Pasar Tatanggo Harus Difungsikan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Pasar Tatanggo Harus Difungsikan

AMEKS ONLINE–Walau pasar baru Tatanggo sudah selesai pembangunannya namun sampai saat ini belum juga difungsikan. Akibatnya sejumlah infrastruktur seperti bangunan pasar dan meja pedagang kaki lima yang terbuat dari kayu sudah rusak.

Sejumlah elemen masyarakat mengaku, keberadaan pasar Tatanggo diyakini akan mampu menjawab berbagai aspirasi para pedagang kaki lima yang ada di pasar Inpres sekarang. “Pasar ini juga sudah dilengkapi dengan beberapa bangunan Rumah Toko (Ruko) dan juga terminal angkutan. Namun itu terkesan tidak difungsikan dengan baik,” tandasnya.

Karena itu, sebagian besar warga sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Buru untuk mengaktifkan pasar Baru Tatanggo secara maksimal. Ini lantaran aktifitas di pasar Inpres Namlea sudah sangat padat dan semrawut.
Sebelumnya, pasar Tatanggo begitu selesai pembangunannya sempat difungsikan. Seluruh aktifitas pedagang dari pasar Inpres Namlea dipindahkan ke pasar Baru Tatanggo itu. Hanya saja itu tidak berlangsung lama, para pedagang kembali ke pasar Inpres sehingga pasar Tatanggo kembali sepi dari aktifitas pedagang.

Para pedagang memilih tidak beraktifitas di Pasar Tatanggo itu karena infrastruktur pasar yang belum sepenuhnya disiapkan pemerintah. Diantara persoalan yang dikeluhkan pedagang saat itu adalah pasar belum memiliki jalan masuk yang layak serta tidak ada saluran pembuangan air.

Namun sebelum akhir tahun 2016 lalu, Pemerintah Kabupaten Buru sudah melakukan perbaikan infrastruktur pasar, dan sekarang sudah terlihat lebih layak. Namun herannya, pedagang belum juga mau beraktifitas di pasar itu.
Diketahui, permasalahan pasar baru Tatanggo sudah beberapa kali dibahas dalam rapat DPRD Kabupaten Buru. Hanya sejauh ini belum terlihat ada sikap tegas pemerintah untuk mengalihkan aktifitas pedagang dari Pasar Inpres ke Pasar Tatanggo.

Informasi yang dihimpun dari para pedagang menyebutkan, alasan pedagang memilih bertahan di Pasar Inpres lantaran pemerintah terkesan setengah-setengah memindahkan para pedagang. Dimana ada sejumlah pedagang tidak dipindahkan ke Pasar Tatanggo. Hal ini kemudian menimbulkan kecemburuan dari pedagang yang dipindahkan ke Pasar Tatanggo. Akhirnya mereka ramai-ramai memilih meninggalkan Pasar Tatanggo dan kembali beraktifitas di Pasar Inpres. (CR8)

Click to comment

Most Popular

To Top