Sambut Trophy Adipura – Ambon Ekspres
Amboina

Sambut Trophy Adipura

ADIPURA : Sejumlah petugas kebersihan (Pasukan Kuning), terlihat memamerkan Trofi Adipura kepada masyarakat, saat tiba di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Kamis (3/8).FOTO: IDRUS Ohorella/AMEKS

AMEKS ONLINE, AMBON.––Trophy Adipura yang diterima Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, tiba di Ambon, Kamis (3/8). Kedatangan trophy tersebut disambut seluruh petugas kebersihan se-Kota Ambon. Bahkan para siswa turut dilibatkan menyambut tropi Adipura bersama trophy Adiwiyata Mandiri.

Pantauan Ambon Ekspres, sekira pukul 14.10 WIT, walikota beserta rombongan tiba di Bandara Internasional Pattimura Ambon. Seluruh petugas kebersihan yang terdiri dari buruh beren, tukan sapu, buruh speat, kewang, buruh taman dan pengangkut sampah tosa, buruh riol dan saluran, sopir mobil dan pengawas kebersihan, telah lebih dulu menunggu keberadaan rombongan, lengkap dengan seluruh kendaraan sampah dan arak-arakan, menuju Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe.

Kondisi lalu lintas di sepanjang jalan sempat mengalami kemacetan yang luar biasa. Parahnya, para siswa tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK juga dilibatkan untuk menyambut tim rombongan trophy Adipura. Akibat kurangnya koordinasi antara para guru dan panitia penyambutan, para siswa harus menunggu berjam-jam di pinggiran jalan.

Walikota Richard Louhenapessy mengatakan, sudah 6 kali berturut-turut Kota Ambon mendapat penghargaan dari pemerintah pusat. Trophy tersebut merupakan hasil kerja keras masyarakat Kota Ambon dengan pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman dari sebelumnya.

“Tahun ini kita dapat lagi apresiasi dari pemerintah pusat lewat trophy Adipura. Dan mewakili Pemkot Ambon, kami sangat berterima kasih terhadap masyarakat yang telah bersama-sama menciptakan kebersihan dan kenyamanan di kota ini,” tandas Louhenapessy setelah tiba di Kota Ambon.

Menurutnya, selain Adipura, ada penghargaan luar biasa dari Presiden Joko Widodo yang diberikan kepada 24 sekolah terbaik se-Indonesia yang komitmen dengan lingkungan. SMA Negeri 4 Ambon juga ditunjuk sebagai sekolah yang komitmen dengan kebersihan lingkungan. “Jadi yang berbeda di tahun ini ada dua award bergengsi. Yaitu trophy Adipura dan trophy Adiwiyata Mandiri yang diperoleh SMA Negeri 4 Ambon dari pemerintah pusat lewat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dan semua yang kita dapat, bukan karena hebatnya saya atau pemerintah kota. Tetapi semua masyarakat dan para siswa SMA 4 yang sudah berkomitmen dalam menjaga lingkungan,” terangnya.

Ketua DPD II Golkar Kota Ambon ini menilai, dengan penghargaan yang diterima saat ini, maka akan membawa Kota Ambon lebih baik kedepan untuk mencapai kota yang bersih, sejuk dan sehat serta berkelanjutan. “Semakin hari semakin ketat penilaian di pusat dalam memperoleh Adipura. Dan semoga ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk bisa membawa kota Ambon lebih baik kedepan. Dan saya optimis betul, bahwa Ambon akan semakin baik kedepan,” pesannya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Ambon, Endolvina Haurissa menambahkan, penerimaan trophy Adiwiyata Mandiri tahun 2017 ini, merupakan kebanggan tersendiri bagi SMA Negeri 4 dan masyarakat Kota Ambon. Karena SMA Negeri 4 telah banyak menciptakan berbagai inovasi untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan aman di masyarakat. Sekolah ini telah mendapat 3 kali penghargaan Adiwiyata tingkat kota, provinsi dan nasional. Kini terpilih dari 24 daerah sebagai sekolah yang berkomitmen terhadap lingkungan hingga dianugerahi Adiwiyata Mandiri. “Awalnya, kita menyiapkan stakeholder untuk ada dalam kebersamaan dalam menciptakan sekolah yang aman, nyaman dan bersih. Sehingga secara bertahap kita meraih tropi sesuai level tingkat kota, provinsi dan nasional. Dan hari ini (kemarin), kita disini mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri yang dianugrahi pemerintah pusat kepada SMA Negeri 4 Ambon,” tandas Haurissa.

Dari keberhasilan ini, kata dia, ada tiga sekolah yang kini menjadi binaan yakni SMP Negeri 9 Ambon, SMP Negeri 13 Ambon dan SMA Negeri 3 Ambon. Ketiga sekolah itu kini telah lolos Adiwiyata tingkat kota. Dan sementara dipersiapkan untuk Adiwiyata tingkat provinsi. “Semoga kedepan, dengan keberhasilan SMA Negeri 4 Ambon ini, bisa menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Ambon untuk bisa ada dalam Adiwiyata. Dimana bisa berinovasi untuk memperoleh Adiwiyata tingkat kota, provinsi, nasional hingga Adiwiyata Mandiri,” harapnya.

ORANG TUA SISWA MENGELUH
Sementara itu, penyambutan trophy Adipura yang melibatkan para siswa dikeluhkan orang tua. Mereka menilai, proses penyambutan ini tidak dikordinasikan dengan baik sehingga para siswa harus berdiri berjam-jam. “Memang para siswa ini cukup gembira menyambut tropi Adipura. Tetapi harusnya ada koordinasi dari panitia penyambutan sehingga mereka (siswa) tidak dibiarkan menunggu berjam-jam dibawah terik matahari. Kan rombongan tiba jam dua siang, tetapi mereka sudah menunggu dari sekitar jam 11 siang,” kesal Bakri (52), salah satu orang tua murid, ketika menghubungi Ambon Ekspres, kemarin.

Menurutnya, penghargaan yang diperoleh ini juga perlu disampaikan kepada masyarakat khususnya para siswa. Ini sebagai bagian dari kerja keras masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kota bertajuk Manise ini tetap bersih dan indah. “Kami sebagai orang tua, prihatin terhadap anak kami. Karena harus berdiri sebelum rombongan tiba. Belum lagi macet. Akhirnya ketemu rombongan sudah sore. Untung mereka tidak kenapa-kenapa. Kalau terjadi sesuatu bagimana ? Mohon agar hal semacam ini tidak terulang lagi. Intinya itu harus ada koordinasi,” pesannya.
(ISL)

Most Popular

To Top