Melalui Program Kotaku Kota Tanpa Kumuh – Ambon Ekspres
Features

Melalui Program Kotaku Kota Tanpa Kumuh

FOTO/NET
Walikota Tual Raih Penghargaan Kepala Daerah Inovatif

Media Citra Nusantara (MNC) Group kembali menggelar acara tahunan Kepala Daerah Inovatif (KDI) tahun 2017, pada Selasa malam lalu, (1/8). Satu-satunya kepala daerah di Maluku yang meraih penghargaan bergengsi tersebut adalah Wali Kota Tual, Adam Rahayaan.

Ajang penghargaan bagi kepala daerah berprestasi oleh MNC Group ini merupakan yang keempat kali sejak pertama digelar tahun 2014 lalu. Pemberian penghargaan melalui proses yang panjang dan ketat. Tidak mudah bagi kepala daerah di Tanah Air meraih penghargaan tersebut.
Wali Kota Tual, Adam Rahayaan dinobatkan sebagai salah satu kepala daerah penerima penghargaan tersebut. Ia meraih penghargaan pada kategori Lingkungan Hidup untuk bidang Pembangunan Pemukiman dan Perumahan Kumuh. Dikategori ini hanya ada tiga Walikota yang meraih penghargaan, yakni Adam Rahayaan (Wali Kota Tual), Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), dan Mohamad Idris (Wali Kota Depok). Total kepala daerah yang meraih penghargaan tersebut adalah 5 gubernur, 13 bupati, dan 9 walikota.

Penghargaan sebagai kepala daerah inovatif ini diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam acara yang diselenggarakan di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa malam lalu.

Salah satu Program Pemerintah Kota Tual yang mengantarkan Adam Rahayaan meraih penghargaan tersebut adalah Program “Kotaku Kota Tanpa Kumuh”.
Program ini dianggap mempunyai sinergitas dengan program pemerintah pusat terkait kesejateraan rakyat di bidang pembangunan pemukiman dan perumahan kumuh (tidak layak huni).

Berbagai dampak dan realita dari program tersebut mampu meloloskan Kota Tual dari penilaian tim survei MNC Group. “Lewat hasil penilaian tim survei MNC Group maka penghargaan tersebut berhasil diraih Adam Rahayaan selaku Walikota Inovatif 2017,” ujar Kepala Bagian Humas Kota Tual, Moksen Ohoiyuf kepada Ambon Ekspres, kemarin, (3/8).
Ia menjelaskan, Program Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah telah sukses melaksanakan program Kotaku Kota Tanpa Kumuh, walaupun belum genap setahun.

Disebutkan, program ini telah direncanakan tahun 2016, dan baru dianggarkan dan dilaksanakan tahun 2017. Namun diluar dugaan program ini menjadi acuan MNC Group untuk memberikan penghargaan kepada Adam Rahayaan selaku Wali Kota Tual sebagai salah satu kepala daerah inovatif.
“Jadi penghargaan ini diberikan kepada daerah yang memang menggerakankan program kegiatan yang sejalan dengan program pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kawasan Pemukiman dan Perumahan RI,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Pemkot Tual mengalokasikan angaran sebesar Rp 11 miliar dalam tahun 2017 untuk pelaksanaan program tersebut. “Ini sekaligus menjawab program dari pusat,” jelas Ohoiyuf.

Proses penilaian sendiri, akui dia, dilakukan oleh tim survey MNC Group secara rahasia dan tanpa sepengetahuan Pemkot Tual. “Dari hasil survey terlihat program program Pemda Kota Tual terkait pembangunan pemukiman dan perumahan kumuh, yang secara nyata terealisasi,” ujarnya.

Jadi, lanjut dia, penilaian diberikan karena Walikota dianggap sangat serius memperhatikan masalah permukiman dan perumahan kumuh. Dimana Walikota selalu meminta data setiap wilayah yang masih memiliki sejumlah perumahan kumuh atau tidak layak huni pada dinas terkait.

“Sehingga lewat keseriusan itu dilihat sebagai sebuah upaya untuk membantu pemerintah pusat, agar masyarakat bebas dari kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni, selain itu ada program-program unggulan seperti kampung pelangi, kampung merah putih, yang juga mendapat nilai tersendiri dari penobatan ini,” tuturnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, Pemerintah Kota Tual telah menyediakan program pembangunan dan renovasi 1 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan Pegawai Negeri Sipil, yang pelaksanaanya akan dilakukan secara bertahap dan pada tahap pertama akan di bangun dan dilakukan renovasi kurang lebih 200 rumah.

“Untuk tahap pertama kita akan laksanakan program ini di kawasan Dullah utara yang merupakan bantuan langsung dari pusat, sementara dari program Kota Tual kita mulai dari kawasan yang dianggap paling banyak memiliki perumahan kumuh dan tidak layak huni seperti di Kiombawa, Werhir, Vidabot, dan Fair,” terangnya.

Dengan demikian, program tersebut berjalan lancar hingga ke seluruh kecamatan secara merata, sehingga kesejateraan masyarakat terutama masalah pemukiman tidak layak huni di kota Tual dapat terselesaikan. “Harapan Pemerintah Kota Tual semoga program ini terealisasi merata pada semua kecamatan, sehingga bisa menjagkau masyarakat yang berada diperkampungan kumuh,” tandasnya. (M1)

 

Most Popular

To Top