Pembangunan Flyover Terhambat Lahan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Pembangunan Flyover Terhambat Lahan

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.––Pembebasan lahan masih menjadi kendala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maluku untuk membangun mega proyek flyover atau jembatan layang. Dinas sendiri sudah memiliki detail design atau engineering design (perancangan dalam bidang teknik pembangunan), namun sampai kemarin belum bisa dilaksanakan.

Kepala Dinas PU Maluku Ismail Usemahu mengatakan, pembangunan jembatan layang itu sudah direncanakan sejak 2015. “Detail design atau engineering design  (perancangan dalam bidang teknik pembangunan red) itu sudah disiapkan oleh teman-teman Balai jalan, sejak 2015. Hanya karena lahan yang membuat belum dilakukan pembangunan itu,” kata Usemahu kepada Ambon Ekspres, di Ambon, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, jembatan layang dengan panjang yang direncanakan sekitar ratusan meter itu telah disiapkan oleh Dinas PU maupun Balai Jalan dan Jembatan Wilayah Maluku-Maluku Utara untuk proses pembangunan. “Dalam design itu, panjangnya itu sekitar 402 meter. Lebarnya itu ada beberapa meter. Nah ini menjadi tanggungjawab kita bersama terutama Pemkot, Pemprov dan pusat dalam hal ini Balai Jalan,” tuturnya.

Pemerintah provinsi dan Balai Jalan, kata Usemahu, sangat memiliki keinginan kuat untuk jembatan layang itu, bisa dibangun tahun depan. Karena di tahun depan itu, RSUP yang terletak dikawasan Pantai Wailela, Desa Raumah Tiga, juga akan dibangun. “Kalau tanya kapan? Kan perencanaan sudah, tapi kalau kapan ini, yang harus kita upayakan sama-sama pemkot, karena  pemkot punya wilayah. Kepastian waktu itu, kami mau dan minta supaya bisa dikerjakan di 2018. Kebetulan RSUP juga mulai berjalan Januari tahun depan,” jelas dia.

Usemahu menambahkan, rencana pembangunan jembatan layang itu juga sempat menjadi tujuan kunjungan kerja Komisi V DPR RI yang dipimpin langsung oleh Michael Wattimena, beberapa waktu lalu, di Kota Ambon. Komisi V DPR RI, lanjut dia, mendorong supaya pembangunan flyover segera dilaksanakan tahun depan. “Pada saat rapat di pemprov juga sudah kami sampaikan terkait flyover ini, kita di daerah harus sosialisasikan ke masyarakat untuk pembebasan lahan kepada masyarakat. Terutama PU Kota Ambon,” bebernya.

Untuk diketahui, semula direncanakan pembangunan jembatan layang akan dikerjakan pada Desember 2016 tahun lalu. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda dikerjakan. Pembangunan jembatan layang itu telah dianggarkan melalui APBN sebesar Rp 400 miliar.(AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!