Dua SD Disegel – Ambon Ekspres
Berita Utama

Dua SD Disegel

PENYEGELAN: Ahli waris didampingi kuasa hukum melakukan penyegelan terhadap SD Inpres 50 dan SD Negeri 64 Ambon, Galunggung, Minggu (13/8). LUTFIHELUT/AMEKS

AMEKS ONLINE, AMBON.—Dua gedung Sekolah Dasar (SD) di Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon disegel pemilik lahan. Kedua sekolah itu yakni SD Inpres 50 dan SD Negeri 64. Penyegelan dilakukan Hany Souisa selaku ahli waris dan penerima surat kuasa khusus dari almarhumah Ny Josina Maria Souisa. “Sesuai dengan somasi dari klien kami ke Pemkot Ambon cq Dinas Pendidikan pada 30 Juni 2017, dan hasilnya tidak ada sikap atau tindakan dari Pemkot Ambon, sehingga hari ini (kemarin) resmi kami melakukan penyegelan terhadap dua gedung SD yang ada di Kebun Cengkeh,” ungkap Hendrik Lusikooy selaku kuasa hukum ahli waris kepada Ambon Ekspres, Minggu (13/8).

Menurutnya, penyegelan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Maluku Nomor : 07/PBT/PBT.81/2017 tentang pencabutan dan pembatalan sertifikat Hak Milik Nomor 7 sisa/Batumerah seluas 3.246 meter persegi atas nama Irwan di Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau, Kota Ambon karena cacat hukum administrasi tanggal 8 Maret 2017. “Langkah ini kami lakukan berdasarkan adanya surat keputusan BPN Provinsi Maluku yang menyatakan mencabut dan membatalkan sertifikat hak milik Nomor 7 atas nama Irwan dan secara otomatis kepemilikan sertifikat dimaksud kembali kepada kepada pemilik sebenarnya yaitu, almarhumah Ny Josina Maria Azaac Sehat Souisa yang selanjutnya klien kami, Hany Souisa selaku penerima kuasa dan sekaligus sebagai ahli waris,” jelas Hendrik.

Dijelaskan, terhadap surat keputusan tersebut pihaknya telah mengajukan somasi ke Pemkot Ambon cq Dinspen Kota Ambon agar pemkot dapat membayar ganti rugi atas penggunaan bidang tanah milik kliennya untuk kepentingan pembangunan gedung SD Inpres 50 dan SD negeri 64 Kecamatan Sirimau sejak 1981. “Kami sudah coba konfirmasi secara langsung dengan Pemkot Ambon cq Dinas Pendidikan ternyata hingga kemarin dilakukan penyegelan tidak ada langkah atau tindakan memberikan jawaban atas somasi yang kami ajukan,” ujar Hendrik.

Dia melanjutkan, dalam proses penyegelan ini juga pihaknya telah melayangkan pemberitahuan kepada pihak kepolisian dari Polres Ambon dan Pp Lease dengan tembusan kepada pimpinan DPRD Maluku, Gubernur Maluku, Pimpinan DPRD Kota Ambon, Walikota Ambon, ketua PN Ambon, kepala Kejari Ambon, Ombusmen Maluku, dan Pemkot Ambon Cq. Dinas Pendidikan. “Kami menggap bahwa Pemkot Ambon tidak mengakui lagi kedua sekolah tersebut sebagai aset bangsa, sehingga langkah penyegelan ini kami lakukan agar ada tindakan selanjutnya,” tandas Hendrik.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Benny Kainama yang dikonfirmasi koran ini menyebutkan, tidak mengetahui adanya penyegelan terhadap dua SD tersebut. Pasalnya, kedua bangunan SD tersebut yang mengaturnya adalah Bagian Aset pada Pemkot Ambon. “Kalau soal itu saya tidak tau, dan mengatur tentang itu ada pada Bidang Aset Pemkot. Jadi cek kesana saya tidak tau,” kata Benny sambil menutup telephonnya. (NEL)

Most Popular

To Top