Seluruh JCH Diberangkatkan – Ambon Ekspres
Amboina

Seluruh JCH Diberangkatkan

Fesal Musaad

AMEKS ONLINE, AMBON.–Keinginan Jamaah Calon Haji (JCH) Maluku, Musa Latua Toekan untuk menunaikan ibadah haji sepertinya bakal terealisasi. Ini setelah ada upaya bantuan yang dilakukan berbagai pihak, termasuk dari Ombudsman RI.

Sebelumnya, Toekan bersama dua JCH lainnya yang merupakan pasangan suami-isteri (pasutri) dilarang berangkat setelah tidak lulus pemeriksaan kesehatan di Embarkasi Makassar. Pasangan tersebut yakni Neni Binti La Ode Imbo dan suaminya Hasanuddin Maleto La Gempu.

Pasutri ini bahkan sudah berada di Madinah, Arab Saudi guna menjalani rukun Islam yang ke 5 itu. Sementara itu, Toekan masih menunggu konfirmasi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Maluku dan embarkasi Makassar menyangkut waktu keberangkatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Fesal Musaad yang dikonfirmasi mengaku, setelah ketiga jamaah tersebut rencananya tidak diberangkatkan, pihaknya kembali melakukan upaya-upaya untuk mencari peluang. Selanjutnya ada upaya Ombudsmen dengan mengeluaran edaran untuk dilakukan pemeriksaan ulang. Dan terbukti hasil pemeriksaan diketahui Neni Binti La Ode Imbo, istri dari Hasanuddin Maleto La Gempu tidak dalam kondisi hamil, sehingga diberangkatkan. “Berbagai upaya dilakukan Kementerian Agama Provinsi Maluku dan alhamdulillah semuanya akan diberangkatkan ke tanah Suci. Yang tadinya hamil, setelah dilakukan pemeriksaan ulang tidak positif makanya diberangkatkan,” ujar Musaad kepada Ambon Ekspres via seluler tadi malam.

Dikatakan, Ketua KPU Maluku rencananya akan diberangkatkan dengan kloter terakhir dari Makassar ke Mekkah. Setelah menjalani ibadah haji, lanjut dia, rencananya akan kembali dipulangkan dengan kloter pertama. Ini untuk menjaga kondisi kesehatannya yang belum terlalu normal. “Untuk pak Musa akan diberangkatan dari Emberkasi Makassar dengan kloter terakhir. Nanti kembalinya dengan kloter pertama, mengigat kondisi beliau yang belum terlalu baik. Dengan begitu maka semua JCH asal Maluku diberangkatkan,” pungkasnya.

Kepala Ombudsman RI, Perwakilan Provinsi Maluku, Hasan Slamat mengatakan, setelah menerima laporan dari Musa Latua Toekan, pihaknya langsung menindaklanjuti ke ombudsman pusat. Ternyata laporan yang sama juga terjadi di dua provinsi lain, yakni Sumatera Selatan dan Bengkulu. “Dari Maluku itu satu orang yakni pak Musa Toekan, kemudian dari Palembang Sumatera Selatan, ada tiga orang yakni Larmi Pawijo Wiyono, Sumarni Sastro Pawijo dan Arlan Syarif Leman serta Subagyo Sunar dari Bengkulu, yang dinyatakan gagal berangkat akibat penyakit yang mereka derita. Mereka melaporkan kepada ombudsman di daerah masing-masing, kemudian dilanjutkan. Hasilnya mereka diijinkan untuk berangkat ke tanah suci,” kata dia kepada koran ini, Sabtu (12/8).

Menurut dia, ke lima JCH asal tiga provinsi itu, laporan mereka telah diperjuangkan oleh ombudsman perwakilan ketiga provinsi, bersama ombudsman pusat. “Keberulan pak Musa Toekan juga sudah laporkan ke Ombudsman Makassar. Setelah laporan itu diterima dan ditindaklanjuti, hingga kemudian ombudsmas pusat, melakukan pertemuan dengan Menteri Kesehatan dan Menteri Agama, Hasilnya mereka diperbolehkan berangkat, dengan kloter terakhir, di masing-masing embarkasi,” jelasnya.

Slamat menambahkan, keberangkatan kelima JCH, yang diperjuangkan ombudsman berdasarkan laporan mereka. Dengan catatan, setiap JCH, bersedia menangung resiko secara pribadi, sepanjang penyakit yang diderita mereka, tidak beresiko mengganggu orang lain. “Untuk itu dikembalikan kepada setiap individu JCH, untuk berkomunikasi dengan pihak panitia penyelenggara ibadah haji. Karena sudah tidak ada lagi persoalan terkait dengan keberangkatan mereka ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji, pasca sempat dibatalkan,” tandasnya.

Terpisah, JCH asal Maluku, Musa Latua Toekan yang dikonfirmasi mengatakan, hingga kini dirinya masih menunggu informasi dari pihak PPIH Maluku dan embarkasi Makassar. “Kami ucapkan rasa syukur, atas perjuangan yang dilakukan oleh seluruh pihak termasuk ombudsman. Tetapi kemudian sampai saat ini, saya masih menunggu informasi dari PPIH, atas hasil pertemuan yang dilakukan oleh ombudsman, Menkes dan Menag, terkait nasib saya dan empat orang JCH itu,” kata Toekan kepada koran ini, ketika dihubungi kemarin.

Toekan mengaku, jika sudah ada informasi dari PPIH Embarkasi Makassar, maka dirinya, akan segara bertolak dari Ambon, untuk melaksanakan ibadah haji. “Kloter terakhir dari embarkasi Makassar itu, sekitar tanggal 26 Agustus. Dan kami masih menanti informasi atau panggilan dari PPIH Embarkasi Makassar,” jelas dia.

Dia mengaku masih terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan dokter pribadi maupun isterinya yang telah berada di Tanah Suci Mekkah, terkait kondisi cuaca yang ada disana. “Selain itu, juga perjalanan dari Makassar sampai ke Mekkah sekitar 11 jam penerbangan. Saya harus berkoordinasi dengan isteri maupun dokter pribadi yang sudah berangkat duluan ke tanah suci. Termasuk juga memantau kondisi cuaca. Jika tidak ada hambatan Insha Allah, kami akan berangkat, tetapi semua kita tunggu informasi PPIH,” pungkas dia.(WHB/AHA)

 

Most Popular

To Top