, kemarin.

Menurut JPU Meggy Parera, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana persetubuhan dengan kekerasan serta perbuatan cabul terhadap menantunya sendiri (sebut saja Mawar). “Perbuatan terdakwa LH alias Lut terbukti melakukan tindak pidana barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, sebagaimana terbukti melanggar pasal 285 KUHP jo pasal 287 KUHP,” ucap Meggy Parera saat membacakan tuntutannya di persidangan.

JPU menjelaskan, saat bersaksi di persidangan, terdakwa mengaku bahwa dirinya melakukan persetubuhan terhadap saksi korban tahun 2016. Saat itu, tidak ada orang di rumah. Suami korban yang adalah anak tertua terdakwa sedang pergi melaut. Isteri terdakwa saat itu pergi berjualan, dan anak terdakwa yang lainnya sedang pergi bersekolah.

Terdakwa kemudian masuk kedalam kamar tidur korban dan melihat korban sedang tidur. Terdakwa langsung naik di atas badan korban. Kaget melihat mertuanya, korban langsung berusaha lari. Namun terdakwa menarik baju korban hingga robek dan menidurkan korban diatas tempat tidur.

Tiba-tiba, anak terdakwa inisial F pulang sekolah dan mengucapkan salam. Mendengar F pulang sekolah, saksi korban langsung berteriak minta tolong agar pintu didobrak dan F bisa masuk. Namun, terdakwa terlebih dahulu memberi uang kepada anaknya itu untuk membeli mie instan.

Setelah F pergi, terdakwa kembali melancarkan aksi bejatnya dengan menyetubuhi korban secara paksa. Terdakwa juga mengakui kembali melakukan persetubuhan terhadap korban dengan cara yang sama pada hari yang lain.

Terdakwa melakukan persetubuhan terhadap korban karena terdakwa sudah dipengaruhi nafsu dengan korban. Terdakwa mengakui sudah lama tidak sekamar dengan istrinya. Namun hanya sesekali saja melakukan hubungan suami – istri.

Terdakwa juga mengaku pernah meminta korban agar tidak menceritakan perbuatan terdakwa kepada orang lain. Terdakwa tidak tahu bahwa korban sedang mengandung, tapi terdakwa melihat perut saksi korban memang agak besar atau menonjol.

Usai mendengar pembacaan tuntutan JPU, hakim tunggal Mathius, kemudian menunda persidangan hingga pekan depan, dengan agenda sidang pembelaan oleh kuasa hukum terdakwa, Marcel J Hehanussa.(NEL)

Most Popular

To Top