Untung Rugi Pilih Ety-Andre – Ambon Ekspres
Politik

Untung Rugi Pilih Ety-Andre

Assagaff : Saya Umumkan Akhir Agustus

AMEKS ONLINE, AMBON.––Zeth Sahuburua dan Anderias Rentanubun, merupakan dua bakal calon wakil gubernur yang paling berpeluang dipilih oleh Said Assagaff. Keduanya dinilai memiliki keunggulan dan kelemahan. Sementara, Assagaff akan memutuskan pada akhir bulan ini.

Zeth Sahuburua atau
sering disapa Ety, merupakan politisi kawakan di Maluku. Dari KNPI, Ety masuk ke dunia politik. Golkar adalah partai yang ia pilih. Partai ini mengantarkannya sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku perode 1982-1987.

Periode berikutnya, Ety menjabat wakil ketua DPRD. Setelah itu, menjadi ketua DPRD Maluku periode 1999-2004. Etty tercatat dua kali memimpin DPD Partai Golkar Maluku. Saat ini, ia menjabat Ketua Dewan Pertimbangan DPD I Partai Golkar Maluku.

Pemilihan Gubernur Maluku 2003, dia maju sebagai calon gubernur. Kala itu, dia menjabat ketua DPRD Maluku dan memilih M Tahir Laitupa. Mereka dikalahkan oleh Karel Albert Ralahalu. Pilgub Maluku 2008, Ety tidak ikut berkompetisi.

Namun, ia tidak berhenti. Mantan Komisaris Utama Bank Maluku, itu memilih melepas jabatannya dan maju lagi di gelanggang Pilgub 2013. Said Assagaff yang kala itu menjabat wakil gubernur, menggandeng Etty.

Pasangan Said Assagaff-Zeth Sahuburua (SETIA) yang diusung oleh partai Golkar, PPP, PKS, PAN, Pelopor, PNI Marhaenis, itu menang dengan perolehan suara 50.4 pesren atau 389.884 suara. Kini, Ety maju lagi sebagai calon gubernur dan siap mendampingi Assagaff untuk periode kedua.

Ety kepada wartawan di ruang kerja wakil gubernur Maluku, Senin (31/7) mengatakan, sikap yang dia ambil ini setelah Partai Golkar Maluku secara resmi mengusul namanya sebagai salah satu bakal calon wakil gubernur Maluku dalam forum Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) diperluas, Sabtu (29/7). Selain itu, karena surveinya tertinggi kedua yakni 14.60 persen, setelah Anderias Rentanubun 21, 40 persen.

Tetapi, apakah Assagaff akan memilih Ety lagi, sejumlah pengamat memiliki presepsi berbeda. Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti) Johan Tehuayo menilai, Ety punya beberapa keunggulan yang memungkin dirinya dipilih.

Antara lain, sebut Tehuayo, kefiguran Ety. Selain itu, ia juga petahana wakil gubernur. “Dari sisi figur, pak Ety merupakan figur yang sangat berpotensi untuk mendampingi pak Assagaff. Pak Ety juga adalah petahana wakil gubernur,” ujar Tehuayo saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Kamis (3/8).

Selain itu, hubungan Ety dengan Assagaff dalam penyelenggaraan pemerintahan sampai saat ini masih relatif baik. Mereka menjalankan tugas dan wewenang masing-masing, tanpa chaos.

Lebih lanjut, jelas Tehuayo, Ety juga masih berpengaruh karena memiliki pengaruh yang kuat hingga saat ini. Selain posisinya sebagai wakil gubernur aktif, Ety juga telah memiliki modal politik di masyarakat.

Di internal partai Golkar, Ety punya pengaruh pula. Olehnya itu, kepentingannya bisa lolos di DPP Golkar. Sementara di DPD Golkar Maluku dan DPD II kabupaten/kota, Ety punya barisan yang solid. “Itu keunggulan pak Etty sebagai wakil gubernur yang ideal mendampingi pak Assagaff. Jika tetap berpasangan, pak Assagaff dan pak Etty akan memperoleh dukungan suara mayoritas,” paparnya.

Sedangkan dari aspek geo-politik atau kewilayahan, memang Assagaff dan Ety sama-sama dari Maluku Tengah. Tetapi, aspek ini tidak bisa dipakai sebagai indikator kemenangan pada pilgub.

Pilgub 2013, kata Tehuayo, dua kader Golkar ini sudah mematahkan argumen itu. Empat pasangan lainnya, yakni Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa, Jacobus Puttileihallat-Arifin Tapi Oyihoe, Herman Koedoeboen-Daud Sangadji dan Abdulah Vanath-Marthin Jonas Maspaitella, berhasil mereka kalahkan. “Dinamika politik yang berkembang terkait dengan Pilkada 2013, faktor itu tidak menjadi persoalan substansi,” jelasnya.

