Tiga JCH Gagal Berangkat – Ambon Ekspres
Amboina

Tiga JCH Gagal Berangkat

Fesal Musaad

AMEKS ONLINE, AMBON.––Sebanyak tiga Jamaah Calon Haji (JCH) asal Maluku gagal diberangkatkan ke Mekkah Arab Saudi. Ketiganya berasal dari Kota Ambon, yakni Ketua KPU Maluku, Musa Latua Toekan serta pasangan suami Istri Neni Binti La Ode Imbo dan Hasanuddin Maleto La Gempu.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Fesal Musaad yang dikonfirmasi mengatakan, Ketua KPU Maluku dinyatakan tidak diberangkatkan karena faktor kondisi kesehatan yang bersangkutan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, HB menurun sehingga dibatalkan keberangkatan.

Dikatakan, sesuai Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes), para jamaah yang diberangkatkan harus dalam kondisi sehat, dengan dipastikan HB-nya 12. Tetapi Toekan memiliki HB hanya 7. ‘’Beliau (Toekan) tidak diberangkatkan karena faktor kesehatan. Dan kami dari Kementerian Agama tidak bisa membantah itu untuk dipaksakan. Karena bagaimanapun ini sudah bertentangan dengan Permenkes dan pihak embarkasi tetap menolak demi menjaga citranya yang selama ini selalu baik, karena jamaah yang diberangkatkan tidak ada yang bertentangan dengan Permenkes,” ujar Musaad kepada Ambon Ekspres, via seluler tadi malam.

Aturan Permenkes ini, kata dia, karena pertimbangannya, jika yang bersangkutan diberangkatkan dengan kondisi yang tidak normal, nantinya setelah di Mekkah, suhu panas yang makin tinggi, dikhawatirkan kondisinya semakin drop. “Istri pak Musa saja yang dilanjutkan dengan kloter 13 besok (hari ini, red), dari embarkasi Makasaar menuju Mekkah, beliau tidak,” katanya.

Sedangkan untuk, pasangan suami istri yang diminta untuk tidak diberangkatan, karena setelah di embarkasi Makassar diketahui Ny Neni Binti La Ode Imbo positif hamil. “Nah, kalau kedua ini masalahnya karena, istri positif hamil saat dilakukan pemeriksaan. Makanya mendenggar itu, suaminya Hasanuddin Maleto La Gempu, juga meminta untuk tidak diberangkatan ke Mekkah. Sehingga total hanya 3 orang dari Maluku yang resmi tidak berangkat,” tandasnya.

Dia membenarkan informasi lima CJH asal Maluku yang tidak diberangkatan. Menurutnya, yang positif hanya tiga orang. Sementara dua orang lainnya merupakan jamaah asal Thailand yang saat ini pihak Kementerian Agama sedang mengurusi visanya. JCH itu yakni Ibrahim Bin Dawangiye (WNA) dan istrinya Dewi Sartika Sabran. Direncanakan hari ini sudah selesai sehingga keduanya akan diberangkatkan dengan kloter 14 pada Selasa (8/8) menuju Mekkah. “Oh bukan lima orang, yang positif hanya tiga orang saja untuk Maluku. Karena yang sisahnya dua ini, mereka warga Thailand sehingga Kementerian Agama masih mengurus visanya besok (hari) baru bisa diberangkatkan pada Selasa dengan kloter 14,” pungkasnya

Tidak berangkatnya Ketua KPUD Maluku, Idrus Toekan ke Tanah Suci juga mengundang kesedihan kerabatnya di Ambon. “Bapa (Ketua KPUD), tunda keberangkatan karena gangguan kesehatan saat pemeriksaan tahap kedua di Makassar,” kata salah satu kerabat yang tak mau sebutkan namanya ketika dihubungi koran ini tadi malam.

Menurut dia, pihak keluarga kini mengiklaskan apa yang terjadi dan dialami ketua KPUD Maluku itu. “Kita iklaskan dan bersabar, semoga ada hikmah dan Allah SWT, punya rencana yang terbaik buat beliau (ketua KPU red),” terangnya.

Dengan demikian, kata dia pihak keluarga berharap, Toekan dapat segera kembali ke Kota Ambon. “Mama (isteri ketua KPU red), tetap lanjut untuk melaksanakan ibadah haji sementara bapa, kami berharap bisa segara kembali. Meski kami serahkan buat pihak yang bertanggungjawab,” tandasnya.(WHB)

Most Popular

To Top