Gubernur Apresiasi Pelayanan RSUD Sadsuitubun – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Gubernur Apresiasi Pelayanan RSUD Sadsuitubun

AMEKS ONLINE–Gubernur Maluku Said Assagaff mengapresiasi pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karel Sadsuitubun Langgur. Orang nomor satu si Maluku s ini, menilai pelayanan kepada pasien oleh petugas kesehatan telah optimal dan ketersediaan fasilitas pendukung sudah memadai.

“Pelayanan disini sangat bagus, saya lihat pasien tertangani dengan baik, tenaga dokter dan perawat juga banyak sehingga penanganan kepada para pasien tidak terhambat karena kurangnya tenaga medis, dan para pasien sendiri bilang ke saya kalau mereka mendapat perawatan secara baik,” ungkap Assagaff kepada wartawan, Jumat (4/8) di RSUD Sadsuitubun Langgur, ketika meninjau warga Kota Tual yang menjadi korban keracunan makanan.

Pada kunjungan ke RSUD Sadsuitubun, Gubernur bertatap muka dengan pasien. Ia juga menanyakan soal kondisi kesehatan dan pelayanan dari rumah sakit. Usai melihat pasien keracunan makanan, kepada pengelola RSUD Sadsuitubun, Gubernur berpesan agar dapat melayani secara baik seluruh pasien yang keracunan maupun pasien umum lainnya.

Gubernur meminta agar para pasien dapat memanfaatkan fasilitas pengobatan yang disediakan pemerintah seperti pelayanan BPJS. Karena itu, ia menghimbau kepada rumah sakit untuk tidak mempersulit pasien dalam pengunaan pelayanan BPJS.
“Ibu Kadis (Kadis Kesehatan Kabupaten Malra), saya harap para pasien bisa menggunakan fasilitas pengobatan gratis yang disediakan pemerintah. Untuk pihak rumah sakit, agar tidak mempersulit para pasien untuk mendapat perawatan lewat pelayanan BPJS, karena itu hak mereka untuk mendapat pelayanan maksimal dan tidak membebankan mereka,”tandas Assagaff
di hadapan Kadis Kesehatan Kabupaten Malra dr. Ketty Notanubun yang juga Direktur RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.

Kepada wartawan, Notanubun menyampaikan penyebab keracunan  berasal dari roti berisi ayam saat mengikuti acara di Lorong Citra, Kota Tual beberapa waktu lalu. Roti tersebut tidak lagi layak untuk konsumsi. Korban keracunan terus meningkat mulai dan menyerang orang dewasa maupun anak. “Awal kejadian itu kita terima sekitar 30 pasien, tetapi terus meningkat hingga total 42 orang, dengan rincian 29 korban orang dewasa dan 13 korban anak-anak,”rincinya.

Sejauh ini, tambah dr. Ketty, pihaknya telah memberikan pelayanan yang maksimal dari segi pengobatan, maupun pelayanan BPJS. “Pelayanan sudah kita berikan secara maksimal dan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku. Saya juga menghimbau untuk tenaga-tenaga medis di rumah sakit ini untuk perhatikan kondisi pasien berikan pelayanan jangan setengah-setengah baik untuk pasien BPJS maupun yang tidak, karena semua punya punya hak yang sama untuk mendapat perawatan maksimal,” tutupnya. (M1)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!