Komisi III Soroti Kasus Narkoba dan Asusila – Ambon Ekspres
Berita Utama

Komisi III Soroti Kasus Narkoba dan Asusila

AMEKS ONLINE, AMBON.—Komisi III DPR RI dalam kunjungannya di Kanwil Kemenkum dan HAM Maluku, juga fokus berbicara tentang maraknya peredaran nakorba di daerah ini. Apalagi Maluku masuk peringkat ke 7 dari 34 provinsi di Indonesia yang marak peredaran narkotika. Mereka menilai pemerintah daerah terkesan menutup mata atas persoalan tersebut.

Wakil rakyat dari komisi yang lingkup tugas di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan ini diketuai H Desmon Junaedi Mahesa. Sejumlah anggota yangjuga datang diantaranya Nurnaningsih, Ahmad Basarah, Masinton Pasaribu, Gunanjar, Bambang Heri Purnama, H Asrul Sani, Tri Budi Utami, Jati Prasetyaningsih, Saiful Mu’minin, Viktor Farneubun, M Andry Nurdiansyah, Hilman Hidayat dan Rohani Vanath.

Kunjungan Rombongan Komisi III ini langsung diterima Kakanwil Kemenkum HAM, Priyadi beserta pejabat dilingkup Kemenkum HAM. Selain itu, juga hadir pejabat dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Maluku.

Dalam rapat tertutup dan dengar pendapat antara Komisi III dengan pihak kemenkum HAM beserta BNN di ruang rapat Lantai III Kantor Kemenkum HAM Maluku itu, yang menjadi topik utama adalah masalah narkotika. Apalagi sekarang ini narkoba marak di Indonesia dan Maluku pada khususnya. Komisi III juga melihat sampai sejauh mana peran Kemenkum HAM beserta BNN terhadap persoalan-persoalan tersebut.

Ketua Komisi III DPR RI, H Desmon Junaedi kepada wartawan menjelaskan, geografis Maluku adalah daerah kepulauan dan ada yang yang berbatasan dengan negara tetangga. Hal ini yang penting untuk BNN melihat apakah perbatasan ini berpotensi adanya peredaran narkoba. “Bagusnya dari sisi pengedar narkotika ini belum ada dari negara tetangga. Nah kalau itu terjadi, bagaiman langkah pencegahan dari BNN. Dan dari paparan BNN dan Kemenkum HAM ternyata banyak pengedar itu di dalam daerah dan juga diluar daerah. Ini juga harus menjadi langkah serius dalam menuntaskan hal-hal yang menyusahkan tersebut,” jelas Desmon.

Dia juga mengatakan, dari paparan Kemenkum HAM dan BNN serta pantauan di Lapas Kelas IIA Ambon ternyata bukan hanya narkotika yang dominann, melainkan juga tindakan asusila yang saat ini juga marak di Maluku. Menurut Desmon, penyakit-penyakit masyarakat ini bukan hanya dilemparkan tanggungjawabnya kepada kepolisian, tapi juga pimpinan masyarakt dari tingkat RT/RW maupun camat serta bupati dan gubernur. “Kalau dilemparkan tanggung jawab hanya kepada kepolisian maka tentunya terbatas. Oleh karena itu, peran pemerintah daerah harus dioptimalkan. Masyarakat juga harus menyatakan sikap untuk menjaukah hal-hal tersebut,” jelas Desmon.

Sementara itu, lanjut Desmon, kunjungan Komisi III DPR RI juga bertujuan untuk memantau pertumbuhan kasus narkoba serta peran pemerintah daerah dalam melihat persoalan yang notabene adalah penyakit masyarakat yang saat tumbuh di masyarakat. “Dari hasil pantauan kami, ternyata pemerintah daerah tidak bertanggung jawab. Bisa diuji dengan lajunya pertumbuhan kasus narkoba serta tindakan asusila. Jangan dilihat dari bupati atau gubernurnya berprestasi lalu masyarakatnya masih dipenuhi dengan penyakit masyarakat. Ini yang harus menjadi tanggung jawab gubernur, dan tentunya ini merupakan tanggung jawab gubernur sebagaimana janji dia, kalian harus tagih janji tersebut,” tandas Desmon.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI Dapil Maluku, Rohani Vanath menginginkan agar ada ruang khusus dan perlakuan khusus terhadap tahanan wanita. “Waktu kami pantau di lapas, terlihat tidak ada pembagian ruang khusus wanita. Apalagi tadi ada wanita hamil. Ini yang menurut saya, Kemenkum HAM harus memperjuangkan agar di Lapas ada ruang tahanan khusus bagi wanita dan harus ada perlakuan khusus terhadap mereka,” pinta Rohani.

Dalam kunjungan ke Maluku, Komisi III telah mengunjungi Lapas Kelas IIA Ambon, Kanwil Kemenkum HAM dan Pengadilan Tinggi (PT) Ambon. Selanjutnya, Selasa, (8/8) hari ini, rombongan juga akan mengunjungi Kejati Maluku dan Polda Maluku.(NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top