Giliran Thenu dan Leasa “Digarap” Jaksa – Ambon Ekspres
Ragam

Giliran Thenu dan Leasa “Digarap” Jaksa

Foto: Samy Sapulette

AMEKS ONLINE, AMBON.—Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku terus intens melakukan pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi Reverse Repo Fiktif senilai Rp 238,5 miliar. Jaksa terus “menggarap” para saksi yang juga pernah menjadi petinggi di PT. Bank Maluku dan Malut.

Setelah sebelumnya Dirk Soplanit dan Cristian Tomasoa diperiksa jaksa, kali ini dua saksi lagi dipanggil guna dimintai keterangan. Selasa (15/7), dua saksi lainnya “digarap” jaksa. Keduanya yakni mantan Direktur Kepatuhan PT Bank Maluku dan Malut, Izack Thenu dan Kepala Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Devisi Treasury PT Bank Maluku dan Malut, Jacobis Leasa. Keduanya mengahadap penyidikan Kejati Maluku untuk diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi. “Benar hari ini (kemarin) dua saksi kembali diperiksa. Mereka adalah mantan Direktur Kepatuhan berinisial IT serta Kepala SKAI berinisial JL. Mereka diperiksa kaitan dengan perkara Repo Bank Maluku,” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan diruang kerjanya.

Dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap kedua saksi tentunya berkaitan dengan perkara Repo Saham yang diberikan kepada PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas oleh PT Bank Maluku periode 2011-Oktober 2014. “Saksi IT diperiksa jaksa Ledrik Takandengan sejak pukul 12.00 Wit. Sementara JL diperiksa penyidik, Irkham Ohoiulun sejak pukul 10.00 WIT hingga pukul 12.30 WIT dengan dicecar 40 pertanyaan. Pemeriksaan tentunya berkaitan dengan peran mereka dalam perkara Repo,” jelas Samy.

Dalam perkara ini sejumlah pihak telah diperiksa sebelumnya termasuk mantan Direktur Pemasaran PT. Bank Maluku dan Malut, Willem Patty. Informasi koran ini, perkara reverse repo obligasi antara PT. Bank Maluku dan Malut PT. AAA Sekuritas yang dipimpin Andre Rukminto secara teknis maupun oprasionalnya adalah tanggung jawab direktur pemasaran bersama devisi treasury. Sebab mereka yang memahami terjadinya pengelolaan reverse repo sekaligus yang memberikan persetujuan beradasrkan memorandumyang diterbitkan oleh devisi treasury.

Bank Maluku saat itu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam bentuk tiga seri, yakni seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013. Seri B Rp 10 miliar telah dilunasi pada 2015. Seri C sebesar Rp 210 miliar jatuh tempo pada Januari 2017.(NEL)

Most Popular

To Top