Pengamat politik lainnya, Said Lestaluhu mengatakan, dari sisi pengalaman dan kinerja, Assagaff dan Ety sudah teruji. Begitu juga secara elektoral.

Satu hal yang menjadi kekurangan atau kelemahan Etty, menurut Lestaluhu, adalah usianya yang sudah menua. Meski tidak ada korelasi positif antara kemampuan kinerja pemerintahan dengan produktifitas usia, namun kelemahan ini bisa dipakai oleh pasangan calon lain untuk menyerang. “Kalau pak Etty kelemahan cuman satu, karena faktor usia. Lawan bisa menggunakan isu-isu soal hegemoni kau tua, atau kemampuan memimpin dari pendekatan usia, itu tidak produktif lagi. Tapi pada umumnya masih ideal,” ujar Lestaluhu.

ANDRE PILIHAN ALTERNATIF
Berbeda dengan Ety, Andre–sapaan Anderias Rentanubun–besar di dunia birokasi. Andre memulai kariernya 1991 sebagai calon pegawai negeri sipil golongan III/a di Kantor Dinas Pekerjaan Umum.

Pada 1995, Andre diangkat menjadi Kepala Seksi Jalan. Masih di dinas yang sama. Dewi fortuna masih berpihak padanya dan pada 8 Nopember 2001, Andre dipercayakan menduduki jabatan Kepala Sub Dinas Pengembangan Prasarana Jalan. Kemudian, Kepala Dinas Kimpraswil Kabupaten Maluku Tenggara di tahun 2002.

Andre juga punya jejak elektoral yang terukur. Ia terpilih menjadi Bupati Malra dua periode (2008-2013 dan 2013-2018). Bahkan, dalam pemilihan bupati Malra 2008, dia berhasil menumbangkan calon bupati petahana Herman Koedoeboen yang diusung PDIPerjuangan.

Keunggulan ini, kata Tehuayo, menjadi modal yang cukup kuat untuk dipilih oleh Assagaff sebagai balon wakil gubernur. Tak hanya itu, Andre bisa mengimbangi suara Herman Koedoeboen, bakal calon gubernur asal Kei, Maluku Tenggara yang berpasangan dengan Abdullah Vanath. “Ini dari sisi figur, beliau mantan bupati, itu berarti beliau pasti memahami psikologis dan kultural masyarakat Maluku Tenggara, karena beliau sudah jadi bupati dua periode,” ujarnya.

Meski begitu, menurut dia, suara pemilih Tenggara Raya yang meliputi Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya dan Aru, tetap pecah jika Herman lolos sebagai calon gubernur. Apalagi, bila ia diusung oleh PDIP.

Sementara itu, menurut Lestaluhu, Assagaff bisa mengambil Andre jika terjadi head to head dengan Herman-Vanath. Tetapi, tidak menjamin kemenangan. Sebab, politik primordialisme-etnis masih cukup kuat di Tenggara. Dan, Herman yang berasal dari suku Kei punya peluang besar keluar sebagai pemenang di Tenggara Raya lagi. “Politik identitas di Maluku ini masih cukup kuat. Masing-masing etnik akan cenderung untuk memilih mereka punya orang jadi nomor satu. Dan kalau itu terjadi, maka dukungan akan lebih banyak ke pak Herman. Sebab, pak Herman itu orang Kei Besar. Mereka ini kuat di pusat pemerintahan di Kota Tual dan Langgur.

PUTUSKAN AKHIR AGUSTUS
Sementara itu, Assagaff mengakui, akan memilih satu dari empat nama balon wagub, yakni Zeth Sahuburua, Andreas Rentanubun, Moses Rudi Timisela dan Edwin Adrian Huwae akhir Agustus. “Saya akan umumkan calon wakil gubernur, paling terlambat akhir Agustus ini. Bayangkan dari Oktober, September, kami majukan Agustus. Kenapa akhir bulan ini ? Karena masyarakat mau,” kata Assagaff, Kamis (3/8).

Menurut dia, yang berhak menetukan siap yang akan mendampingi dirinya, itu merupakan kewenangan DPP Golkar, berdasarkan hasil survei yang dilakukan selama ini. “Mereka semua punya peluang yang sama, entah itu, pak Ety (Wagub), Pak Andre, pak Rudi maupun pak Edwin. Makanya kita tunggu putusan dari DPP saja,” ujarnya.(TAB/AHA)

Most Popular

To Top