Demokrat Target Menang di 2018 – Ambon Ekspres
Politik

Demokrat Target Menang di 2018

AMEKS ONLINE, AMBON.—Partai Demokrat Maluku diminta untuk memenangkan pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tahun 2018 mendatang. Setiap kader diharuskan untuk bekerja keras, guna mengawal putusan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan pusat (DPP) kepada bakal calon yang diusungkan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Demokrat Hinca IP Pandjaitan saat memberikan pelatihan dan pembekalan pengurus DPD Demokrat Provinsi Maluku tahun 2017-2022 mengatakan, Demokrat adalah partai yang besar, dan selalu bersama dalam memperjuangkan masyarakat. Untuk itu, dengan rakyatlah maka Demokrat harus berambisi memenangkan Pilgub Maluku tahun 2018 mendatang.

Menurtunya, sebagai partai besar, Demokrat harus bangkit dan siap memenangkan setiap pertarungan politik, tingkat nasional maupun daerah. Apalagi Maluku, yang saat ini diperhadapkan dengan pilkada Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara, serta Walikota dan Wakil Walikota Tual tahun 2018. “Untuk Demokrat Maluku, kader yang kami usung harus menang di pilgub, tidak bisa tidak. Termasuk Kota Tual dan Maluku Tenggara karena itu sudah menjadi target, dan komitmen kami seperti itu. Olehnya itu para kader harus bekerja full untuk memenangkan target ini. Dan sebelum rekomendasi diberikan, DPP harus melihat dengan sebaik mungkin baru diputuskan,” ujar Pandjaitan di Gedung Xaverius Ambon, Senin (14/8).

Dia mengingatkan, untuk menjadikan partai yang lebih besar, para kader harus menaati aturan yang ada. Terutama setiap kegiatan partai, kader di wajibkan untuk mengikutinya, tanpa terkecuali. Karena untuk membangun sebuah organisasi yang besar, tidak hanya DPP DPD dan DPC, tetapi semua pengurus punya tanggungjawab yang sama. Dengan begitu, maka timbullah kader-kader yang militan dan berkualitas.
Pernyataan Pandjaitan ini, dikarenakan sebagian kader tidak menghadiri kegiatan Pelatihan dan Pembekalan pengurus DPD Demokrat Provinsi Maluku. Terutama anggota fraksi Demokrat DPRD Maluku yang terhitung sebanyak 6 orang, hanya dua yang menghadirinya yakni, Elviana Pattiasina dan Bahtiar La Galep. Olehnya itu ditegaskan, bagi yang tidak hadir tanpa alasan, perlu keluarkan surat peneguran. “Demokrat butuh kader yang militan dan berkualitas, bukan kader yang main-main dengan partai. Kalau ada kegiatan seperti ini semua urusan anda harus ditingggalkan, karena panggilan partai merupakan panggilan seorang ibu, jangan kita menjadi anak durhaka seperti malinkundang. Kemudian bagi yang tidak hadir, harus ada alasan jelas, yang dapat diterima. Tetapi bagi yang tidak, maka dikeluarkan saja surat SP1 atau (surat peneguran) jangan anggap remeh partai. Kalau mau partai ini besar, mari kita sama-sama,” katanya.

Pria asal Batak ini menambahkan, target kemenangan Demokrat, tidak hanya di Maluku tetapi disemua daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak putaran ketiga tahun 2018, harus dimenangkan. Ini penting, agar kedepan pemilihan presiden dan wakil presiden, partai Demokrat sudah semakin kuat ditingkat provinsi dan kabupaten. “Tidak hanya di Pilkada Maluku yang menjadi target kemenangan kami, tetapi beberapa daerah lain yang melaksanakan pilkada 2018, juga harus dimenangkan. Ini sudah menjadi komitmen kami. Dan saya kira untuk menjawab itu, semua kepengurusan partai dari setiap DPD hingga ranting harus bekerja serius, dan lebih baik lagi. Itu yang kita harapkan,” tandasnya.

Sementara ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Maluku terpilih, Elwen Roy Pattiasina mengatakan, pihaknya akan terus bekerja secara maksimal, terutama untuk pemenangan partai di pemilihan gubernur-wakil gubernur Maluku, bupati – wakil bupati Kabupaten Maluku Tenggara, serta walikota – wakil walikota Tual tahun 2018. “Kita tetap bekerja full untuk bagiamana meraih kemenangan di Pilgub Maluku, karena kemenangan itu sudah menjadi kekuatan kita di 2019. Makanya pelantikan ini bagian dari pemantapan partai, dalam menghadapi momen tersebut,” ungkapnya.

Disingung apakah Demokrat akan mengusung kader sendiri sebagai calon gubernur atau wakil gubernur, dia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan survei, sehingga belum bisa dipastikan kader yang diusung atau sebaliknya. Namun jika dari hasil itu, ada kader yang punya potensial, maka kader yang diprioritaskan.“Untuk sementara kami masih melakukan survei, sehingga belum bisa dipastikan. Namun jika ada kader yang punya potesi berdasarkan hasil survei, kenapa tidak diusung ? Pasti kita diusung. Seperti penyampaian pak Sekjen juga seperti itu, harus kader yang diutamakan,” pungkasnya.(WH

Most Popular

To Top