Tak Ada Ampun, PDIP Seret Arief Poyuono ke Ranah Hukum – Ambon Ekspres
Politik

Tak Ada Ampun, PDIP Seret Arief Poyuono ke Ranah Hukum

Arief Puyuono. (Foto: JPNN)

AMEKS ONLINE, JAKARTA — Meski yang bersangkutan telah meminta maaf di atas kertas bermaterai, PDIP memastikan akan menyeret Arief Puyuono ke ranah hukum akibat pernyataannya berkenaan dengan PDIP dan Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu dipicu pernyataan Arief yang menyebut Jokowi dan PDIP telah membohongi rakyat sehingga wajar dianggap seperti Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyantono, menyatakan, pihaknya tengah mengkaji hal itu untuk mengajukan gugatan hukum kepada Arief yang tak lain adalah Wakil Ketua Umum Gerindra.

“Tim hukum kami mengkaji dan akan melakukan gugatan kepada yang bersangkutan. Dalam salah satu pernyataannya menyebut kami menipu rakyat,” tegas Hasto, Selasa malam (1/8/2017).

Menurutnya, pernyataan Arief itu harus dipertanggungjawabkan terlebih telah menyangkut nama Jokowi.

Hasto menyebut, sikap Arief sama sekali tak menunjukkan kehati-hatian dan menjaga kata-kata dengan baik.

Gugatan hukum tersebut, lanjut Hasto, dimaksudkan agar memberikan pelajaran kepada yang bersangkutan.

“Dia (Arief) seharusnya bisa disiplin dalam bertindak dan juga berbicara. Janganlah menyampaikan pernyataan tanpa disadari bukti yang akurat, apalagi hanya karena kompetisi,” jelas Hasto.

Hasto memastikan, selama ini PDIP dalam melakukan kegiatan politik selalu berlandaskan Pancasila.

“Itu yang menuduh sembarangan,” tegasnya.

Seperti diketahui, Arief menyatakan usulan Presiden Jokowi dan PDIP terkait ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) dalam Undang-Undang Pemilu sebagai bentuk penipuan terhadap rakyat dengan merenggut hak konstitusi warga negara.

“Jokowi dan PDIP serta antek-anteknya membohongi masyarakat, dan kurang sampai otaknya tentang sebuah arti hak konstitusi warga negara dalam berdemokrasi,”

“Jadi, wajar saja kalau PDIP sering disamakan dengan PKI. Habis sering buat lawak politik dan menipu rakyat,” ujar Arief, Senin kemarin (31/7/2017).

(rmol/pojoksatu/fajar)

Most Popular

To Top