Menanti Penyidikan Kasus Repo – Ambon Ekspres
Hukum

Menanti Penyidikan Kasus Repo

Manumpak Pane

AMEKS ONLINE, AMBON.––Hingga kini belum ada langkah dari tim penyidik Kejati Maluku untuk dilakukannya serangkaian penyidikan atas perkara Reverse Repo fikitif bernilai Rp 238,5 miliar. Kajati Maluku, Manumpak Pane menjanjikan, penyidikan atas kasus milik PT Bank Maluku dan Malut itu dimulai awal Agustus ini.

Menurut dia, terganjalnya perkara tersebut ditahap penyidikan akibat keterbatasan tenaga penyidik. Saat ini tim penyidik lebih menfokuskan diri untuk penuntasan perkara terminal terminal Transit Passo bernilai Rp 55 miliar. “Kami pastikan awal Agustus nanti akan dilakukan serangkaian penyidikan terhadap perkara repo setelah adanya pengumuman tersangka terminal transit,” janji Pane.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada Ambon Ekspres mengatakan, perkara Repo saat ini sudah dalam tahap penyidikan dan dipastikan dalam waktu yang tidak lama lagi serangkain penyidikan segera dilakukan. “Untuk perkara Reverse Revo, menurut keterangan beliau (kajati) sebelumnya bahwa rangkaian penyidikannya akan dimulai awal Agustus. Saya kira kita ikut saja. Kan kita baru saja masuk bulan Agustus, jadi silahkan diikuti saja prosesnya mulai besok dan seterusnya,” kata Samy.

Samy menjelaskan, kasus yang diduga menyeret nama mantan Direktur Pemasaran PT. Bank Maluku dan Malut, Willem Patty itu akan dilangsungkan penyidikanya setelah diumumkan tersangka dalam perkara terminal transit Passo. “Yang pasti, nanti diikuti saja. Karena setelah diumumkan tersangka perkara transit barulah serangkaian penyidikan berjalan. Karena tim penyidik juga terbatas,” jelas Samy.
Menurut samy, kejaksaan tetap bekerja secara profesional dan transparan dalam menuntaskan perkara dimaksud. “Walaupun lama, akan tetapi perkara tersebut akan dituntaskan hingga ada kepastian hukum,” tandas Samy.

Praktisi Hukum, Noke Patirajawane mendesak agar Kejati Maluku segera menjawab janji mereka dalam penuntasan kasus repo. Karena kasus bernilai Rp 238,5 miliar ini tentunya merupakan perkara “seksi” dan menjadi perhatian serius masyarakat. “Ya, harusnya jaksa konsisten. Harus menjawab apa yang menjadi pernyataan mereka. Kami pikir, serangkain penyidikan haruslah dijalankan ditahap penyidikan. Karena perkara transit nilainya kecil bila dibandingkan dengan perkara repo yang tentunya menjadi perhatian serius oleh masyarakat,” tegas Noke.

Dia juga berharap agar ada kepastian hukum atas perkara tersebut. “Lebih cepat lebih baik. Karena yang dicari adalah kepastian hukum. Apalagi perkaranya sudah dalam tahap penyidikan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan terlebih dahulu,” tandas Noke.
Diberitakan sebelumnya, Kajati Maluku, Manumpak Pane menjanjikan akan dilakukan serangkain penyidikan terhadap perkara Reverse Repo fiktif awal Agustus. Menurut dia, penuntasan perkara akan mengacu pada SOP yang ada. Artinya, telah ditentukan batas waktu penganan perkara ditahap penyidikan yakni, 30 hari kerja. Dengan demikian, proses penganan perkara atas kasus Bank Maluku dengan PT. AAA Securitas ini segera dituntaskan. “Yang jelas, selama saya menjabat saya tidak mau ada tunggakan perkara. Itu berarti semua kasus harus dituntaskan berdasarkan SOP yang telah ditentukan, dan itu berlaku untuk semua kejari dan cabjari se-Maluku,” jelas Pane.

Kasi Penyidikan Kejati Maluku, Ledrik Takandengan dalam kegiatan itu juga menambahkan, kasus repo akan dituntaskan berdasarkan perintah pimpinan Kejati Maluku dengan dilandaskan pada SOP yang ada. Selain itu, kata dia, kasus repo merupakan kasus yang baru sehingga perlu dilakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk membantu proses penanganan perkara tersebut. “Kasus repo ini merupakan kasus yang baru di Maluku. Kami telah berkoordinasi dengan OJK dan BI selaku instansi terkait untuk kemudian membantu kami dalam memaksimalkan penanganan perkara tersebut,” jelas Ledrik.

Dalam kasus repo obligasi milik PT Bank Maluku dan Malut mulai ditangani Kejati Maluku sejak awal 2016 lalu. Dalam proses penyelidikanya, terhitung sudah puluan saksi yang telah dimintai keterangan. Mereka diantaranya mantan Direktur Utama PT Bank Maluku dan Malut, Dirk Soplanit, mantan Direktur Pemasaran PT Bank Maluku dan Malut, Willem Patty dan Kepala Devisi Treasury, Edmon Martinus. Dari keriga nama yang disebutkan ini, Willem Patty dan Edmon Martinus yang sering diperiksa di tahap penyelidikan.
(NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top