Waspada Cuaca Ekstrim – Ambon Ekspres
Metro Manise

Waspada Cuaca Ekstrim

Foto/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.–Warga di Kota Ambon dan sekitarnya diminta untuk mewaspadai curah hujan dengan intensitas ringan hingga berat beberapa hari belakangan ini. Menurut Kasie Observasi dan Infomasi BMKG Pattimura Ambon, Ashar, kondisi cuaca untuk Pulau Ambon memang telah naik dari status hujan ringan menjadi sedang.

Kondisi ini diprediksikan sampai 17 Agutus 2017. Berdasarkan analisis pola angin, kata Ashar, angin umumnya bertiup dari arah Timur hingga Selatan dan membawa sebagian massa udara basah dari Samudra Pasifik maupun Laut Banda. Kondisi ini memberikan peluang pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Maluku bagian Utara yakni Pulau Ambon, Pulau Buru, Pulau Seram, Pulau Geser, Pulau Banda dan Kepulauan Aru. “Namun untuk wilayah Maluku bagian Selatan, umumnya berpeluang kecil terbentuknya awan-awan hujan. Ini dikarenakan masa udara kering yang bergerak dari Australia dan melewati wilayah Selatan Maluku,” tandas Ashar kepada Ambon Ekspres, Selasa (15/8).

Sementara itu, kelembaban udara lapisan atas menunjukan keadan yang relatif basah di wilayah Maluku. Mulai dari 70 sampai 100 persen. Akan tetapi, relatif pada wilayah Maluku Tenggara (Malra), Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Maluku Barat Daya (MBD). Kondisi ini memungkinkan pertumbuhan awan-awan hujan pada wilayah Maluku tidak begitu aktif. Cuaca umumnya berawan dan hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. Dengan angin bertiup dari Utara ke Selatan dengan kecepatan 10 sampai 25 kilometer per jam. “Untuk suhu mencapai 23 derajat sampai 30 derajat celsius. Dengan kelembaban 70 sampai 100 persen. Juga gelombang mencapai 0,1 sampai 2,0 meter. Sehingga waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpeluang terjadi sampai 17 Agustus 2017,” sarannya.

Ketua Komisi I DPRD Ambon, Zeth Pormes menilai, September 2017 mendatang, komisi akan melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2017 dan APBD 2018 sehingga diharapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, bisa segera menginventarisir seluruh titik bencana yang terjadi tahun ini. “Kita sudah koordinasi dengan BPBD Kota Ambon dan sementara disiapkan. Ini penting agar yang menjadi tanggung jawab pemerintah kota bisa kita usulkan untuk perbaikan. Karena ada tanggung jawab milik provinsi dan pihak balai. Tanggungjawab pemerintah kota soal kerusakan talud, perbaikan jembatan dan sebagainya itu bisa kita perbaiki,” terangnya.

Politisi asal Golkar ini mengaku, ada sejumlah pihak yang mendapat tanggung jawab untuk melakukan pendataan terhadap kawasan bencana. Sehingga bisa diusulkan untuk perbaikan lewat pembahasan APBD Perubahan 2017 maupun APBD 2018. “Jadi ini bukan soal mana yang nantinya memperbaiki. Tetapi, subtansinya adalah kita butuh data untuk alokasi agar ada dananya. Soal kerja itu persoalan teknis. Intinya seluruh infrastruktur harus diperbaiki. Dan kita harap BPBD bisa secepatnya memasukan data bencana,” ingatnya.

Kepala BPBD Kota Ambon, Enrico Mattitaputty mengaku, sampai saat ini masih melakukan pendataan. Apalagi musim penghujan masih terus terjadi di Kota Ambon. “Memang untuk hujan yang terjadi beberapa hari kemarin, tidak ada terjadi bencana banjir dan longsor. Karena musim penghujan ini masih terus terjadi, maka kita masih lakukan inventarisir terhadap titik bencana,” kunci dia.(ISL)

Most Popular

To Top