Anggaran Pilgub Belum Cair – Ambon Ekspres
Politik

Anggaran Pilgub Belum Cair

Ilustrasi Anggaran Pilgub/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.––Setelah disetujui akhir Juli lalu, anggaran penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku 2018 belum juga dicairkan. Padahal tahapan pelaksanaan sudah dimulai bulan ini.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Musa Latua Toekan mengaku, hingga saat ini, pihaknya belum bisa melakukan aktivitas apapun terkait perhelatan Pilgub Maluku, karena terkendala anggaran yang belum cair. ‘’Memang proses pentahapan pilgub mestinya sudah mulai berjalan sejak saat ini. Tetapi kemudian kita (KPUD) belum bisa berbuat apa-apa, karena anggaran juga belum ada. Padahal anggaran itu sudah disetujui Juli kemarin,” kata Toekan kepada koran ini, Sabtu (12/8).

Menurut dia, pemerintah provinsi sudah harus mencairkan anggaran yang telah disetujui, meski dalam dua tahap. Hal itu dianggap penting agar tahapan pilgub bisa berjalan tepat waktu. “Untuk itu, KPUD hanya tunggu kalau sudah ada (anggaran) berarti pentahapan sudah langsung berjalan,” tuturnya.

Menurut Toekan, mestinya pemerintah provinsi tidak terlalu lama mencairkan anggaran pilgub, sehingga seluruh proses pentahapan bisa berjalan sesuai waktu dan target yang telah ditentukan. “Bukan berarti kita harus menuntut, tetapi yang kita harapakan bisa dicairkan. Dan memang dibutuhkan kepastian waktu. Ini penting demi memperlancar segala proses pentahapan itu,” terangnya.

Salah satu tahapan yang bakal dilakukan yakni perekrutan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang akan dimulai pada akhir September mendatang. “Paling lambat Oktober, PPK dan PPS sudah kita rekrut. Prosesnya dimulai September. PPK dan PPS itu, se-Provinsi Maluku,” tandasnya.

Anggaran penyelenggaraan Pilgub Maluku 2018, telah disetujui Rp 200 miliar. Jumlah ini naik Rp 85 miliar dari anggaran Pilgub 2013 yang hanya Rp 115 miliar. KPU Provinsi Maluku awalnya mengusulkan kebutuhan anggaran Pilgub sejak September 2016 sebesar Rp 388 miliar.

Setelah dirasionalisasi, berkurang menjadi Rp 350 miliar. Sayangnya, pemerintah tidak menyanggupi masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daera (APBD) 2017, karena kebutuhan anggaran daerah. Akhirnya, KPU mengusulkan kembali anggaran pilgub sebesar Rp 252 miliar. Tetapi hasil rasionalisasi turun menjadi Rp 199.997.88.000.

Informasi yang diperoleh koran ini, proses pencairan anggaran Pilgub baru dilakukan dalam bulan Agustus ini, atau paling lambat hingga awal Septermber. Untuk itu seluruh pihak termasuk KPUD diminta untuk bersabar.
Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, pemerintah akan segera melakukan pencaiaran terhadap anggaran itu, namun tidak secara keseluruh melainkan proses pencarian dilakukan secara bertahap. “Tidak dicairkan secara langsung dan semua, dilakukan bertahap. Kemungkinan dua tahap pencairan,” kata Assagaff ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, Minggu (13/8).

Assagaff menambahkan, pencairan awal dilakukan sesuai dengan kebutuhan utama dari KPUD. Dan itu baru dilakukan dalam waktu dekat. “Pilkada masih 2018. Anggaran kita cairkan sesuai dengan kebutuhan mereka dulu. Dan tidak seluruhnya. Jadi tunggu saja,” jelas dia.

Dia memastikan, anggaran pilgub akan dicarikan dalam dua tahap. Namun, dia belum memastikan kapan pencairan anggaran tersebut.(AHA)

Most Popular

To Top